Forum Download app Gifts
70.9% Another World I Be Here / Chapter 39: Sacred Hollow

Read Another World I Be Here - Chapter 39 online

Chapter 39: Sacred Hollow

   "Apakah tubuhmu baik-baik saja, setelah menyatu dengan Arch Gear?"

   "Yah ... begitulah, bukankah benang yang ada di pinggangmu itu juga berasal dari Arch Gear?"

Sahut pria yang menjadi teman perjalanan Sema menuju kerajaan Erinu. Rocurt, itulah nama dari pria ini yang menggunakan Arch Gear melebihi batas sampai-sampai tubuhnya menjadi inang dari Arch Gear itu sendiri.

Kini, mereka menumpang di sebuah kereta kuda pengangkut barang. Karena wujud dari Rocurt bagaikan monster tipe humanoid, maka selurih tubuhnya ditutupi dengan sehelai kain berwarna hitam.

Dengan seperti itu, wujudnya tidak terlalu terlihat dan ia dapat pergi sesuka hati tanpa diketahui orang lain. Ketika di perjalanan ini, Sema dan Rocurt mulai membicarakan masalah hidup yang mereka alami.

Dan untungnya lagi, kereta kuda pengangkut barang ini pun berniat untuk ke Erinu. Jalur perdagangan yang sejauh mata memandang ini memanglah panjang, namun setiap detiknya terdapat angin segar yang berhembus.

Sudah dua jam berlalu ....

Ketika kereta kuda ini dekat dengan daerah Kerajaan Erinu. Sema meminta turun kepada saudagar yang baik hati pemilik kereta kuda ini, karena kemungkinan besar Sema masih dicari oleh Kerajaan Erinu.

Sema berterima kasih kepada saudagar yang tengah berdiri di hadapannya, sedangkan sang kusir tengah duduk dengan kedua tangan yang memegang kendali kuda.

Pada saat itu, Rocurt yang ada di belakang Sema dengan segera membunuh saudagar. Menggunakan cakar yang tajam pada kedua tangannya, menyayat urat nadi di leher dengan sekejap.

Sema membuka kedua matanya lebar-lebar dengan wajah yang terciprat oleh darah segar yang memancar dari urat nadi yang putus. Raijuu pun terkena cipratan darah, dia langsung saja lompat dan menampol Sema dengan kaki kanan lembutnya.

Rocurt mengincar leher Sema dengan gerakan tangan kiri yang cepat. Akan tetapi, Sema dapat menghindarinya dengan merunduk akan reflek yang cepat.

Sema langsung menarik satu dagger yang ada di pinggangnya, mengayunkannya dengan cepat menggunakan tangan kanan yang bertenaga. Namun, serangannya dapat ditangkap oleh tangan kanan Rocurt dengan kukunya tajam yang sedikit memanjang.

Sema meraih dagger yang lain menggunakan tangan kirinya. Ia menyerang Rocurt dengan bertubi-tubi dengan dua dagger, namun Rocurt dapat menangkis semua serangan yang diluncurkan oleh Sema.

   "Itu semua akan percuma!"

Rocurt memanjangkan kedua kukunya yang ada pada kedua tangannya. Sepuluh jari itu bagaikan sepuluh pedang tajam yang siap menebas musuh yang ada di hadapannya.

Hanya dengan melihatnya, rasa takut akan kematian mulai menghantui Sema yang napasnya sudah cukup terengah-engah. Sema langsung saja mundur dengan melompat ke belakang lalu berguling-guling untuk mencari aman.

Raijuu mengejarnya dari belakang lalu melolong dengan sebuah isyarat agar Sema memberinya izin untuk merasukinya lagi. Akan tetapi, Sema memang berniat seperti itu dari tadi.

Hanya saja, Sema tidak bisa melakukannya lagi agar Raijuu mau merasuki tubuhnya. Entah apa alasannya, mungkin saja terdapat beberapa syarat khusus agar dapat terjadi.

   "Rocurt! Apa yang kau lakukan!?"

