Forum Download app Gifts
41.3% cinta si gadis miskin / Chapter 19: TRAGEDI DI RUMAH ZACKY

Read cinta si gadis miskin - Chapter 19 online

Chapter 19: TRAGEDI DI RUMAH ZACKY

Zacky dan Wika masih diruang tamu,mereka masih dengan obrolannya,sampai keributan itu terjadi.....

"Kinan masih kecil Pa,dia gak tau apa-apa,dia hanya ingin melihat Papa dan menyapa."Suara Ajeng terdengar berteriak.

Mendengar hal itu Zacky dan Wika saling berpandangan,kemudian keduanya kompak untuk bangkit dari duduknya dan segera menuju ke asal suara Ajeng.

Di salah satu kamar,Ajeng dan Papanya sedang berdebat,sedangkan Kinan menunjukan wajahnya yang ketakutan.Wika menghampiri Kinan dan segera menggendongnya,dia segera membawa Kinan menjauhi perdebatan dari Mama dan Opanya.

"Ada apa ini?"Suara Zacky yang tenang memisahkan pertikaian Ajeng dan Papanya.

"Kinan masuk ke kamar Papa dan menyapa,tapi Papa mebentaknya samapai Kinan ketakutan".Ajeng menjelaskan sebab perdebatan ini.

Papa Zacky hanya diam,tidak ingin berkata sepatah pun.Zacky menarik tangan Ajeng dan membawanya pergi dari hadapan Papanya."Tidak ada gunanya sekalipun kau berteriak,patung batu tidak mempunyai perasaan."Kata-kata Zacky yang datar sangat menusuk hati Ajeng dan Papanya.

"Perhatikan ucapanmu....jangan kurang ajar sama orang tua,apakah kau tidak di didik oleh Mamamu bagaimana caranya bersikap pada orang tuamu sendiri?"Papa berteriak pada Zacky,amarahnya memenuhi isi rumah,membuat Wika yang tengah menggendong Kinan sangat kaget.Kinan semakin erat memeluk tubuh Wika,sementara itu tante Ambar datang dengan berlari di tengah-tengah keributan itu.Sedangkan Zacky yang mendengar ucapan Papanya menjawab santai"Mamaku tidak pernah sedikitpun untuk tidak mengajari kami untuk bersooan santun terhadap orang lain,kalau bukan karena didikan dari Mama ku,mungkin aku sudah lama melenyapkanmu,sejak lama kau bukan siapa-siapa bagiku,karena cuma orang yang tidak saling mengenal yang memutuskan komunikasinya dan silaturahminya dengan orang lain!"

"Cukup Zacky...."suara tante Ambar yang sendu membuat Zacky dan ajeng tak berdaya,keduanya lalu memeluk Mamanya.

Sementara itu Papa Zacky hanya terdiam mendengar ucapan Zacky,kata-kata Zacky memang tidak sekeras dan sekuat Papanya,namun kata-kata Zacky cukup melukai hati semua orang yang mendengarnya.

Wika masih tak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya.Bagaimana bisa kekuarga saling marah dan berkata kasar seperti itu,apa lagi dudepan anak kecil seperti Kiran.Hanya karena hal sepeleh,Kinan hanya ingin menyapa kakeknya,mungkin Kinan sedang merindukannya.

Mereka pergi dari depan kamar Papa Zacky dan meninggalkannya yang masih berdiri dan teyap diam.

Wika nampak menenangkan Kinan yang masih ketakutan,sedangkan Mama masih dalam pelukan ajeng sambil menangis.Pemandangan ini membuat Wika hampir menangis,jauh didalam hatinya dia bersyukur masih mempunyai keluarga yang sangat harmonis.Walaupun selama ini Wika berfikir Keluarganya sudah bersikap tidak adil pada dirinya.

Zacky tampak merenung,wajahnya berubah jadi murung.Wika datang menghampirinya,dengan Kinan yang masih digendongannya.

"Uncle Zack"Kinan mengulurkan tangannya ingin berpindah ke tubuh Zacky.Zacky menggendong tubuh Kinan yang mungil dan mencium kepala Kinan.Wika menatap Zacky dengan perasaan iba,Zacky membalas tatapannya dengan tersenyum.

Kinan tertidur di gendongan Zacky,Zacky menyerahkannya pada Ajeng.Ajeng pergi meninggalkan Mama dan adiknya bersama Wika di ruang tamu menuju kekamar untuk meletakan Kinan yang sudah terlelap.

Wika berpindah duduk disebelah tante Ambar,kemudian memeluk tante Amber yang masih bersedih.

"Tante...,jangan menangis lagi,semuanya sudah berlalu"Suara Wika yang lembut menenangkan hati tante Ambar.

