Forum Download app Gifts
90.47% Helper Club / Chapter 38: Pernyataan (3)

Read Helper Club - Chapter 38 online

Chapter 38: Pernyataan (3)

"Sialan! A..aku tidak sadar kalau dia akan datang dari arah sini, kesini kalian berdua!" kata Lisa yang secara reflek langsung menarik Akbar dan Nita bersembunyi di balik tembok karena ternyata Jupri datang dari arah mereka.

"Woi, biasa saja Lis! Memang kita tidak tahu darimana dia akan datang, tapi kita tidak akan mati kalau dia melihat kita tahu!"

"Ahaha, tapi untungnya dia juga tidak sadar kalau ada kita yang sedang mengamati dari sini, karenakan bisa canggung banget kalau dia tahu ada orang yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan," kata Nita sambil mengamati lagi si Jupri dan Mona dari kejauhan.

Sedangkan itu si Mona, dia merasa dunia sedang berhenti berputar karena dia terlalu banyak memikirkan banyak hal mengenai apa yang harus dia katakan kepada Jupri yang sudah ada di depan matanya, dan si Jupri sendiri juga terdiam saja sambil memperhatikan si Mona dari bagian bawah sampai atasnya.

"(Mati aku! A..apa yang harus aku lakukan?! A..apa aku harus menyapanya terlebih dahulu? Ka..kalau iya, ba..bagaimana aku harus mengatakannya?!, "Hei mas bro!" atau "Woi my man!" atau...….…MATAMU! KAU KIRA SEDANG BICARA DENGAN GENGMU APA?)" kata Mona yang tidak bisa berpikir waras.

"(Hmmm, sepertinya aku tidak salah orang deh)" kata Jupri yang mengamati Mona dengan teliti itu.

"(Ka..kampret! Di..dia hanya diam saja! A..apa artinya dia sedang menungguku aku bicara? Ka..kalau begitu aku akan coba tanyakan soal hasil pertanding Barcelona dan Real Mad…)"

"Anu, apa kamu anak perempuan yang membantuku mendorong mobil sampai ke bengkel 1 bulan yang lalu?"

?

"(Ha?)"

Langsung saja otak bodoh Mona berkerja 100x lipat dari sebelumnya, hal itu bisa dilihat dari sel-sel otak di dalam otaknya yang bekerja esktra mencari ingatan mengenai kejadian-kejadian 1 bulan yang lalu.

"1 BULAN YANG LALUU!! APA ADA YANG TAHU DATA-DATA MENGENAI KEJADIAN 1 BULAN YANG LALU?!" tanya Sel 1.

"DATA ITU ADA BAGIAN CABANG "INGATAN BULANAN", AKU SUDAH MENGIRIMKAN PESAN DARURAT AGAR MEREKA MENCARI DATANYA!!" jawab Sel 13.

"CEPETAN IDIOT! WAKTU KITA CUMA 0,0005 DETIK LAGI SEBELUM KONDISI CANGGUNG INI MENJADI KACAU! PARA PEKERJA DI BAGIAN "HATI" TIDAK AKAN SANGGUP MENGHADAPI GUNCANGAN LEBIH DARI IN…."

PRAAANGG!!

"BUUUM! GUE DATANG MEMBAWA KEADILAN DASAR ORANG-ORANG LEMAH! NIH FILE-FILE YANG KALIAN BUTUHKAN!!" kata sebuah Sel dengan bajunya yang bertulisan "Sel Bulanan" yang datang dengan dramatis dari jendela sambil melemparkan sebuah laporan berstatus "Sangat Rahasia."

"BAGUS!! KALAU BEGITU AYO CEPAT SELIDIKI FILE-FILE INI!!"

Langsung saja tanpa basa-basi lagi, semua sel yang ada di tempat itu segera menyelidiki berbagai macam ingatan dan kenangan yang masih tersisa di dalam file-file itu sebelum terhapus secara otomatis karena fenomena "kelupaan."

"Hmmm, Balapan sepeda dengan geng wilayah sebelah, main God of War mode Sparta, membuat graffiti di TK, membantu orang yang mobilnya mog…."

!!!

"AAH INI DIA!! INI DIA FILENYAA!!!" kata seorang sel yang menemukan barang yang dicari-dicari.