Tanya Sema dengan dua tangan yang menggenggam erat dagger yang sudah ditempeli benang. Rocurt hanya menanggapi dengan kepala menunduk dan tatapannya terlihat kosong.

Perlahan-lahan, ia mulai menatap Sema dengan dua mata merah yang urat kelopak matanya terlihat. Kuku tajam cukup panjang bagaikan pedang, ia bunyikan dengan digesek-gesek.

   "Ketika kau menghantam kepalaku. Orang yang aku rasuki mulai kembali kesadarannya. Akan tetapi, aku telah merebut tubuhnya dan tubuh ini telah menjadi milikku sepenuhnya. Arch Gear Claw Birth, Rocurt."

   "Kalau begitu, aku hanya harus menghantam kepalamu lagi sampai mampus!"

   "Dan aku di sini akan membunuhmu, alasannya adalah kau masih menjadi orang yang dicari di Erinu."

   "Terima kasih karena aku masih populer di Erinu!"

Setelah percakapan singkat itu. Sema menggunakan Overflow 5% dan langsung melempar dua dagger yang ia genggam ke tepat ke dada Rocurt. Akan tetapi, laju dari dagger itu ia tangkis dengan mudahnya.

Ia lanjutkan dengan melempar tiga dagger lagi. Seperti yang sudah ia prediksi sebelumnya sebelum mencoba rencana dadakannya ini layaknya tahu bulat. Rocurt menahan tiga dagger itu, sehingga lima dagger yang sudah dilempar dan di putar ketika melayang. Kini menancap ke tanah dengan Raijuu yang menginjak bagian pangkal dagger.

Dengan seperti itu, dagger yang tancapannya kurang dalam sekarang menjadi lebih dalam karena Raijuu menginjaknya. Pergerakan dari Rocurt dapat ditahan meskipun sementara, ini kesempatan terbesar untuk Sema dapat menyerang.

Sema meningkatkan Overflow miliknya sampai batas 7% dengan menyalurkannya ke seluruh tubuh.

Ia berlari dengan cepat dan mengambil satu dagger yang tersisa. Menggenggamnya sangat kuat dan siap diayunkan untuk menyayat leher Rocurt yang kini pergerakannya terbatas. Dengan segera, Sema bersiap-siap untuk mengayunkan daggernya menggunakan tangan kiri dan tangan kanan untuk mengantisipasi serangan balik.

*Cressh

Sema memang dapat menyayat leher Rocurt meskipun sedikit. Namun, ia melihat tangan kirinya sendiri yang putus dan melayang di hadapannya. Rasa sakit langsung terasa di tangan kirinya yang terpotong.

Ketika ia mencoba membaca situasi yang kritis ini. Rocurt memanjangkan lagi kukunya pada tangan kiri hingga menembus tanah dan kembali mencuat dari dalam tanah.

Dari situlah Sema mengerti, kenapa tangan kirinya bisa terpotong akan tajamnya kuku yang bagaikan pedang. Sema menguatkan giginya untuk menahan teriakannya yang tidak akan berguna.

Ketika Sema berniat untuk menghantam wajah Rocurt. Ia melihat senyuman kecil Rocurt yang membuat pikirannya langsung buyar. Dengan segera, ia mundur dengan tangan kanan yang membawa tangan kirinya.

Tangan kanannya yang dapat bergerak bebas. Segera menarik keenam daggernya dan menggulung benang dengan memutar gagang katrol.

Setelah benang tergulung dan keenam daggernya telah ada di dekatnya. Sema segera memasukkannya ke wadah dagger yang ada di pinggangnya.

   "Sakit sekali! Aku bisa mati kehabisan darah!"

Panik Sema dengan memikirkan bagaimana caranya mencari jalan keluar dengan Raijuu yang berlari di sampingnya. Ketika Sema sibuk berpikir, Rocurt mengejarnya dan menyerang Sema dengan serangan dari dalam tanah berupa pedang yang muncul dengan cepat.

