Forum Download app Gifts

PERASAAN CEMAS - BIBIR CANDU MRS.DEALOVA : Candu bagi Seorang Presdir - Chapter 134 by NicksCart full book limited free

Chapter 134: PERASAAN CEMAS

Dealova mengambil nafas tertahan, merasa gemas dengan Bara yang sudah mengerjainya.

"Jadi anda menghubungiku dengan maksud apa Tuan Bara?" tanya Dealova kembali merasakan demamnya setelah mengetahui keadaan Chelo dan Bara baik-baik saja.

"Aku hanya ingin tanya, ubi yang aku punya harus aku masak apa biar bisa aku makan?" tanya Bara seraya menekan tombol video call di layar ponselnya.

Seketika Dealova bangun dari tidurnya dan merapikan rambutnya yang berantakan.

Sambil memasang wajah ceria, Dealova menerima video call Bara dengan sebuah senyuman.

Melihat Dealova menerima panggilan videonya segera Bara menunjukkan ubi yang di hadapannya pada Dealova.

"Jadi...aku harus apa kan ubi ini Nona Nita?" Tanya Bara dengan tatapan dan wajah polosnya.

"Kenapa anda harus bertanya padaku Tuan Bara? Maaf aku bukan koki. Sebaiknya anda lihat di internet, di sana banyak cara untuk memasak ubi. Sekarang sudah malam, aku sudah mengantuk. Selamat malam Tuan Bara, selamat memasak." ucap Dealova segera memutuskan panggilan Bara sambil membuang nafas panjang merasa gemas dengan Bara.

"Bagaimana bisa Tuan Bara menghubungiku hanya ingin tahu ubi di masak apa? apa dia tidak tahu kalau aku lagi sakit?" ucap Dealova sambil menggerutu mengusap keningnya dan berbaring lagi merasakan demamnya yang semakin tinggi.

Di saat Dealova menahan kesal karena demamnya, di tempat Bara....Bara sedang mengetuk-ngetuk meja dengan ubi jalarnya. Pikirannya tak lepas dari bayangan Dealova yang bersikap aneh padannya.

"Ada apa dengan Nona Nita? kenapa terlihat kesal?" tanya Bara dalam hati dengan heran.

"Assshh!! sudahlah, besok pagi saja aku akan menghubunginya lagi. Mungkin dia kesal karena aku sudah mengganggunya malam-malam." ucap Bara sambil mencuci ubi jalarnya untuk segera di masak. Setelah cukup lama berkutat di dapur akhirnya Bara berhasil merebus ubi jalarnya.

"Drrrt... Drrrt...Drrrt"

Ponsel Bara berbunyi beberapa kali. Bara tersenyum sambil melirik ke ponselnya Bara meletakkan ubi jalarnya yang sudah matang di atas piring.

"Pasti Nona Nita yang menghubungiku." ucap Bara dalam hati seraya mengambil ponselnya.

Kening Bara berkerut saat melihat nama Johan di layar ponselnya.

"Johan? ada apa dia menghubungiku malam-malam? apa dia marah padaku karena aku menghubungi Nona Nita? ini masalah besar." ucap Bara dalam hati sambil menerima panggilan Johan.

"Hallo...Bara, apa kamu bisa ke rumahku sekarang?" tanya Johan tanpa basa-basi lagi setelah tahu Bara menerima panggilannya.

"Apa Johan? aku harus ke rumahmu sekarang juga? bagaimana mungkin? memang ada apa hingga aku harus ke rumahmu sekarang?" tanya Bara berusaha tenang merasa ada sesuatu yang terjadi yang berhubungan dengan Dealova.

"Aku tahu kamu sedang berlibur, tapi saat ini Love sedang demam dan memanggil namamu terus. Bisakah kamu pulang dan melihatnya?" tanya Johan dengan suara berat.

Bara terpaku di tempatnya mendengar ucapan Johan yang tidak biasanya.

"Kamu jangan bercanda, aku tadi sempat menghubungi Nona Nita dan keadaannya baik-baik saja." ucap Bara menelan salivanya terpaksa bicara jujur atas apa yang di lakukannya.

"Love tidak baik-baik saja, dia demam tinggi. Kalau kamu peduli padanya pasti kamu datang." ucap Johan masih dengan suara beratnya menutup panggilannya.

"Tunggu!!!" teriak Bara ingin tahu keadaan Dealova sekarang. Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/bibir-candu-mrs.dealova-candu-bagi-seorang-presdir_16206886306300605/perasaan-cemas_55508101868087465">www.webnovel.com/book/bibir-candu-mrs.dealova-candu-bagi-seorang-presdir_16206886306300605/perasaan-cemas_55508101868087465</a> for visiting.

"Asshhh!! apa yang terjadi? bagaimana aku tahu kalau Nona Nita sakit? kalau aku tahu pasti aku tidak akan mengganggunya. Dan sekarang apa yang harus aku lakukan? Johan memintaku pulang sekarang? tapi kenapa sikap Johan tidak seperti biasanya? apa ada sesuatu yang terjadi lagi antara Johan dan Nona Nita?" tanya Bara sambil meremas rambutnya tidak tahu harus berbuat apa.

Setelah beberapa saat berpikir, Bara masuk ke dalam kamar dan membereskan semua pakaiannya.