"Oooooh, kamu anak yang mobilnya mogok saat tengah malam itu dan yang aku bantu dorong sampai ke bengkel kenalanku itu ya!" kata Mona yang mengingat kejadian itu walau hanya samar-samar.

"Ah kamu juga ingat ternyata, ahahahaha, maaf saat itu aku belum berterima kasih dengar benar karena kamu langsung lari begitu saja setelah kamu membantuku mendorong mobilku sampai ke bengkel," kata si Jupri sambil menunduk hormat.

"(I..itu karena aku terlalu asyik main PS sampai lupa kalau jam sudah 11 malam, bisa mampus aku kalau orang tuaku tahu aku main semalaman, ta..tapi paling tidak berkat itu aku jadi punya alasan untuk datang telat sih, ehehehehe)" kata Mona yang sempat merasa malu dengan kejadian 1 bulan yang lalu.

"Aku tidak mengira kalau ternyata orang yang menolongku dulu itu adalah si Mona yang merupakan salah satu dari 4 ratu sekolah, suatu kehormatan bisa bicara langsung seperti ini denganmu lho."

"A..ahahaha, ya it..itu biasa saja kok bagi semua murid disini, tapi to..tolong jangan merasa canggung denganku hanya karena julukanku itu ya, a..ahahahaha."

"Baiklah, karena aku belum berterima kasih dengar benar saat itu, sekarang aku akan melakukannya, terima kasih ya sudah membantuku mendorong mobilku sampai ke bengkel," kata Jupri sambil tersenyum manis.

!

"(B*ngsat! A..aku benar-benar tidak menduga kalau ternyata aku pernah bertemu dengannya! U..untung saja dengan begitu aku punya topic pembicaraan yang normal, dan apakah ini juga pertanda baik kalau hubunganku akan lancar?! AAMMIIIN YA TUHAAN!!) Ah! It..itu tidak apa-apa kok, su..sudah sewajarnya bagi kita untuk saling menolong ketika ada orang yang kesusahan kan? A..ahahahaha," kata Mona yang berusaha bersikap normal tapi tetap merasa absurb itu.

"Jadi, ada perlu apa sampai salah satu dari 4 ratu sekolah sampai mengirimkan pesan agar bisa bertemu denganku sepulang sekolah disini saat keadaan mulai sepi?" kata Jupri sambil tersenyum yang langsung into the topic.

"(Mampus aku! Di..dia langsung bicara ke intinya dong! Pa..padahal aku kira kita bisa membicarakan hal lain dulu agar suasananya tidak terlalu tegang!)" kata Mona yang mulai panic kembali.

Dari kejauhan, 3 manusia yang mengawasi Mona dan Jupri itu mulai merasa resah ketika melihat raut wajah panik si Mona, karena walaupun mereka tidak bisa mendengarkan apa yang mereka katakan, tapi paling tidak dari ekspresi wajah Mona, mereka bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi.

"Gawat, se..sepertinya kak Mona tidak punya kata-kata anggun yang bisa digunakan untuk menyatakan cintanya deh," kata Nita berkomentar.

"Kalau dia sampai malah membicarakan pertandingan sepak bola atau sejenisnya, sudah, habis sudah harga dirinya sebagai perempuan," kata Lisa sambil menutup mukanya karena merasa malu ketika membayangkan hal yang dia takutkan benar-benar terjadi.

"(Sebenarnya aku tidak mau melakukan ini sih, tapi kalau yang diucapakan si Lucifer tentang dirinya yang sekarang merasa tertantang karena aku memprovokasinya itu benar, mungkin aku bisa membuat si Mona itu mengeluarkan kemampuan tersembunyinya )" kata Akbar sambil berjalan keluar dari persembunyiannya.

"Eh, kak Akbar! What are you doing?! Woi kak!! Kembali sini woi!"

Tentu saja Lisa kaget karena Akbar tiba-tiba saja berjalan keluar dari persembunyian mereka dengan gaya yang sangat santai, dan karena dirinya terlalu mencolok tanpa adanya orang lain ditempat itu, tentu saja Mona bisa melihat Akbar dengan jelas dari kejauhan dibalik tubuh si Jupri. Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/helper-club_15628955405367305/pernyataan-(3)_49904039277680472">www.webnovel.com/book/helper-club_15628955405367305/pernyataan-(3)_49904039277680472</a> for visiting.

