Forum Download app Gifts
12.5% EVELYN sang penakluk kejahatan / Chapter 1: Kejahatan di kota

Kejahatan di kota - EVELYN sang penakluk kejahatan - Chapter 1 by GeloraRasa full book limited free

EVELYN sang penakluk kejahatan EVELYN sang penakluk kejahatan original

EVELYN sang penakluk kejahatan

Author: GeloraRasa

© Webnovel

Chapter 1: Kejahatan di kota

Evelyn,

Di negeri yang semakin carut marut dengan kekacauan.

Kejahatan , pemerkosaan, dan penindasan makin merajalela.

Ini semua di mulai ketika makhluk jahat yang ingin menguasai bumi berhasil menembus dimensi kita. Mereka menghalalkan segala cara agar tercapai tujuannya. Bahkan beberapa diantaranya bekerja sama dengan monster dan makhluk jahat lainnya dari dunia lain yang sengaja mereka panggil melalui portal dimensi.

Namun di setiap kekacauan, pasti selalu ada pihak2 baik yang membela kaum yang tertindas.

Inilah kisah nya.

#########

Beberapa penjahat tengah merampok di sebuah toko penjual perhiasan.

Mereka tengah memasukkan hasil curiannya kedalam karung.

Tangan kanannya mengarahkan pistol ke penjaga toko.

"Ayo.. keluarkan semua perhiasannya,...!!!" Bentak si penjahat.

Dengan gemetar di penjaga mengeluarkan sisa-sisa perhiasan yang ada di bawah lemari.

"Ini tuan sudah tidak ada lagi" lirih si penjaga ketakutan.

Dengan sesegera mungkin mereka mengemasi barang-barang tersebut dan bersiap untuk pergi namun di depan pintu muncul sesosok wanita, melompat kearah mereka.

"Tidak semudah itu kalian bisa pergi"

Hardik si wanita.

"Hey siapa lo? " Sahut pimpinan mereka.

Semua mata yang ada di sana tertuju pada sosok wanita yang entah dari mana datangnya.

Ia mengenakan topeng merah yang hanya menutupi sekitar mata dan atas hidungnya. Baju pink dominan putih nya sangat ketat menutupi setengah dada hingga pusar, belahan dan sebagian buah dadanya yang putih licin berkeringat nampak jelas seperti ingin loncat dari tempatnya.

Hotpants putihnya hampir menyerupai CD. Keindahan dan kelembutan paha mulusnya bisa di lihat semua mata yang sedang tertuju padanya.

"Letakkan kembali barang-barang kalian"

Pinta wanita itu.

"Nona mau jadi pahlawan, udah mendingan layanin kita aja nanti setengah dari barang ini buat kamu, haha"? Ejek si penjahat dengan tertawa lepas.

"Dasar manusia bajingan,. Rasakan ini."

Si wanita itu melompat lalu menendang pimpinan mereka tepat di mukanya,

Ia tersungkur jauh kebelakang, mulutnya mengucurkan darah lalu tergeletak pingsan.

"Bos, bos.. teriak anak-anak buahnya"

Namun bosnya tak kunjung bangun.

"Wanita sialan" ucap anak buahnya yang membawa pistol. Ia segera menembak pistolnya bertubi tubi ke wanita itu.

Wanita itu dengan sangat cepat bergerak menghindari semua tembakan yang di tujukan padanya.

Penjahat itu seolah tak percaya, ada manusia bisa menghindari tembakan dari sebuah pistol.

Hingga pelurunya habis pula.

Sekejap mata wanita itu sudah ada di depan hidung sang penembak.

Tangan kanannya memukul bahu di susul tendangan ke arah perut si penjahat.

Tak kuasa penjahat menahan serangan dari wanita itu hingga ia pun jatuh kesakitan.

Lima penjahat lainnya maju bersamaan hendak mengeroyok si wanita, pertempuran sengit yang tak seimbang pun terjadi.

Di tengah perkelahian itu, pimpinan penjahat tengah tersadar dari pingsannya, mengeluarkan pistol dari balik jaketnya. Ia mendekati seorang anak kecil yang sedang ketakutan di pelukan ibunya. Dengan memaksa ia merebut anak itu untuk di jadikan sandera.

"Hey kau, jangan jadi so pahlawan atau ku ledakan kepala anak ini.!!" Teriak pimpinan perampok sembari memasukkan ujung moncong pistolnya ke mulut sang anak.

Ibunya memelas,

"Jangan, tuan jangan apa-apa kan anak ku"

Si wanita itu berhasil melumpuhkan 5 orang yang mengeroyoknya hingga mereka tersungkur di lantai.

Pandangannya tertuju ke arah si pimpinan perampok yang sedang menyandera seorang anak kecil.

