Forum Download app Gifts
100% EVELYN sang penakluk kejahatan / Chapter 8: Bukan akhir dari segalanya

Bukan akhir dari segalanya - EVELYN sang penakluk kejahatan - Chapter 8 by GeloraRasa full book limited free

Chapter 8: Bukan akhir dari segalanya

Evelyn tengah berbaring di tempat tidurnya. Nafasnya begitu terlihat ketika buah dadanya membusung menghela nafas dan buah dada besar miliknya kembali turun menghembuskan wangi nafasnya.

Celana pendeknya sedikit melorot tertarik oleh gerakannya sendiri ketika merubah posisi tidurnya.

Sang bunglon tengah melumat bibir ranumnya dan menyalurkan racun di mulut Evelyn.

"Emmmhh" ringik Evelyn.

Evelyn kini tengah terperdaya dalam jerat monster bunglon, dan tak menyadari bahwa sang monster bunglon sudah kembali ke wujud aslinya yang sangat jelek dan menjijikan.

Lidah hijaunya menjulur panjang meneteskan liur yang beraroma tajam tak sedap. Bentuk tubuh yang tinggi dan bongkok terdapat benjolan benjolan aneh di beberapa titik tubuhnya.

Sang monster hendak menjelajahi setiap inci tubuh dengan lidah hijaunya.

Ia membuka kaos ungu ketat Evelyn,

Tampaklah payudara sintal dan hangat.

Tangan kotornya memainkan kedua puting merah muda milik Evelyn.

Lidahnya tengah menjilati wajah, muka cantiknya dan ketiak mulusnya.

Evelyn sesekali menelan ludahnya sendiri menahan rasa geli di ketiak mulusnya yang tengah di jilat-jilat oleh lidah hijau sang bunglon.

Kini sang bunglon tengah menyusu di puting kirinya, tangan kanannya meremas dan memelintir puting kanan sang superhero yang tengah terangsang.

Sedang Mata Evelyn tetap terpejam menikmati rangsangan dari sang monster bunglon.

Lidah sang monster kini menyusur ke bagian perut Evelyn yang tak bisa diam,

Lidah itu melumat dan menusuk nusuk di pusar Evelyn.

Evelyn mengejang tubuhnya terangkat tak kuasa menahan rangsangan di pusarnya.

Lidah nakal sang monster terus bergerak ke arah selangkangannya, menggelitik selangkangannya yang putih agak kecoklatan. 

bulu halus kemaluan Evelyn yang menengok sedikit dari celana dalamnya ikut terbasahi oleh liur monster itu.

Sang monster bunglon membuka cd milik Evelyn.

Evelyn berada dalam posisi menungging kedua pahanya di atas kasur.

Monster itu kembali menggunakan lidahnya, ia menjilati pantat sintal padat Evelyn.

Tangannya memegang bagian pantat bawahnya lalu ia bukakan belahan pantat itu, dengan jelas nampak lubang anus Evelyn yang kembang kempis berwarna coklat.

Tanpa ragu ia menjilati lubang anusnya,

Evelyn nampak keenakan dengan aksinya.

"Emmmm.. uhhh.. enak sayang"

Lidah itu ia tusukkan ke dalamnya.

"Ahhh... Ugghh" ucap Evelyn.

Lubang anusnya kini tengah basah kuyup oleh liur monster bunglon.

Kini sang bunglon yang ingin di layani oleh Evelyn.

Ia berdiri di depan Evelyn yang masih menungging, di sodorkanlah batang kejantanannya ke muka Evelyn.

Evelyn sedikit kaget matanya terbelalak bulat melihat alat kelamin yang panjang dan besar, sebesar alat kelamin kuda.

Evelyn memegang batang kejantanan itu, ujungnya ia jilati lembut dengan lidah mungil nan hangat.

Ia mainkan lidahnya di ujung kejantanan monster itu, tampak benda yang di pegangnya semakin menegang otot-ototnya sangat jelas terlihat.

Ia pun mengulum benda hitam mengkilat itu, menarik ulur di mulut mungilnya. Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/evelyn-sang-penakluk-kejahatan_20666989305542805/bukan-akhir-dari-segalanya_55524744597925083">www.webnovel.com/book/evelyn-sang-penakluk-kejahatan_20666989305542805/bukan-akhir-dari-segalanya_55524744597925083</a> for visiting.

Karena ukuran benda itu yang terlalu besar dari ukuran manusia normal pada umumnya, mulut Evelyn tengah sesak dan kesulitan untuk memasuk keluarkan seluruh bagiannya hanya ujungnya saja yang lancar masuk keluarnya.

Tapi monster itu memaksa, ia menekan kepala Evelyn dengan tangan besarnya.

Ia memaju mundurkan badannya sehingga alat kelaminnya bergerak memaksa masuk seluruhnya ke mulut Evelyn.

"Khwookk,, " bunyi yang keluar dari mulut Evelyn kesesakan.

Evelyn merasakan benda itu tengah menerobos rongga mulutnya  dan menyentuh tenggorokannya.

Benda itu semakin memaksa masuk ke lebih dalam.

Dan nampak dari luar leher Evelyn kemasukan benda yang membuat lehernya menonjol.

Monster itu pun mendorong dan menarik kejantanannya berulang kali.

"Rwokk..rwokk.." benda itu berbenturan dengan dinding rongga mulutnya.

Sangat kasian sekali melihat wajah Evelyn yang tampak tersiksa dengan aksi ini. Wajahnya memerah kesulitan bernafas, untung saja ia wanita super ia masih bisa bertahan dengan keadaan ini.

Monster bunglon itu semakin mempercepat goyangannya,

Kejantanannya sudah berdenyut denyut di tenggorokannya.

