Forum Download app Gifts
100% A Story by Her / Chapter 1: Remember

Read A Story by Her - Chapter 1 online

A Story by Her original

A Story by Her

Author: YouCallMeHer

© Webnovel

Chapter 1: Remember

-oOo-

Ketika kamu sudah berumur tujuh puluh tahun nanti, apa hal terbaik yang ingin kamu ingat?

-oOo-

Jungkook sudah terlonjak lima senti dari tempatnya berdiri ketika gebrakan pintu menyambar kesadarannya. Alis pemuda Jeon bertatut, ia memandang Sun Hee yang melesakkan diri di sofa dengan raut wajah masam.

"Lihat apa?"

"Lihat Jeon Sun Hee, jelas."

Gadis itu melotot dan berkacak pinggang.

Mampus! Jungkook mengerdikkan bahu sambil berpikir keras, apa hal yang membuat jumat malam Sun Hee kacau balau kali ini. Mungkin pemuda itu bisa menerka jadi ia batin satu per satu. Apakah laporan yang Sun Hee kerjakan untuk atasan ada sebaris kesalahan, atau para trainee idiot disana kembali membuat ulah, atau minggu ini harus lembur sampai pagi, atau-

"Aku nunggu kamu tadi di cafe Mr. Benedith. Lupa, ya?"

Jantung Jungkook berdetak gila-gilaan dan cangkir porselen mahal di tangannya hampir luput ketika suara sedih Sun Hee sampai di telinga. Dalam hati ia mengumpat, ia benar-benar luoa akan janji kencan mereka hari ini.

"Ponsel nggak aktif juga. Aku di sana nunggu tiga jam, sampai capek duduk terus."

Sambil meringis karena sadar betapa bodohnya ia hari ini, Jungkook memutar tungkai meninggalkan konter dapur menuju Sun Hee.

"Babe, sorry-"

"Maafmu udah aku hitung ini yang nomor tiga puluh tujuh dalam dua minggu ini. Hell, Jeon Jungkook! Dua hari lalu janji di rumahku, nggak jadi. Lima hari lalu di cafe ini, nggak jadi. Seminggu lalu di cafe itu, batal. Dua minggu lalu dinner sama Kak Nana juga nggak datang. Kenyang aku dapet suguhan keromantisan kakak ipar, tau. Aku sendiri ngenes di sana." teriak Sunny dengan suara melengking. Air mata besar-besar jatuh di pipinya yang chubby. Jungkook tak tahan, ia berusaha memeluk gadis itu namun ditepis seketika.

"I hate you, Jeon Jungkook!"

Setelah berkata begitu, Sun Hee bergegas bangkit dari sofa, menyambar bantal untuk ia lemparkan ke wajah Jungkook. Brengseknya, bantal berbentuk boneka Chimmy itu meleset tipis, hanya menyerempet ujung telinga Jeon Jungkook dengan lembut.

Sun Hee semakin kesal, menghentakkan kakinya kemudian berlari menuju lantai atas. Ia banting pintu kamar hingga nyaris terlepas dari engsel.

"Ya ampun!" Jungkook menggersah pelan, ia merasa bersalah karena bibirnya malah berkedut saat menahan tawa. Walaupun sedang marah begitu, tapi Sun Hee tetaplah gadis kecilnya yang menggemaskan. Tiba-tiba ia menyesal karena lupa bahwa mereka berdua seharusnya hari ini sedang menikmati dinner romantis.

Sungguh hari itu tanpa diduga jadwalnya sangat padat. Jungkook menghadiri selusin meeting dengan beberapa investor asing dan dewan direksi karena masalah proyek tambang perusahaan mereka yang baru. Setelah tanggung jawabnya selesai, ia langsung pulang. Lupa bahwa gadisnya tengah menunggu di café yang kemarin sudah ia pesan. Sebenarnya ketika melihat rumah mereka yang sepi, Jungkook bertanya-tanya di mana Sun Hee berada. Ternyata, ia memang bejat.

Jungkook menaiki tangga dan mengetuk pintu kamar. Ia bisa mendengar isakan Sun Hee di balik pintu.

"Sayang, bolehkah aku masuk?"

"Ngaak!"

Jungkook meringis, ia membuka kenop pintu dan memandang Sunny yang telungkup di ranjang. Bahu Sun Hee bergetar.

"Hey, aku sungguh minta maaf kali ini. Maafkan aku yang mengabaikanmu beberapa hari ini. Aku salah."

"Kau brengsek! Ini minta maaf yang ke-38, lho!" umpat Sun Hee yang masih terisak. Ia bisa merasakan tangan Jungkook membelai lembut rambutnya. Ah, Sun Hee ingin minta peluk. Tapi, kan gengsi!