Sema menjatuhkan tubuhnya dan berguling-guling dengan cepat. Segera masuk ke dalam hutan untuk mencari cara bagaimana caranya mengalahkan Rocurt dengan tangan kirinya yang terpotong.

   "Kasuvi! Levius! Kau di mana!?"

Seru Sema yang telah memasuki hutan ini. Ia tidak tahu di mana letak keberadaan mereka, apalagi tempat singgah mereka yang merupakan tempat tinggal dari Carilla dan Ruilla.

Karena suara lantang yang menggema di hutan ini. Rocurt dapat mendengar jelas di mana sumber suara panggilan itu berasal. Insting dan indera membunuhnya mulai merasakan di mana bau darah yang tertinggal di atas tanah.

Dengan segera, ia berlari dengan cepat menuju sumber suara panggilan itu berasal. Akan tetapi, ia tidak menemukan siapapun di tempat tersebut.

   "Apakah dia bersembunyi, namun bagaimana bisa ... "

Pikir Rocurt seraya memperhatikan daerah hutan yang dipenuhi semak-sema dan pepohonan dengan dedaunan yang rendang. Sema, ia bersembunyi di balik pohon yang dipenuhi semak tinggi dengan sibuk menutup luka tangan kiri menggunakan kain jubah hitam yang dirobek dengan dagger.

   "Dengan ini, darahnya tidak terlalu merembes dan ikatan kencang membuat darah memperlambat. Untuk sekarang, bagaimana caranya lari dari monster itu ... "

Pikir Sema seraya mengikat lukanya dengan bantuan gigitan Raijuu yang ada di sampingnya. Raijuu mencoba untuk merasuki Sema, namun tetap tidak bisa sedari tadi.

Ketika Sema memperhatikan daerah sekitar di mana Rocurt tengah mencari keberadaannya. Ia melihat Sera dan Ruina tengah mencari kayu bakar di dekat mereka berdua.

   "Sera dan Ruina!? Kenapa mereka ada di sini? Berarti Kasuvi dan Levius ada di sini!?"

Pikir Sema seraya memikirkan jalan keluarnya agar ia tidak diketahui keberadaannya oleh Rocurt. Insting Jomblonya tidak merasakan hawa keberadaan Sera dan Ruina, karena mereka berdua merupakan mayat hidup.

Ketika Sema berniat untuk pergi. Langkah kakinya salah dan ia menginjak ranting pohon yang mengeluarkan suara patahan. Rocurt langsung menoleh ke arah di mana Sema berada dengan tatapan yang haus darah. Dengan segera, menancapkan tangan kanannya ke tanah dan kuku yang bagaikan pedang bermunculan ke permukaan dari dalam tanah.

Sema dapat menghindarinya dengan cara berguling-guling ke samping kiri. Rocurt segera memendekkan kembali kuku yang bagaikan pedang itu, segera mengejar Sema yang tengah berlari membawa tangan kiri yang putus.

   "Sera! Ruina! Pergi dari sini!"

Seru Sema dengan suara yang sangat panik akan kekhawatirannya pada keselamatan Sera dan Ruina. Suaranya tercapai dan dapat didengar oleh mereka berdua, akan tetapi ...

Rocurt menancapkan kedua tangannya ke dalam tanah. Pedang yang berada dari kukunya mulai bermunculan ke permukaan dengan bertubi-tubi. Raijuu yang ada di sampingnya, segera menubruk Sema agar ia selamat dari serangan Rocurt.

Namun, serangan Rocurt menyerang Sera dan Ruina sampai tubuhnya terpotong-potong menjadi beberapa bagian. Yang paling parahnya lagi, Sera telah terpenggal dan kepalanya berguling ke arah Sema.

Sema hanya bisa menatap kepala Sera yang kedua matanya masih terbuka. Ingin muntah rasanya, namun ia tahan dengan dendam yang tiba-tiba muncul dari dalam dirinya.

   "Akan kuhancurkan ... "

Sema mulai bangkit dengan segenap tenaganya. Menjatuhkan tangan kirinya yang digenggam dengan tangan kanan dan mengambil satu dagger. Raijuu mulai  tahu akan perbuatan Sema yang dilakukan selanjutnya, yaitu maju dengan nekad.