"(Ha? Kenapa dia tiba-tiba muncul…)"

!!!

Langsung saja Lisa dan Nita memasang ekspresi wajah kaget yang berbeda-beda tipenya ketika melihat Akbar mengajungkan jari tengah kearah Mona sambil menjulurkan lidahnya yang seakan-akan dirinya sedang menghina si Mona.

"OH MAY LOORDD!!!! APA YANG SEDANG DILAKUKAN ORANG GILA ITU HAA??!! APA DIA GAK BISA BERSIKAP NORMAL HANYA UNTUK 5 MENIT SAJA??!" kata Lisa yang terlalu terkejut sambil menjambak rambutnya keras-keras sampai tidak sadar beberapa rambutnya tercabut.

"(Waaaaaaaah, kak Akbar mulai bertingkah gila, pasti setelah ini akan ada kejadian yang tidak masuk akal nih)" kata Nita yang hanya terkejut sedikit yang seakan-akan dia sudah terbiasa dengan kelakuan si Akbar itu.

"MAMPUSLAH KITAA!! KAK MONA PASTI AKAN JADI LEBIH MINDER DI DEPAN SI JUPRI TAHUU!! NIT!! CEPAT TARIK ORANG GILA ITU KESINI SEBELUM DIA MELAKUKAN HAL YANG LEBIH GILAA!!" kata Lisa yang panic.com itu.

"Sebenarnya aku tidak mau menggangunya berbuat gila agar dia susah sendiri sih, tapi karena kau adalah pelangganku, jadi baik kapten!" kata Nita yang hanya menuruti saja ucapan klinenya itu sambil meloncat kearah Akbar.

Sedangkan itu, Mona yang sempat shock dengan perbuatan Akbar yang mendadak dicekik lehernya dan kemudian ditarik paksa kembali oleh Nita ke tempat persembunyiannya itu, langsung saja mulai berekspetasi mengenai makna dari tindakan Akbar barusan, dan saking halunya diapun sampai menghentikan waktu lagi dan mulai berdebat dengan Malaikat dan Iblis yang dia ciptakan dari imajinasinya itu.

"Baiklah kalian berdua, apa ada yang bisa menjelaskan kepadaku apa maksud perbuatan si Akbar ini?" tanya Mona kepada 2 maklukh ghaib hasil imajinasinya itu.

"Hmmmm, sepertinya dia sedang berusaha membalas perbuatanmu tadi deh, karena kau mengacau saat ini, jadi dia pasti berpikir ini adalah moment yang tepat untuk menghancurkanmu," kata si malaikat yang malah berpikiran negative.

"Sepertinya? Heloooo, itu sudah tidak "sepertinya" lagi tahu! Dia sudah jelas-jelas sedang menghinamu dasar perawan tomboy idiot! Kau pikir siapa yang tidak akan marah saat mendapatkan pukulan bertubi-tubi seperti itu ha? TAPI BODOH AMATKAN? DIA PANTAS MENDAPATKANNYAKAN? DAN SEHARUSNYA DIA MINTA MAAF ATAS KESALAHANNYA ITU, TAPI SEKARANG LIHAT DIA!! DIA MALAH BERPIKIR KALAI DIA BISA MEMANFAATKAN KECANGGUANGMU SAAT INI BUAT BALAS DENDAM WOI, JADI SEKARANG AYO TUNJUKAN PADANYA KALAU DIA MEREMEHKAN SEORANG PERAWAN YANG SALAH!" kata si iblis dengan nada tegas.

...

"Jujur saja, walau kau musuhku dan membencimu, tapi kali ini aku setuju dengan ucapanmu barusan, TUNJUKAN PADANYA KEKUATAN TERSEMBUNYI KITA GIRL! DO IT!! JUSST DO IT!" kata si malaikat yang setuju dengan ucapan si iblis.

!!!

Mendengar provokasi dari 2 maklukh dari imajinasinya itu, langsung saja Mona yang tidak bisa lagi mengontrol akal sehatnya ketika mendengar alasan Akbar berbuat hal sinting itu mengeluarkan sisi tersembunyi yang tertidur di dalam dirinya.