"Iya, aku akan minta maaf seratus kali kalau perlu. Asalkan kau tidak marah lagi. Aku cinta kamu. Tapi aku malah buat kamu nangis. Aku memang brengsek." Ujar Jungkook tulus. Tangannya berusaha meraih jemari Sun Hee untuk ditautkan. Selang beberapa menit, tangis Sun Hee mereda. Tinggal isakan-isakan kecil yang terdengar. Jungkook masih sabar menepuk-nepuk punggung tangan gadisnya itu.

"Kamu lupa ya, hari ini hari apa?" tanya Sun Hee, ia mengelap ingus kemudian mengangkat wajahnya untuk menatap langsung wajah bersalah Jungkook. Jungkook sedikit terkejut dan berusaha mengingat.

"Tuh, kan, lupa lagi!" lengking Sun Hee. Tangannya ganti memukul bahu Jungkook sebagai pelampiasan. Memang pemuda sialan ini perlu diberi banyak pelajaran, pikirnya murka.

"Aku nggak lupa! Hari ini kan ulang tahunmu?"

Sun Hee menghentikan pukulannya. Sebenarnya ia mengharapkan sesuatu yang lain seperti makan malam romantis di atap rumah sebagai ganti makan malam mereka yang gagal, atau hadiah-hadiah tak terduga dari Jungkook untuk menebus kesalahannya. Tetapi setelah melihat pemuda di hadapannya itu, Sun Hee mencebik. Ia sangsi jika Jungkook sudah menyiapkan sesuatu. Jadi, daripada berharap dan tidak sesuai ekspektasi, Sun Hee menyerah saja. Ia berbaring di ranjang kemudian menarik selimut.

"Lho, sudah mau tidur? Sayang sudah makan belum?"

Tidak ada jawaban. Sun Hee membiarkan Jungkook kebingungan sendiri dan melakukan apapun yang dia ingin. Sun Hee sudah kesal bukan kepalang. Tak lama kemudian, ia akhirnya tertidur dan bermimpi aneh tentang Jeon Jungkook yang tidak ingat tentang ulang tahun Sun Hee dan malah merayakan ulang tahun boneka Chimmy. Jungkook berbulan madu dengan Chimmy menaiki kapal pesiar, meninggalkan Sun Hee sendirian di pulai terpencil, berkata jika Jungkook akan menyusul Sun Hee ketika ia ingat. Nyatanya, Jungkook lama tak kembali, membuat gadis itu menangis dalam mimpi.

Pagi hari, Sun hee terbangun karena sinar matahari sudah sangat mengganggu. Ia bangkit, mengucek matanya yang basah dan baru ingat mengapa ia sedih sekali.

Dilihatnya ranjang di samping, Jungkok tak ada. Pasti pemuda itu sudah berangkat kerja lagi, pikirnya masam.

Malas, ia menyibak selimut kemudian menuju dapur untuk mengambil segelas susu. Sun Hee berpikir, rumah tangganya dengan Jungkook saja belum genap 2 tahun, tapi sepertinya tidak akan bertahan lebih lama lagi. Diam-diam dia merasa iri dengan kakak ipar, Jeon Nana. Suaminya, Kim Taehyung sangat menawan dan selalu berlaku romantis terhadap sang istri. Tetapi Jungkook?

Baru saja kakinya menapak lantai dapur, Sun Hee terkejut bukan main hingga nyaris terjungkal. Jantungnya berdegup keras sekali sampai menyakiti gendang telinga. Jungkook tengah berdiri di belakang counter, memakai apron pink yang biasanya dipakai Sun Hee memasak seraya meletakkan empat potong pancake di piring.

"Selamat pagi!" sapa pemuda itu sambil tersenyum. Gigi kelincinya imut sekali! Sun Hee mau peluk!

"Kamu nggak kerja?" tanya Sun Hee yang pikirannya masih kosong. Di meja makan ada kue ulang tahun cantik rasa green tea, sepiring besar pancake dan segelas susu untuk Sun Hee. Dilihatnya Jungkook menggeleng kemudian menghampirinya dan mencium keningnya.

"Aku libur. Kan hari ini kita mau jalan-jalan." jawab Jungkook lancar. Ia menuntun Sun Hee agar duduk di meja makan.

"Mungkin kuenya nanti kita bawa saja, ya? Nggak mungkin kalau mau langsung dimakan sekarang. Atau mau dimakan sekarang?" tanya Jungkook. Sun Hee menggeleng.

Ia masih linglung, menatap Jungkook dengan curiga dibalik gelas susu kedelainya.

