Forum Download app Gifts
11.62% Doomsday Pillars (Indonesia) / Chapter 37: Pembisik Tumbuhan

Pembisik Tumbuhan - Doomsday Pillars (Indonesia) - Chapter 37 by Avan full book limited free

Chapter 37: Pembisik Tumbuhan

Di perjalanan dari Kota Teluk ke markas utama, ada beberapa truk terlihat penuh berisi orang. Geng Ular Hitam yang dipimpin oleh Jerry, platon Aria dipimpin oleh Kapten Donnie dan Komando Katak dipimpin oleh Letnan Russel. Alex mengendarai satu mobil, istrinya ikut dengannya, namun Cindy dan Aria juga masuk di mobil yang sama. Sepertinya, mereka sudah tidak mau berada dalam satu mobil dengan Hendrik.

Alex mencoba bercakap-cakap dengan istrinya namun kedua wanita ini mengikutinya. Suasana di dalam mobil agak sedikit canggung, namun Cindy berhasil menyelamatkan situasi…

"Kak Devita, kamu sudah punya dua anak tapi kamu masih kelihatan cantik dan muda. Apa rahasianya?"

Devita hanya tersenyum dan menjawab, "Jadi bagaimana kalian berdua bertemu Alex? Bagaimana ceritanya?"

"Saya asisten profesor John, universitas Harvard. Kami bertemu di Amerika beberapa hari yang lalu. Alex datang untuk meyakinkan Profesor mengenai Akhir Jaman yang akan datang"

Devita bingung, " Bukan sebaliknya? Aku pikir Alex menyebutkan bahwa penelitian profesor yang mendorong dimulainya proyek ini"

Alex terkejut. Istrinya memang pintar, seperti pepatah (dibalik setiap pria sukses selalu ada wanita yang hebat. Namun di setiap kegagalan pria, itu adalah kesalahan pria itu sendiri)

Alex berusaha tenang dan menjawab pertanyaan "Penelitian profesor adalah satu dari bukti, dan lebih meyakinkan menggunakan nama profesor dibanding namaku. selain bukti dari Professor John, pihak militer juga memiliki bukti - bukti yang lain" Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/doomsday-pillars-(indonesia)_14156110505505805/pembisik-tumbuhan_39805904891215782">www.webnovel.com/book/doomsday-pillars-(indonesia)_14156110505505805/pembisik-tumbuhan_39805904891215782</a> for visiting.

Alex merasa jawabanya cukup logis, sepertinya ini cukup untuk meyakinkan istrinya, namun

Aria menambahkan, "Aku dengar kamu juga yang meyakinkan militer mengenai temuanmu"

Alex "…"

Alex mulai sedikit panik...

"Sebenarnya sedikit lebih rumit daripada itu. Beberapa dari temuan ini adalah rahasia besar, sehingga tidak semua dapat diceritakan"

Situasi menjadi lebih canggung. Ketiga wanita ini semuanya sangat cerdas. Saat ini, mereka seperti segerombolan serigala siap melahap setiap penjelasan Alex. Untuk membela dirinya, Alex pikir lebih baik untuk tidak menjelaskan lebih detail. Lebih sedikit berbicara, lebih sedikit kesalahan.

Devita menatap Aria dan bertanya, "Jadi bagaimana denganmu, Aria? Aku dengar kamu adalah seorang letnan pasukan khusus, benar?"

Aria: "Ya, benar. Namun saat ini posisi saya adalah pengawal pribadi Alex"

"…"

Devita memberikan tatapan aneh pada Alex, "Wow.. kok bisa? bagaimana ceritanya?"

Aria dengan lugu mengatakan, "Dia memenangkanku dari pertaruhan"

"…"

"..."

Semua tiba - tiba terhening seribu bahasa, kecanggungan telah mencapai tahap maksimum, Alex tidak punya ide lagi untuk menanggapinya... Alex melihat kedepan dan untunglah jawaban ada didepan matanya.