"(Haha, hahaha, AHAHAHAHAHAHAHA!! BEGITU YAA?! DIA INGIN MELIHATKU MENDERITA YA?! AHAHAHAHA, BAIKLAH BANGS*T! KALAU MEMANG ITU MAUMU! AKAN GUE BUAT EKSPETASIMU ITU HANGUS SAMPAI KEAKAR-AKARNYA DASAR COWOK FAKBOI!! RELEASEEEE!! UN-LIMITED! POWEEEEEEEEEEEEERR!!!!!!!!)"

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Ketika Mona yang sempat terdiam beberapa detik itu mulai mengambil nafas panjang, entah kenapa secara mendadak dan misterius semua orang yang ada disekitar langsung saja merasa merinding.

"A..apa-apaan ini? Ke..kenapa tiba-tiba aku jadi merinding ketakutan?" kata Lisa yang merinding ketakutan.

"Eh, kau juga Lis? A..aku pikir ini hanya perasaanku saja yang tiba-tiba merinding ketika melihat kak Mona menarik nafas panjang," kata Nita yang memeluk Akbar keras-keras untuk menghilangkan rasa merinding yang muncul secara tiba-tiba itu.

"(Wah sialan, aku tidak percaya kalau ini akan benar-benar berhasil, well, sepertinya setelah ini aku akan masuk rumah sakit deh)" kata Akbar yang hanya pasrah dengan nasibnya dimassa depan sambil mendorong jauh Nita yang memeluk manja dirinya itu.

Sedangkankan, Jupri yang berada di depan Mona juga merasakah apa yang dirasakan oleh 3 anak yang diam-diam bersembunyi dibelakangnya itu, bahkan karena mungkin terlalu dekat, dia malah merasakan tekanan yang lebih kuat dari si Mona.

"(Tu..tunggu dulu, ke..kenapa aku jadi takut saat dia menarik nafas panjang begitu? Di..dia tidak mungkin ingin membunuh atau…)"

"Huuuuuff, hei Jupri."

"Eh, i..iya?!"

"Maukah kau........jadi pacarku?"

!!!!

CRRINGGGGGGGGGGGGGGGGG!!

SUWAAAAAA!!

Setelah jeda beberapa detik, langsung saja 3 anak lebay itu dengan cepat menutup matanya seakan-akan mereka baru saja melihat sesuatu yang menakjubkan dan sekaligus sangat menyilaukan, dan mereka tidak salah, karena saat mereka melirik kearah Mona tadi, mereka baru saja melihat sebuah senyum menawan super anggun dari seorang perawan yang digosipkan telah gagal menjadi seorang wanita. Bahkan saking terlalu shocknya, Nita sampai terpental ketanah melihat keajaiban yang mustahil itu.

"BANGS*T!! DA..DARIMANA FILTER APLIKASI EDIT FOTO INI MUNCUL??! KOK SAMPAI BISA SI BARBAR ITU BERUBAH JADI ANGGUN SEKALI?!" kata Akbar histeris ketika melihat senyuman sempurna si Mona yang sangat anggun, bahkan saking anggunnya dia sampai mengira dirinya sedang melihat sebuah foto jelek yang diedit menjadi sempurna dengan aplikasi pengedit wajah.

"UAAAAAAKKHHH! TI..TIDAK MUNGKIN!!"

"NITAA!! ARE YOU OKAY?!" kata Akbar yang langsung saja menghampiri Nita.

"TI..DAK MUNGKIN!! TIDAK MUNGKIN KAK NITA YANG HOBINYA BALAPAN MONTOR, PENCAK SILAT, MAIN PS, DAN FUTSAL ITU BISA TERSENYUM SEPERTI ITU!!! INI TIDAK MUNGKIN TERJADI!!" kata Nita sambil terguling-guling ditanah sambil menutup matanya yang sempat terasa perih.

"WAAH! SADARLAH NITA! JANGAN MATI!! KALAU KAU MATI....…ya tidak apa-apa sih," kata Akbar sambil memasang wajah poker face.

"APAA?! DASAR KAKAK KELAS B*NGSAT! KUBUNUH KAU!" kata Nita sambil mengigit lengan si Akbar.