"Ada apa?"

"Sebenarnya kita mau kemana? Kok kamu libur segala? Kan pekerjaanmu lebih penting daridapa aku!" ketus Sun Hee, Jungkook menghela napas sejenak sebelum menatap Sun Hee dengan senyum kecil.

"Sayang lupa, ya, kalau hari ini sudah janjian buat jalan-jalan ke pulau Jeju sampai beberapa hari ke depan? Aku lihat tadi malam koper yang beberapa hari lalu dikemas sudah siap." jelas Jungkook sabar. Pemuda itu mengangkat dagunya ke arah 2 koper kecil di samping sofa ruang tamu. Dan benar saja, pipi Sun Hee langsung memanas karena malu. Malahan gadis itu yang mendesak Jungkook agar mengambil cuti untuk bepergian berdua, tapi sekarang gantian dirinya yang lupa!

Akhirnya Sun Hee menghabiskan sarapannya dalam diam, sementara Jungkook berulang-kali tersenyum kecil melihat tingkah Sun Hee.

-oOo-

Empat jam kemudian, Sun Hee sudah berada di balkon kamar yang menghadap langsung pantai Hamdeok. Ia menghirup udara segar dengan gembira, sejenak kekesalannya terhadap Jungkook kemrain sedikit terlupakan. Tiba-tiba, sepasang tangan memeluknya dari belakang, dagu Jungkook parkir di bahunya.

"Indah, ya? Aku minta maaf untuk kemarin dan sebelum-sebelumnya. Aku memang keterlaluan, membuatmu sedih sampai seperti itu. Maafkan aku ya?"

Sun Hee mencebik, prihatin dengan dirinya sendiri karena sangat ingin membalas pelukan Jungkook. Tapi egonya berkata jika Jungkook harus dibuat menangis seperti tadi malam saat Sun Hee menangis.

"Aku memang payah, punya daya ingat pendek, sering buat kamu nangis. Sedangkan kamu selalu sabar nunggu, selalu ingat tanggal-tanggal penting kita. Hmm… Tapi, ketika aku sudah tua, entah tujuh puluh tahun atau delapan puluh, saat sudah mulai beruban dan kulitku semuanya keriput, hal yang paling ingin aku ingat adalah ketika aku memilikimu, merasakan kasih sayangmu, melihat wajah menggemaskamu, semuanya! Cuma kamu, dan itu sudah cukup."

Sun Hee berbalik, pipinya sudah basah dan ia terisak di dada Jungkook. Pelukan hangat yang ia rasakan seketika melunturkan kekesalannya terhadap pemuda itu. Ah, cinta itu memang buta, ya? Untuk lelaki bermarga Jeon ini, Sun Hee telah meruntuhkan keegoisannya sendiri, sama seperti Jungkook yang rela menyiapkan kejutan di pagi hari untuk meminta maaf dan tidak melupakan janji untuk berlibur ke pulau Jeju.

Mereka berdua telah berjanji untuk saling peduli dan mencintai satu sama lain dengan cara terbaik yang bisa mereka temukan setiap harinya.

"I love you." bisik Jungkook.

Sun Hee memandangnya, tersenyum lantas mengecup bibir Jungkook sebelum membalas, "I love you more."

When she chose to loves him, that's when she understands why it didn't work out with anyone else. She didn't just fall in love with him once. She falls in love with him every time she looks at him.

-oOo-

Finish

-oOo-


CREATORS' THOUGHTS
YouCallMeHer YouCallMeHer

Chapter pertama! Baru pertama kali up di Webnovel, hihi.

Salam kenal buat pembaca sekalian! Terima kasih, ya, udah mampir. Semoga kalian suka! :-)

Load failed, please RETRY

New chapter is coming soon Write a review

Privileged

More Privileged Chapters

Download the app and become a privileged reader today! Come take a sneak peek at our author's stockpiled chapters!

Download

Weekly Power Status

Rank -- Power Ranking
Stone -- Power Stone

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C1
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews
Send Gifts
Gifted
Thank you for your generous gift.

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login
Report inappropriate content
error Tip

Get More Coins

Please switch to the pop-up to complete the payment.

Earn Rewards Earn Rewards

Earn rewards

by completing the missions

Complete daily missions to get rewards.

Learn more about the rules
  • 1. Reward frequency has been adjusted! Receive a reward once you complete two minutes of reading!
  • 2. Rewards adjusted! Earn points reading to exchange for Amazon Gift Cards! Coins that never expire! More rewards to come!(The above rewards are only available on the app.)

This's an experimental test for reading assistance in case.

We highly recommend you to enjoy the beauty of the original words.