"YA!!! Kita sudah sampai. Kita dapat berbicara lagi nanti"

Setelah dua jam perjalanan, kelompok ini akhirnya tiba di markas utama. Lebih dari 7000 pekerja sedang bekerja di sana. Tony telah meminta lebih banyak orang untuk menyelesaikan tenggat waktu yang mustahil.

Pagar dinding batu adalah prioritasnya, tinggi 4 meter, Panjang 13 km berbentuk segi empat. Sekarang ini, hanya sekitar 8 km selesai. Lapisan kedua, tanggul batu belum sampai 50% selesai. Namun keempat gerbang telah terlihat bentuknya. Pembukaan lading lebih dari 200 hektar hampir selesai. 100 hektar dalam markas utama dan 100 hektar lainnya di luar. Alex tidak yakin tembok dapat selesai pada permulaan Akhir Jaman, namun tidak ada gunanya menyewa lebih banyak orang saat ini.

Di bagian luar tembok, pada bagian timur hingga utara bersebelahan dengan sungai Tukad, 1000 petani mempersiapkan ladang. Dari menggemburkan tanah hingga menanam benih dan memberi pupuk. Benih utama yang menjadi pilihan terutama adalah kentang dan ubi. Alasan utamanya adalah karena bergizi, kentang berukuran sedang mengandung kurang lebih 42 gram vitamin C. Kentang juga mengandung mineral, seperti kalsium, magnesium, fosfor dan kalium. Kedua, tanaman ini hanya butuh irigasi minimal. Ketiga, tanaman ini mudah dipanen. Dan terakhir, tanaman ini hanya memerlukan 10 minggu untuk tumbuh. Benih sempurna untuk mngahadapi Akhir Jaman.

Untuk Irigasi, petani petani masih menghubungkannya dengan sungai secara perlahan. Alex memerintahkan pembuatan tanki air dekat ladang dan di dalam dinding untuk menampung air hujan. Setengah lusin dari Menara pengintai tiga lantai juga sudah selesai.

Di dalam markas, situasi terihat lebih sibuk lagi. Pekerja-pekerja saat ini membangun hanggar- hanggar. Dari 100 hanggar yang mereka targetkan, hanya 40 yang telah selesai. Untungnya, hanggar berukuran besar yang akan digunakan untuk taman botanik dalam ruangan, dan ruang persediaan telah selesai. Juga, satu dari fasilitas penelitian medis baru saja selesai. Pas bertepatan dengan praktisi medis dan peneliti yang sudah siap pindah kesini hari ini.

Kelompok ini sampai ke dalam markas. Tony mulai memandu mereka ke hanggar yang telah siap sehingga mereka dapat pindah. Anggar yang paling kecil akan menjadi barak tentara dan rumah sipil, masing- masing dapat menampung hingga 500 orang. Jadi saat ini hanya 1 hanggar yang diperlukan untuk tentara, sementara 15 lainnya digunakan oleh penduduk dan pekerja.

Alex berkeliling mengawasi kondisi sekitar dan perkembangan mereka. Yang paling sibuk, tentu saja adalah pabrik besi, bekerja 24 jam mempersiapkan bahan yang dibutuhkan untuk membangun hanggar. Yang berikutnya adalah kebun botani. Ladang di luar markas lebih untuk solusi jangka Panjang, sedangkan kebun botani dalam ruangan adalah solusi jangka pendek. Ini juga adalah satu satunya solusi bila ladang di luar tembok menjadi terlalu berbahaya. Taman dalam ruangan umumnya terdiri dari tanaman hidroponik namun ada juga beberapa tanaman lain untuk tujuan berbeda.

Alex melihat orang orang bekerja di area taman, dia mengawasi wajah mereka dan akhirnya menemukan seseorang yang ia cari. Wanita berusia kurang lebih 40 tahun, Jane, si pembisik tumbuhan. Dia ada di dalam daftar orang yang Alex minta carikan di Bali. Jane adalah seorang botanist sehingga Rina bagian personalia langsung menindak lanjuti dengan memperkerjakannya sebagai bagian dari proyek kebun botani ini.