Sambil menggendong Chelo, Bara memasukkan barang-barangnya ke dalam mobil untuk segera pulang untuk melihat keadaan Dealova.

Dengan kecepatan tinggi Bara menjalankan mobilnya ke arah kotanya. Hampir lima jam perjalanan akhirnya Bara sampai di rumah Johan yang pintunya terbuka.

Kening Bara berkerut melihat pintu rumah Johan yang terbuka.

"Aneh? kenapa pintu rumah terbuka? apa Johan menungguku?" tanya Bara keluar dari mobil sambil menggendong Chelo.

Dengan perasaan aneh, Bara masuk ke dalam rumah.

"Bara? akhirnya kamu datang juga?" tanya Johan dengan tiba-tiba cukup membuat Bara terkejut.

"Kamu memintaku untuk datang. Aku peduli pada kalian berdua." ucap Bara tidak ingin menunjukkan tentang kecemasannya pada Dealova.

"Aku tahu itu, karena itulah aku memintamu datang. Karena saat ini Love tidak ada yang menjaganya. Aku harus ke rumah Ayah karena Ayah juga sakit. Kamu bisa kan menjaga Love dengan baik?" ucap Johan bersiap-siap pergi.

"Tunggu Johan, apa Nona Nita tahu kamu akan pergi ke rumah Ayahmu?" tanya Bara tidak ingin Dealova salah paham padanya.

"Love sedang tidur, aku sudah memberinya obat. Aku tidak tega membangunkannya. Mungkin nanti aku akan menghubunginya." ucap Johan menatap wajah Bara sangat dalam kemudian pergi meninggalkan Bara yang masih berpikir keras dengan banyak pertanyaan di dalam hatinya.

"Johan tunggu!!" panggil Bara berlari keluar setelah sadar dari keterpakuannya.

"Sialan!! kenapa dia begitu cepat-cepat pergi? ada apa sebenarnya? apa terjadi sesuatu lagi antara Johan dan Nona Nita? bukankah mereka berdua akan menikah dalam waktu dekat?" tanya Bara dalam hati tak mengerti dengan sikap aneh Johan padanya.

Tanpa menimbulkan suara, Bara mencari keberadaan Dealova dan menemukannya di salah satu kamar yang agak besar.

Bara melihat Dealova sedang tidur lelap dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Dengan hati-hati Bara menidurkan Chelo di samping Dealova.

"Hem... kalian berdua sangat manis. Seperti Ibu dan anak yang sesungguhnya." ucap Bara membagi selimut Dealova dengan Chelo.

Sambil melihat ke arah Dealova dan Chelo, Bara mondar-mandir di tempatnya memikirkan sikap aneh Johan.

"Apa yang terjadi pada Johan? kenapa dia memintaku untuk menjaga Nona Nita? kenapa pikiranku tidak enak. Saat ini keadaan Johan belum sehat, juga mentalnya baru saja sembuh. Semoga apa yang aku pikirkan tidak terjadi lagi pada Johan." ucap Bara dengan perasaan cemas.

Sudah hampir satu jam Bara mondar-mandir di kamar sesekali duduk melihat keadaan Dealova.

"Demam Nona Nita sepertinya sudah turun. Aku tidak bisa menunggu terus di sini. Sekarang sudah pagi, Chelo harus ke sekolah dan aku juga harus kerja. Sebaiknya aku menghubungi Johan." ucap Bara seraya mengambil ponselnya. Beberapa kali Bara menghubungi Johan namun ponsel Johan sudah tidak aktif.

"Sialan!! kenapa ponsel Johan tidak aktif? apa yang sebenarnya yang terjadi?!!" tanya Bara sambil meremas rambutnya. Hati dan perasaannya sama sekali tidak enak.

"Aku harus membangunkan Nona Nita, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada Johan apalagi jika hal itu terjadi karena salahku yang telah berani menghubungi Nona Nita malam-malam. Aku juga bodoh kenapa masih saja merindukan Nona Nita." ucap Bara dalam hati mengutuk dirinya sendiri sambil menepuk bahu Dealova dengan pelan.


CREATORS' THOUGHTS
NicksCart NicksCart

happy reading kk

tgl 24 pengumuman utk yg mendapat 100 coin. 10 pemenang berhak dpt 100 coin jika dari tgl 1-23 komentar dan PS lebih banyak. jadi aku hitung dari tgl 1-23 komentar+PS yang jarang bolong2

next chapter
Load failed, please RETRY

Gifts

Gift -- Gift Received

    Weekly Power Status

    Rank -- Power Ranking
    Stone -- Power Stone

    Batch unlock chapters

    Table of Contents

    Display Options

    Background

    Font

    Size

    Chapter comments

    Write a review Reading Status: C134
    Fail to post. Please try again
    • Writing Quality
    • Stability of Updates
    • Story Development
    • Character Design
    • World Background

    The total score 0.0

    Review posted successfully! Read more reviews

    Cost Coin to skip ad

    You can get it from the following sources

    1. 1. Daily check-in
    2. 2. Invite friends invite now >
    3. 3. Vote for new stories Vote >
    learn more >
    Vote with Power Stone
    Rank NO.-- Power Ranking
    Stone -- Power Stone
    Report inappropriate content
    error Tip

    Report abuse

    Paragraph comments

    login