Forum Download app Gifts
100% Latifah bin Murti / Chapter 5: Malam

Malam - Latifah bin Murti - Chapter 5 by Dian_jayeng_2683 full book limited free

Chapter 5: Malam

Kembali ke kediaman latifah bin murti..., Lampu lentera yang ter'buat dari sumbu minyak kem'bali ber'goyang tertiup angin yang semeribit me'nusuk tulang me'nembus kulit.

De'daunan yang nampak samar terlihat hijau.., ter'tutup embun ber'bintik air yang kadang me'netes men'jatuhkan air serta beku nya.

Di pinggir rumah latifah nampak se'ekor burung yang ter'tunduk me'nutupkan sayap nya.

Kedua mata burung yang bulat besar dan ber'binar sering kali melirik ke'kanan, kekiri, ke'atas serta kebawah dengan tubuh sedikit ber'getar karena ke'dinginan.

Ia.., adalah si barok begitulah cara meng'hadapi cuaca.

Sementara itu di dalam rumah..., pak rasyid,bu murti ter'dengar sedang ber'dialog atau me'ngobrol.

Murti : pak.., bagaimana dengan pa'nenan kita ?

pak rasyid : Tinggal se'bagian bu...

yang separo nya lagi belum sempat aku be'reskan/rapihkan.

tetapi sayur kangkung yang kalian petik sudah aku ikat dan aku rendam di tengkulak air yang ada di belakang.

Murti : iya pak terimakasih. Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/latifah-bin-murti_19222215906844205/malam_55451418483548638">www.webnovel.com/book/latifah-bin-murti_19222215906844205/malam_55451418483548638</a> for visiting.

Pak rasyid : oh.., iya tolong bu air teh ku di isi air panas lagi ini udah agak dingin.

Murti : baik pak.

Setelah menuang air panas.., kembali mereka ber'dua kembali me'ngobrol.

Murti : pak mungkin 2 atau 3 hari lagi kita akan ke pasar men'jual hasil panen ladang kita.

Pak rasyid : iya bu.., nanti aku akan mem'bawa jagung sekitar 2 karung.

Se'mentara kamu dan latifah mem'bawa hasil sayuran.

Murti : iya pak...

pak rasyid : di usaha'kan latifah jangan mem'bawa barang yang berat - berat dan belikan lah dia satu dua helai kebaya.

Murti : iya pak.., kan dia anak kita satu - satu nya mau buat siapa lagi kalau kita punya rezeki lebih.

Sedang asyik - asyik me'ngobrol..., ter'dengar satu, dua langkah kaki dari kamar menuju ke ruangan tengah.

Tap..,tap..,tap...,tap....!!!

Pak rasyid : mau kemana kamu fah ??

Murti : iya fah mau kemana ?

kan ini sudah hampir jam 10 malam.

Aku mau ngasih makan burung pak / bu (jawab latifah )

sembari mem'bawa kotak kardus be'rukuran sedang.

Pak rasyid : Iya tapi kalau masuk rumah jangan malam - malam fah.

latifah : baik pak..

Bu murti hanya meng'agukan kepala dan ter'senyum sedikit per'tanda meng'ijinkan anak nya untuk pergi keluar.

Setelah di luar rumah..., latifah segera ber'jalan ke pinggir di mana tempat ber'semayam si barok burung ke sayangan nya di pelihara.

Dengan per'lahan latifah meng'elus kepala si barok yang telah menatap sayu keberada'an nya.

karena si burung tau yang lagi berdiri di hadapan mata adalah majikan nya.


next chapter
Load failed, please RETRY

New chapter is coming soon Write a review

Weekly Power Status

Rank -- Power Ranking
Stone -- Power Stone

Batch unlock chapters

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C5
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login