Jane adalah seorang wanita sederhana, tidak menikah dan sangat tertarik akan semua hal mengenai tanaman. Di kehidupan terdahulunya, dia adalah salah seorang yang selamat di Bali dan seorang spirit enhancer elemen bumi. Alex tidak mengenalnya dengan baik, namun bahkan sebelum Akhir Jaman, Jane telah dikenal sebagai Si pembisik tumbuhan oleh masyarakat lokal Bali.

Banyak botanist yang menyatakan diri mereka sebagai pembisik tanaman, namun hanya sedikit dari mereka yang asli. Tipe botanist seperti ini mampu menyelaraskan dirinya dengan energi vibrasi dari tanaman. Mereka dapat merasakan apabila ada sesuatu yang salah atau sesuatu terjadi pada kebun mereka sama seperti tumbuhan berkomunikasi dengan tanaman lain. Artinya bila seseorang adalah pembisik tumbuhan mereka dapat menjadi bagian dari komunitas tanaman.

Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa tanaman tumbuh dalam komunitas. Apabila ancaman atau Bahaya muncul, misalnya serbuan ulat bulu, peringatan akan dikirimkan melalui jaringan akar atau signal dalam tanah kepada tumbuhan lain untuk mempertebal produksi kimia dan energi untuk menangkal hama. Ilmu pengetahuan juga telah membuktikan bahwa ketika insekta mengigit daun tumbuhan, tamanan akan meningkatkan kadar kimia dalam daun untuk mengubah rasanya. Biasanya, insekta akan pindah ke daun lainnya. Jane sebagai spirit enhancer elemen bumi, menunjukkan bahwa ia dapat merasakan tanaman dengan sensitivitas tinggi, hal ini membuatnya menjadi botanis terbaik. Untuk Alex, Jane mungkin bukanlah seorang petarung, namun dia tetap aset penting untuk markas ini.

Alex membicarakan rencana untuk taman dalam ruangan dengan Jane. Dia mencetuskan ide untuk mengkombinasi hidroponik dengan akuaponik. Ide dasarnya adalah menggunakan kotoran ikan untuk menyediakan nutrisi pada tanaman air terdekat. Hal ini akan membuat markas dapat memelihara tanaman dan ikan secara bersamaan.

Akhirnya seorang Spirit enhancer lagi di markasnya, spirit enhancer ketiga. Alex begitu senangya sampai seluruh kekhawatiran mengenai dinding yang belum selesai hilang. Sekarang waktunya untuk mengurus angkatan darat, angkatan laut dan para anggota geng ular hitam.


CREATORS' THOUGHTS
Avan Avan

Volume 1 ini memang cerita sebelum kiamat datang. 10 chapter lagi volume 1 akan selesai dan langsung memasuki detik kiamat datang. ikuti terus ceritanya.

Jangan lupa ya power votenya. terimakasih

next chapter
Load failed, please RETRY

Gifts

Gift -- Gift Received

    Weekly Power Status

    Rank -- Power Ranking
    Stone -- Power Stone

    Batch unlock chapters

    Table of Contents

    Display Options

    Background

    Font

    Size

    Chapter comments

    Write a review Reading Status: C37
    Fail to post. Please try again
    • Writing Quality
    • Stability of Updates
    • Story Development
    • Character Design
    • World Background

    The total score 0.0

    Review posted successfully! Read more reviews

    Cost Coin to skip ad

    You can get it from the following sources

    1. 1. Daily check-in
    2. 2. Invite friends invite now >
    3. 3. Vote for new stories Vote >
    learn more >
    Vote with Power Stone
    Rank NO.-- Power Ranking
    Stone -- Power Stone
    Report inappropriate content
    error Tip

    Report abuse

    Paragraph comments

    login