"Gw peringatin , sekali lagi kau berulah ku pecahkan kepala anak ini."

"Dasar bajingan tengik licik," gumam wanita itu.

"Angkat tanganmu ke atas dan jangan mencoba bergerak" perintah si perampok.

Sang wanita menuruti perintah si perampok itu dengan terpaksa.

Ia mengangkat kedua tangannya ke atas.

Memandang si pimpinan perampok dengan mata sinisnya.

Pimpinan itu menyuruh anak buahnya yang sudah kembali bangun untuk segera pergi meninggalkan tempat ini, juga turut serta membawa si wanita yang menghalangi aksi mereka.

"Bawa si wanita itu pula"

"Tapi bos, nanti dia.." belum selesai anak buahnya bicara pimpinannya sudah mengerti apa yang akan di sampaikan anak buahnya.

"Beri dia (obat bius)"

Salah satu anak buahnya mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tasnya, isi kotak itu adalah beberapa suntikan obat bius dan obat perangsang.

4 anak buahnya mendekati kotak itu dan meraih satu batang suntikan masing-masing satu.

Mereka menghampiri si wanita yang tengah berdiri mengangkat kedua tangannya di udara.

Dua orang menyuntikkan obat bius itu ke ketiak kiri dan kanan, dua orang lagi menyuntikkan di ujung pangkal paha kiri dan kanan pula.

Kurang dari satu menit, suntikan itu langsung bekerja. Si wanita itu tersungkur ke lantai tak sadarkan diri.

Mereka pun membawa hasil rampokan dan wanita itu kedalam mobil hendak ke markasnya.

,,,,,,

Sampailah mereka di satu gedung kosong yang di jadikan markas para perampok.

Beberapa diantaranya tengah asyik berbincang bincang sembari menenggak minuman keras.

Sedangkan si wanita malang tadi baru tersadar dari efek biusan yang di suntikan padanya.

Perlahan ia membuka mata,ia mencoba menjernihkan semua indera nya terdengar gemuruh tawa para penjahat.

Ia terbaring telentang di atas meja dengan ikatan besi di tangan kanan dan kirinya, begitu pula dengan kakinya sama terikat.

Ia mencoba menggunakan kekuatan super yang ia miliki tapi tak bisa, sumber kekuatan yang ia miliki berupa dua gelang bermata safir berada di atas perhiasan curian sudut ruangan.

Pimpinan pencuri itu mulai menyadari bahwa wanita itu sudah sadar, ia pun mendekatinya.

Ia memandang si wanita dengan penuh birahi.

"Haha.. jadi pahlawan kita sudah sadar rupanya." Ejek si pimpinan pencuri yang bernama Muso. Wajahnya hitam garang, gigi depannya ompong akibat tendangan keras dari si wanita yang ia pandang.

Muso seperti tak berkedip melihat setiap inci tubuh si wanita,

Dengan pakaian yang sangat sexi dan ketat, payudaranya yang padat berisi terlihat kembang kempis oleh irama nafasnya.

Ia mengeluarkan sebilah pisau menunjukkannya di depan hidung si wanita.

" Baiklah wanita super, siapa namamu atau pisau ini menembus lehermu ini." Bisik Muso sembari menaruh ujung pisaunya di leher wanita.

Dengan nada perlahan ia menyebutkan namanya.

"Evelyn".

"Evelyn,,haha. Baiklah mari kita bersenang-senang."

Muso memegang dagu Evelyn,

Dengan penuh kebencian Evelyn memalingkan wajahnya.

Muso meremas payudara Evelyn yang masih terbalut pakaian ketatnya.

"Arghh..!!" Respon Evelyn ketika buah dadanya di comot begitu saja.

Bibir hitam yang beraroma alkohol memaksakan untuk berciuman dengan bibir Evelyn yang merah lembut dan hangat.

Evelyn berusaha menolak ciumannya.

"Ternyata kau masih jual mahal baiklah kita gunakan cara kasar"

Muso menampar Evelyn dengan keras,

"Plakk...!!!"

rambut panjang Evelyn menutupi pipinya yang barusan di tampar.

Muso memanggil para anak buahnya,

Mereka pun segera datang.

"Ayo kita kasih wanita ini hadiah spesial, haha"

Anak buahnya ikut menyicipi kemolekan tubuh Evelyn.

Mereka sangat bernafsu yang menggebu-gebu.

Di robek lah dengan paksa baju Evelyn, terlihat dua buah payudara membusung besar namun masih kenyal, putingnya coklat kemerah-merahan.

Tanpa basa-basi di remas-remaslah payudara itu dengan kuat kuat tanpa aturan.

"Hsss,, argh.." respon Evelyn payudara nya yang sedang di remas.

Lalu di jilatinya hingga seluruh permukaan payudara Evelyn licin oleh liur penjahat durjana.