"Wow, ga..gadis yang jatuh cinta be..benar-benar menakutkan ya?" kata Lisa yang matanya tidak berkedip sedetikpun sampai merah padam karena terlalu takjub melihat kakaknya yang menyilaukan itu.

"NOOO!! LISAA!! CEPAT TUTUP MATAMU SEBELUM TERLAMBAT!! LISAAAAA," kata Akbar yang overacting yang tak peduli kalau tangannya digigit erat-erat oleh Nita.

---

Beberapa saat kemudian, setelah moment pernyataan cinta yang membuat seorang gadis tomboy menjadi gadis "sungguhan", para manusia yang masih saja heboh dengan kejadian beberapa menit yang lalui itupun pulang bersama sambil membicarakan kejadian itu.

"Yaaaa, aku kira kak Mona akan mengompol atau pingsan karena terlalu ketakutan saat ingin menyatakan cinta, tapi ternyata kakak lebih meggagumkan dari apa yang aku pikirkan, adik bangga sama kakak deh," kata Nita sambil memberikan jempol kepada Mona.

"Huhuhu, akhirnya setelah sekian lama, a..akhirnya aku bisa melihat kakakku jadi perempuan sungguhan, a..aku benar-benar terharu deh," kata Lisa yang bergelinang air mata.

"Hei, pujianmu membuatku sakit tahu, dan kenapa kau sampai menangis juga? Yang menyatakan cinta itu aku tahu, bukan kamu," kata Mona yang hanya tersenyum saja melihat adiknya yang menangis terharu itu.

"Ha..habis bagaimana lagi, aku khawatir banget kalau kakak jadi trauma tahu! Karena masalah seperti ini tidak akan pernah bisa dilupakan seumur hidup! Bagaimana kalau kakak jadi trauma lalu akhirnya jadi perawan tua yang membenci laki-laki atau suka dengan perempu..."

"YA, TERIMA KASIH BANYAK ADIKKU!! AKU SAYANG BANGET DEH MELIHATMU KHAWATIR BERAT DENGANKU!! SAKING SENANGNYA SAMPAI INGIN AKU LEMPAR KE SUNGAI!" kata Mona yang menahan rasa kesalnya itu sambil meremas-remas pipi tembem adiknya.

"Ya, tapi syukurlah si Jupri itu menerima pernyataan kakak, karena jujur aku sendiri sempat ragu kalau dia mau pacaran dengan kakak lho," kata Nita.

Mendengar ucapan Nita barusan, si Mona teringat lagi dengan moment yang membuat hatinya meledak dahsyat, yaitu momen di mana si Jupri ternyata menerima pernyataan cinta darinya.

"Haaaaaa, jangankan kalian, pada awalnya aku sendiri juga sudah mengira akan ditolak tahu, karena memang tidak mungkinkan ada orang yang tiba-tiba saja mau menjadi pacara orang yang baru ditemui 1 kali?" kata Mona sambil moment menegangkan di dalam hidupnya beberapa menit yang lalu.

"Eh, jadi kakak sudah pernah bertemu dengannya sebelumnya?"

"Ya Nit, tapi itu 1 bulan yang lalu, dan itupun tidak sengaja karena aku cuma membantunya mendorong mobil, ahahahahaha, aku masih tidak percaya kalau si Jupri ingat kalau aku adalah orang yang menolongnya lho, karena aku sendiri hampir lupa dengan kejadian itu."

"Wah, jangan bilang kalau ini takdir! Kalau iya, so sweet banget deh!"

"Hilih, si swiit mitimi, piling ninti jipri gik tihin silimi siti minggi din ikhirnyi pitis."

"Haa? Lu bilang apa tadi?" kata Mona yang langsung saja menoleh kearah Akbar dengan tatapan sinis.

"Enggak, aku enggak bilang apa-apa," kata Akbar yang langsung saja memalingkan wajah babak belurnya dari si Mona.