Pemandangan ini membuat Zacky sedikit lega dan menghembuskan nafasnya dengan panjang.

Ajeng datang saat tante Ambar sudah tenang."Ma ikutlah bersama ku,tinggalah dirumah bersama kami"

"Mama tidak apa apa "tante ambar meyakinkan Ajeng.

"Apakah mama yakin?"Ajeng memastikan keadaan Mamanya.

Tante Ambar hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.

"Aku akan bersiap-siap,setelah Kinan bangun,kami akan pulang kerumah"Ajeng kembali bangkit dan melangkahkan kakinya kembali ke kamar.

"Wika maafkan atas ketidak nyamanannya,harusnya kamu tidak melihat konflik di keluarga ini"wajah tante ambar menunjukan penyesalan yang sangat dalam.

"Tidak apa tante...,Wika bukan orang lain kan?,mulai sekarang kita akan sering bertemu agar tante tidak merasa kesepian".tangan Wika menggenggam tangan tante Ambar.

Zacky tersenyum lega melihat kehangatan yang telah diciptakan Wika.

"Benarkah?"wajah tante Ambar terlihat sumringah,kesedihan yang tadinya terlihat jelas kini sedikit hilang.

Wika mengangguk membalas pertanyaan tante Ambar.

Pukul 3.33 sore....

"Ma....,Ajeng pamit ya".Ajeng menyalami tangan tante Ambar dan menciumi pipinya.

"Kinan salam oma sayang!"Ajeng meminta Kinan dengan suara lembut.

"Oma tidak ikut bersama kita ma?"sambil menyalami tangan omanya Kinan bertanya pada mamanya.

"Nanti oma main kerumah Kinan ya"tante Ambar mencium pipi cucunya yang lucu itu.

"Uncle Zack....jaga oma untuk Kinan ya"!suara Kinan yang lucu membuat semua orang tersenyum.

"Baik sayang...."Zacky segera menyambar tubuh mungil Kinan dan menempatkannya diatas bahunya."Uncle Zack....Kinan suka digendong kakak cantik,kakak cantik harum".Perkataan Kinan membuat Wika tersipu malu.Anak kecil ini seperti malaikat untuk Zacky dan Mamanya.

Setelah berpamitan Ajeng dan Kinan masuk kedalam mobil dan meninggalkan mereka untuk kembali pulang ke rumahnya.

Zacky mengajak Wika dan Mamanya untuk ngobrol di taman,disana ada beberapa kursi dan ayunan besi berbentuk tempat duduk yang saling berhadapan.Mereka duduk diatasnya,dan mengobrol panjang disana.Berangsur-angsur sisa-sisa kesedihan hilang dari wajah tante Ambar.Wika banyak bercerita tentang masa-masa dia tinggal di kampungnya dulu,tentang indahnya pemandangan disawah,dan banyak lagi.

Kehangatan yang dirasakan Zacky dan mamanya ketika mendengar cerita Wika tentang dirinya dulu.

Pukul 4.00.sore....

"Ma....Zacky harus mengantarkan Wika pulang kerumahnya"Zacky menyudahi obrolan seru diantara mereka.

"Baiklah sayang....Wika ingat ya dengan janjinya tadi."tante Ambar mengingatkan Wika.

"Iya tante"Wika menyalami tangan tante Ambar dan mencium pipinya.

Keduanya beranjak dan pergi masuk kedalam mobil,Wika melambaikan tangannya pada tante Ambar.

Didalam mobil menuju rumah Pinkan,sekarang rumah Wika juga....

"Jadi....kamu sudah memafkan mereka?"Zacky membuka obrolannya dengan Wika...

"Iya"Wika menjawab sambil menganggukan kepalanya.

"Bagus."tangan Zacky membelai rambut Wika.


next chapter
Load failed, please RETRY

Privileged

More Privileged Chapters

Download the app and become a privileged reader today! Come take a sneak peek at our author's stockpiled chapters!

Download

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C19
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews
Send Gifts
Gifted
Thank you for your generous gift.

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login
Report inappropriate content
error Tip

Get More Coins

Please switch to the pop-up to complete the payment.

Earn Rewards Earn Rewards

Earn rewards

by completing the missions

Complete daily missions to get rewards.

Learn more about the rules
  • 1. Reward frequency has been adjusted! Receive a reward once you complete two minutes of reading!
  • 2. Rewards adjusted! Earn points reading to exchange for Amazon Gift Cards! Coins that never expire! More rewards to come!(The above rewards are only available on the app.)

This's an experimental test for reading assistance in case.

We highly recommend you to enjoy the beauty of the original words.