Putingnya yang agak kecil di sedot pula, sembari di remas.

Anak buahnya yang lain, tengah asyik menjilat jilat ketiak Evelyn yang mulus tanpa bulu. Membuat Evelyn kegelian, hingga tubuhnya tak dapat berdiam. Tubuhnya meronta kekiri dan kekanan.

"Arrrghh.. urrgghh.." nafasnya mulai tersengal sengal menerima, jilatan di ketiak dan payudaranya.

Sedangkan Muso dari balik hotpants putih yang di kenakan Evelyn merogohkan tangannya, meraba raba permukaan bibir v*g*n* Evelyn.

Tampa ia agak kesusahan untuk melakukan aksinya, ia pun merobek-robek hotpants nya, sehingga nampak sumber kenikmatan birahi Evelyn.

V*g*nanya nampak memerah agak menyembul, aromanya khas menambah gairah siapa saja yang menyium aromanya.

Di dekatkan nya wajah Muso ke sumber kenikmatan itu.

Ia menjulurkan lidahnya tepat di belahan lubang kenikmatan Evelyn.

Lidahnya terasa menyentuh sesuatu sebesar biji jagung.

Ia tempelkan lidahnya di biji kenikmatan itu.

Nampak raut wajah Evelyn menahan kenikmatan, tangan Evelyn mencengkeram erat besi yang mengikat tangannya.

Muso berulang ulang terus menjilati bagian lubang kenikmatan Evelyn.

Evelyn nampak tak kuasa menahan rangsangan kenikmatan yang diterimanya.

Tubuhnya mulai mengejang, pinggulnya sedikit terangkat. Tak tertahankan lagi, mulutnya berteriak.

"Aaaaarrrggghhh..." Lirihnya kenikmatan,

"Hehe, enakan" ejek Muso.

Muso memasukan jari tengahnya ke kemaluan Evelyn yang basah oleh liurnya, lalu mengobel ngobelnya dengan cepat. Tampak raut wajah Evelyn memejam sembari menggigit tipis bibirnya seperti menahan sesuatu.

Muso kembali tak henti hentinya mengocok dan mengobel lubang kenikmatan Evelyn, bahkan sekarang ia memasukkan tiga jarinya sekaligus.

Evelyn sudah tak berdaya atas perlakuan yang di terimanya, ia pun menjerit panjang.

"Aaaaarrrggghhh.. ummmhh" nafasnya tersengal, lubang kemaluannya mengeluarkan cairan kenikmatan yang membasahi telapak tangan Muso. Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/evelyn-sang-penakluk-kejahatan_20666989305542805/kejahatan-di-kota_55477570807841269">www.webnovel.com/book/evelyn-sang-penakluk-kejahatan_20666989305542805/kejahatan-di-kota_55477570807841269</a> for visiting.

"Haha . Nih lihat ini" Muso mengelapkan tangannya yang di lumuri cairan orgasme Evelyn tepat ke wajah Evelyn.

Kocokkan dan kobelan Muso di kemaluannya terus berangsur agak lama kurang lebih 1 jam ia lakukan.

Evelyn terus di paksa orgasme , hingga ia hampir pingsan di buatnya.

Evelyn nampak lemas tak berdaya, seluruh tubuhnya bermandikan keringat bercampur cairan orgasme.

Ia tergeletak telentang di atas meja panjang.

Muso menghentikan aksinya, dan menyuruh anak buahnya untuk membuka semua ikatan Evelyn.

"Gw dulu, baru kalian." Ucap Muso pada anak buahnya.

Anak anak buahnya agak menjauh dari meja, untuk memberi bos nya kesempatan pertama menikmati Evelyn.

Muso segera membuka seluruh pakaian yang melekat pada dirinya.

Batang kejantanannya sudah tegak, keras panjang hitam siap untuk menggempur.

Ia memposisikan Evelyn di ujung meja di depannya sehingga Muso bisa sambil berdiri untuk menikmati Evelyn.

Tumit Evelyn yang terangkat untuk menutupi area intimnya ia bukakan dan ia tahan.

Evelyn kini tengah mengangkang, sangat jelas di mata Muso kemaluan Evelyn yang basah menganga memperlihatkan klitorisnya.

Muso segera memasukkan ujung penis ke lubang kenikmatan Evelyn.

"Emmhh.." Evelyn sedikit mengerang.

Baru setengah berhasil masuk, Evelyn memang tidak perawan tapi masih agak sempit.

Muso sedikit memaju mundur kan pinggulnya mengambil ancang-ancang.

Dengan sekuat tenaga Muso melesakkan seluruh batangnya untuk masuk kedalam.

"Heuugg..!!" Mata Evelyn terbelalak, kerasa dinding rahimnya di tubruk oleh penis Muso secara kuat kuat.