Ia pun menghentakkan pinggulnya sekeras mungkin, kejantanan itu semakin masuk lebih dalam lagi.

Ia menahan kejantanannya berada di tenggorokan Evelyn lebih dalam lalu kejantanan itu memancarkan puncak kenikmatan yang ia tunggu.

Seluruh sperma yang keluar, masuk seluruhnya di rongga mulut Evelyn.

Wajah Evelyn sudah membiru menahan nafas dan menelan sperma kental yang memenuhi rongga mulutnya.

Sang monster segera mencabut batang kemaluannya.

Ketika benda itu keluar, seketika itu pula Evelyn memuntahkan sperma yang di paksakan untuk masuk ke dalam.

"Uhuk..uhukk"

Batuk di sertai nafas yang tersengal-sengal melanda Evelyn.

Badannya pun lunglai terkulai di atas kasur dengan posisi telungkup menungging.

Sang monster bunglon menancapkan alat kelaminnya yang di penuhi liur Evelyn ke lubang anus Evelyn.

Sangat susah sekali menembus masuk ke lubang itu.

Karena memang lubangnya masih kecil, dan Evelyn mengatupkan lubang anus.

Monster itu mengolesi lubang anus Evelyn dengan liur mulutnya sampai basah kuyup. Ia kembali memposisikan ujung kejantanannya di lubang anus.

"Slleepppbb...!!!!

Ia lesakkan sekaligus kejantanannya menembus masuk ke dalam lubang anus Evelyn yang sangat sempit, benda itu baru setengah masuk.

Evelyn menjerit kesakitan,

"Aaaaahhhhh.."

Wajahnya memerah menahan sakit di anusnya, air matanya pun sampai terurai.

Dari lubangnya menetes sedikit darah.

Sang monster belum puas dengan siksaannya. Ia memegang erat pinggul Evelyn dan sekuat tenaga ia dorong kejantanannya dan menarik pinggul Evelyn agar bisa lebih dalam.

"Ugghh... Emmmhh,, " pekiknya.

Badan Evelyn mengejang menahan sakit.

Rasa sakit yang dideranya ternyata mampu mengembalikan kesadaran Evelyn. 

Ia melihat cermin di depannya, 

Nampak bayangan dirinya tengah di sodomi oleh monster mengerikan.

Ingin sekali ia melepaskan cengkraman monster itu yang tengah menikmati kemolekan tubuhnya.

Ia menunggu saat yang tepat di saat monster itu lengah.

Monster itu pun mulai menggenjot lubang anus Evelyn.

"Ahh.. ahh.. sshh.." ronta Evelyn merasakan persetubuhan yang menyakitkan.

Ketika batang kejantanannya keluar, nampak darah dari luka lecet pada anus Evelyn.

"Emmhh . . Aww.. sakit sekali rasanya" jeritnya dalam hati.

Tak berselang lama. Monster itu mencapai puncak kenikmatannya.

Spermanya tumpah ruah di dalam lubang anus Evelyn.

Ia pun mencabut batang kemaluannya, meluber dari lubang anus Evelyn sperma bercampur darahnya.

Monster itu pun merasa kelelahan dan ia terbaring di atas kasur.

Evelyn mencoba bangkit berdiri, walaupun sperma bercampur darah tengah mengalir dari lubang anusnya menjalar melewati paha putihnya.

Ia berhasil berdiri tegak, lalu mengeluarkan kekuatan supernya.

Ia berubah dan berpakaian superheronya.

Evelyn menghampiri monster bunglon yang tengah tertidur.

Ia mengeluarkan pukulan mautnya.

Tangan kanannya memancarkan cahaya putih menyilaukan mata.

Hingga membuat si monster terbangun.

Dengan murkanya Evelyn mengerahkan seluruh kekuatannya, menghunuskan pukulan mautnya ke wajah sang monster yang tak bisa berkutik dan menghindari serangannya.

"Braakkk..." Monster itu terbelah dua dari ujung kepala sampai bawah.

Lalu menghilang menjadi butiran debu.

 .

Pigo mengetahui bahwa anak buahnya kembali tewas di tangan Evelyn.

Ia langsung mengirimkan monster lalat sebagai utusannya untuk menemui Evelyn.

Tak berselang lama utusan itu sampai di tempat Evelyn.

Lalat itu memberikan sambungan hologram dari matanya yang memancar cahaya.

Muncul sosok Pigo dengan beberapa anak buahnya yang sedang menodongkan pisau di leher sang putri sapphire yang hanya memakai pakaian dalam saja. Tangannya tengah menelisik di balik cd putri sapphire.

Sedangkan pandangannya kearah depan.

"Putri,, putri sapphire maafkan aku"

"Hahaha, kau pikir kau sudah menang?, Lihatlah nona apa yang akan terjadi."

Pigo dan anak buahnya mengeluarkan kekuatannya ke arah pintu gerbang antar dimensi. Alat itu pun berfungsi dan membuka gerbang ke dimensi para monster. Satu persatu mereka masuk ke gerbang itu dan mereka pun turut serta membawa putri sapphire ke dimensi mereka.

...

Selesai.. 

...

Berlanjut ke volume ll ya, tapi jangan lupa untuk follow agar tak ketinggalan update kami selanjutnya.

Dan jangan lupa juga untuk terus memberikan dukungan pada author agar lebih semangat menghasilkan karya karya berikut nya.

Salam hangat dari kami,

Sampai bertemu di kisah Evelyn volume ll. Di tunggu ya 😘😘


next chapter
Load failed, please RETRY

New chapter is coming soon Write a review

Weekly Power Status

Rank -- Power Ranking
Stone -- Power Stone

Batch unlock chapters

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C8
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login