Dagger yang ia genggam, dilempar dengan tenaga penuh menggunakan Overflow 7%. Dengan segera mengambil buku bersampul hitam yang ia simpan di saku celana belakang.

Merobek halaman yang menunjukkan judul Gemini dai ia jatuhkan buku itu. Ia tempatkan robekan halaman itu di antara mulutnya dengan rencana yang nekad.

   "Gemini ... ambil tangan kiriku, sebagai gantinya ... patuhi perintahku!"

Seru Sema, robekan halaman buku yang ia tempatkan di antara mulutnya hilang dengan sekejap. Robekan tersebut kembali ke buku bersampul itu sampai-sampai bekas robekan hilang seketika.

Buku yang ia jatuhkan, muncul segel sihir berwarna biru dari halaman yang sudah terbuka. Segel sihir itu menyemburkan api biru dengan skala besar yang membuat Sema mundur selangkah.

Sema menatap tangan kirinya yang terpotong, kini menyatu kembali seperti sedia kala tanpa ada luka. Apa yang ia rasakan bukanlah mimpi, ia dapat menggerak-gerakkan tangan kirinya seperti sebelumnya.

Semburan api biru besar dari segel sihir yang muncul dari halaman buku bersampul hitam. Muncul dua perempuan dengan kedua tangan mereka yang menggunakan zirah dengan tipe knuckle.

Warna zirah pada tangan itu berwarna hitam. Pada bagian kepalan merupakan pola yang memiliki warna tertentu dengan bahan berupa uranium.

Mereka berdua memiliki warna mata berwarna seperti halnya biru langit. Dengan kata lain, Gemini merupakan dua perempuan bersaudara dengan tipe Sacred Hollow.

Arch Gear merupakan sebuah benda yang di dalamnya memiliki kekuatan misterius yang amat hebat. Sedangkan Sacred Hollow adalah Arch Gear yang memiliki bentuk tubuh seperti halnya manusia.

Berbeda dengan Rocurt. Karena Rocurt sendiri merupakan Arch Gear yang memaksa untuk mengendalikan pikiran beserta tubuh si pengguna.

Sacred Hollow sebetulnya adalah Sacred Beast yang kekuatannya pernah dipakai oleh manusia pendahulu. Ketika mereka mati, maka roh mereka memasuki mode hibernasi dan bersemayam pada sebuah benda.

Karena mengorbankan tangan kirinya agar dapat memanggil Gemini. Maka, tangan kirinya menjadi dua pemilik yaitu Sema dan Gemini sendiri. Dan terdapat beberapa ketentuan tertentu agar dapat memanggil Sacred Hollow, yaitu Jomblo.

Perempuan bersaudara itu memiliki karakteristik fisik yang berbeda. Yang satunya memiliki rambut panjang terurai dengan warna perak. Pakaian yang mereka berdua kenakan berwarna hijau, yang berambut perak menggunakan bawahan berupa celana pendek.

Yang satunya lagi merupakan seorang perempuan yang rambut coklatnya diikat menggunakan pita hitam dengan gaya rambut pony tail. Bawahan yang ia kenakan merupakan rok, dan terdapat pita yang mereka berdua kenakan yang di tengahnya terdapat kristal berwarna biru.

Dengan segera, mereka berdua menyalurkan sihir mereka berdua pada kedua tangan mereka yang terpasang zirah knuckle.

To Be Continue .....

Bonus mungkin ...


next chapter
Load failed, please RETRY

Privileged

More Privileged Chapters

Download the app and become a privileged reader today! Come take a sneak peek at our author's stockpiled chapters!

Download

Batch unlock chapters

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C39
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews
Send Gifts
Gifted
Thank you for your generous gift.

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login
Report inappropriate content
error Tip

Get More Coins

Please switch to the pop-up to complete the payment.

This's an experimental test for reading assistance in case.

We highly recommend you to enjoy the beauty of the original words.