Meski agak sempit tapi licin, membuat Muso terasa kenikmatan.

Ia memaju mundurkan pinggulnya membuat irama tak beraturan.

Di genjotnya vagina merah basah itu oleh penis Hitam, kulit vagina Evelyn mengikuti irama keluar masuknya penis, ketika masuk kulit vagina luar itu seperti hendak terbawa masuk kedalam ketika keluar seolah menjauh ingin mengikuti kemana arah penis.

Muso tidak hanya merasakan kehangatan di dalam lubang kenikmatan Evelyn, tetapi sensasi seperti ada pijatan yang menarik narik penis yang mpunya, seolah tak ingin penis itu keluar meninggalkannya.

"Arrgghh.. arrrgghh.., ugghh..

Sssttt...ummm" hanya itulah yang keluar dari bibir Evelyn yang notabenenya di perkosa, tapi ternyata ia menikmatinya pula.

Semakin sini, erangan Evelyn semakin menjadi jadi. Karena Muso makin mempercepat dan memperdalam masuknya batang kejantanan miliknya.

" Ah.. Ah..ah..ah..''

Hentakan keras Muso terus di lancarkan berulang ulang.

Evelyn merasakan ada perubahan pada batang kejantanan Muso, agak sesikit membesar hingga urat di batang nya dapat ia rasakan.

"Plok.. plok.. plok.. plok"

Dercik bunyi yang terdengar antara mereka.

Muso segera akan mengakhiri aksinya.

Kejantanannya berdenyut denyut hendak memuntahkan lahar kenikmatannya.

Dengan hentakan keras di benamkan nya batang kejantanan Muso, waktu seperti terhenti sesaat ketika kejantanan Muso memuntahkan lahar kenikmatannya yang kental hangat memenuhi lubang kenikmatan Evelyn, batang kejantanannya berdenyut denyut sembari menumpahkan sisa cairan kenikmatan yang tersisa.

Tubuh Evelyn mengejang kenikmatan ketika lahar kental menyembur seluruhnya ke dalam lubang kenikmatannya.

Ketika Muso mencabut kejantanannya dari lubang kenikmatan Evelyn,. Dari lubang itu mengalir cairan sperma Muso yang kental bercampur dengan cairan orgasme Evelyn.

Muso nampak kelelahan, ia pun terkulai di sofa sudut ruangan.

Anak-anak buahnya segera menghampiri Evelyn yang setengah sadar tak berdaya.

Mereka pun secara bergantian menikmati lubang kenikmatan Evelyn.

Bahkan ada juga yang memasukkan kejantanannya ke lubang anus Evelyn.

Meski Evelyn sudah sampai pingsan pun mereka terus melakukan aksinya.

Bukan suatu kenikmatan yang di rasakan Evelyn, melainkan siksaan yang teramat sakit. Tak terasa air mata pun mengalir di pipi nya. Hingga ia tak sadarkan diri.

Ini terus mereka lakukan hingga menjelang malam. Dan mereka semua terkapar tak berdaya.

Di saat semua terkapar kelelahan, Evelyn melihat ke arah benda sumber kekuatan miliknya.

Ia mengumpulkan sisa-sisa tenaga, meskipun dengan cara mengesot ia berusaha mendekati gelang miliknya.

Dengan susah payah ia pun berhasil meraih gelang miliknya. Langsung saja ia memakai gelang gelang itu di kedua tangan.

Ia berusaha berdiri, lalu menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Hhiiaaatt... kekuatan safir datanglah"

Dari kedua benda itu muncul sinar yang menyilaukan mata.

Benda itu memberikan kekuatan yang sangat dahsyat pada Evelyn.

Pakaian yang tadi ia kenakan dengan sendirinya berubah menjadi seperti baru kembali.

Kini Evelyn berdiri kokoh sambil bertolak pinggang.

"Kalian memang benar benar keji..!!" Teriak Evelyn memecah keheningan malam membangunkan Muso dan para anak buahnya.

Mereka terperanjat dan mendapati Evelyn yang tengah berdiri kokoh di hadapan mereka.

Tanpa basa-basi Evelyn langsung menendang bagian kejantanan Muso.

"Plakk..!!" Tendangannya mengenai sasaran, Muso yang tadi tertidur kini tengah meloncat loncat memegangi area intimnya menahan rasa sakit.

Evelyn menghabisi semua penjahat, menggantung mereka dengan posisi terbalik kaki yang di ikat di atas.

Barang hasil rampokan mereka di taruh di bawah mereka sebagai barang bukti.

Evelyn pun, menghubungi polisi lalu pergi meninggalkan tempat jahanam itu.


next chapter
Load failed, please RETRY

Weekly Power Status

Rank -- Power Ranking
Stone -- Power Stone

Batch unlock chapters

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C1
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login