Bagaimana Akbar tidak mencibir dan mengutuk si Mona dengan bahasa kekinian seperti itu, karena tepat setelah Jupri telah pergi jauh dari mereka, langsung saja Mona berlari kearah mereka sambil tersenyum bahagia, namun bukannya memeluk mereka karena diterima atau menangis terharu karena terlalu senang, gadis barbar ini malah mendatangi si Akbar duluan lalu membantingnya sekaligus memukulnya bertubi-tubi sambil mengucapkan 13 kata terlarang Spongebob, bahkan dia melakukannya sambil tersenyum manis.

"Oh ya Akbar, karena kelakuan sialmu itu aku jadi berani menyatakan cinta kepada Jupri, jadi terima kasih ya? Weee," kata Mona sambil menjulurkan lidahnya dan memberikan Akbar hadiah jari tengah.

"Cuih, me-nge-li-kan, aku gak butuh ucapan terima kasih, gue butuhnya permintaan maaf sial*n!"

"Ayolah! Memangnya siapa yang tidak kesal kalau tiba-tiba ada orang yang menunjukan jari tengah kearahnya ha? Kamu harus belajar cara memperlakukan wanita dengan baik atau kau akan menyesal lho!" kata Mona yang memperingati Akbar sambil menunjuk-nunjuk.

"(Pfft, siapa juga yang menganggapmu sebagai wanita? Dasar gorilla barbar, setelah kau menulis di buku itu, aku tidak akan sudi melayanimu lagi walaupun kau menangis darah kampret!)" kata Akbar yang makin cemburut dan mengomel-ngomel di dalam hatinya itu.

"Tapi aku serius Akbar."

Mendengar itu, Akbar yang cuek itu sempat melirik kearah Mona, dan diapun menjadi agak jengkel ketika Mona melakukan jurus terlarangnya, yaitu "Senyum Anggun", dan mulai berkata ...

"Terima kasih ya buat dukungannya, aku tidak akan bisa apa-apa tanpa kelakuan gilamu itu, hehehe," kata Mona sambil menggenggam tangannya dan mengulurkannya ke arah Akbar.

"(Haaaaaaa, bisa-bisanya dia menggunakan jurus haram itu di saat seperti ini, tapi bodoh amatlah, yang terjadi biarlah terjadi) Sama-sama, dasar perawan barbar, tapi lain kali kurangilah sikap kasarmu itu, atau nanti si Jupri akan kabur saat "malam pertama" kalian, hehehe," kata Akbar yang akhirnya tersenyum kecil sambil me "Tos" kepalan tangan Mona.

"Ahahaha, terima kasih untuk sarannya dasar cowok s*alan" jawab Mona sambil tersenyum lebar.

"(Ah, habis musuhan, sekarang menjadi teman, ikatin sejati para pria memang kere…eh tunggu! Kak Mona itu perempuan! Sadarlah Nit! Berhentilah berhalusinasi seperti itu!)" kata Nita yang menampar mukanya agar berhenti memikirkan hal yang unfaedah.

"Hei, kenapa kau memukul mukamu sendiri seperti itu Nit? Memangnya wajahmu itu tidak penting ya?" kata Lisa yang heran melihat kelakuan temannya itu.

!

Saat mendengar kata "Penting" dari adiknya, tiba-tiba saja Mona teringat dengan hal penting yang diucapkan oleh Jupri tepat sebelum dia pergi meninggalkannya, jadi diapun segera bertanya kepada Akbar.

"Oh iya, omong-omong soal hal penting, boleh aku minta saran gilamu lagi Akbar?"

"Saran agar bisa membuat anak kembar perempuan dan laki-laki?" sindir Akbar.

"(Eh, di..dia tahu bagaimana gimana cara…., EH BODOH! SEKARANG BUKAN SAATNYA UNTUK PENASARAN!) Bukan mesum b*ngsat! Tapi saran untuk kencan pertamaku!"

"Oh kencan ya, aku pikir saran untuk…."

!

"HAAA?! KENCAN??!!" kata Akbar, Nita, dan Lisa yang kaget bersamaan.


next chapter
Load failed, please RETRY

Privileged

More Privileged Chapters

Download the app and become a privileged reader today! Come take a sneak peek at our author's stockpiled chapters!

Download

Batch unlock chapters

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C38
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews
Send Gifts
Gifted
Thank you for your generous gift.

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login
Report inappropriate content
error Tip

This's an experimental test for reading assistance in case.

We highly recommend you to enjoy the beauty of the original words.