Forum Download app Gifts
57.14% Legenda Penyihir Yang Cuman Bisa 2 Sihir Doang / Chapter 4: Rantai Transparan dan Bola Mata

Rantai Transparan dan Bola Mata - Legenda Penyihir Yang Cuman Bisa 2 Sihir Doang - Chapter 4 by KikiYasarF full book limited free

Chapter 4: Rantai Transparan dan Bola Mata

Raven mulai memperkuat aura yang menyelubungi tubuhnya. 2 rantai yang dibuat sebelum Raven berguling dari tenda masih ada dan diselimuti aura, jadi harusnya bisa digunakan untuk serangan kejutan. Dua rantai ini transparan, namun ketika berada dalam jarak 1 meter dari seseorang rantai ini akan terlihat. Raven masih bereksperimen dengan sihir rantai yang digabung dengan sihir aura, jadi dia belum tahu penyebabnya kenapa rantainya transparan dan kenapa jika dekat dengan orang terlihat.

"Kenapa kalian ingin membunuhku?" Raven masih memelototi Mikhael dan Taal, postur tubuh mereka santai, seolah mengalahkan Raven semudah menjentikkan jari tangan.

"Tuan Raven gak perlu tahu," Taal menyeringai dan sebuah grimoire berwarna cokelat melayang di sebelahnya, dan Taal merentangkan telapak tangannya. "Mati!"

Sebuah proyektil sihir berbentuk batu melesat ke arahnya. Raven menciptakan rantai yang tidak transparan dari telapak tangannya dan mencambuk sihir proyektil itu. Proyektilnya hancur berkeping-keping.

Raven mendengus, "jangan meremehkanku!"

Raven berlari mendekati Mikhael dan Taal. Mereka berdua kaget ketika Raven dengan mudahnya menghancurkan sihir Taal, namun mereka prajurit terlatih, rasa kaget itu tidak bertahan lama dan mereka segera bersiap. Mikhael menembakkan bola api beruntun, namun Raven dengan mudah menghancurkan bola api itu dengan cambuk rantai di kedua tangannya.

"Bedebah!" teriak Taal. Taal mengentakkan kakinya ke bumi, suara gemuruh terdengar, dan belasan tombak tanah memanjang dari dekat kakinya ke Raven. Tombak tanahnya terlalu banyak, Raven tidak bisa menghindar ke kanan atau ke kiri, jadi dia meloncat ke udara.

Mikhael menyeringai, "jangan menghindar dengan cara meloncat! Nanti jadi sasaran empuk! Dasar amatir!"

Mikhael merentangkan kedua tangannya, dan bola api raksasa sebesar kereta kuda terbentuk di depannya. Bola api itu terang, area sekitar yang gelap kelihatan jelas dan aura panasnya bahkan sampai ke wajah Raven. Raven menelan ludahnya, jika dia terkena bola api itu dia akan mati!

Raven menciptakan sebuah rantai dari punggungnya dan rantainya melesat ke belakang. Bersamaan ketika Raven menciptakan rantai di punggungnya, Mikhael menembakkan bola api raksasa itu ke arahnya. Walaupun ukurannya besar, kecepatannya tidak lambat!

Rantai dari punggung Raven berhasil menancap ke sebuah pohon, dan Raven menarik rantai tersebut dan membuat badannya tertarik ke belakang. Melihat Raven yang menemukan cara untuk menghindar Mikhael kelihatan kesal, namun wajah kesal itu berubah menjadi senyuman buruk ketika dia menjentikkan jarinya.

Bola api yang besar itu meledak dan membesar. Raven berusaha menarik rantainya makin kuat, namun ledakan ini lebih cepat. Raven melindungi matanya dengan kedua tangan. Api mengenai tangannya, namun beruntungnya bola api itu berhenti membesar. Ada batas seberapa besar bola api itu bisa membesar sebelum apinya kehilangan tenaga.

Melihat kalau dia berhasil menghindar bola api itu—walaupun ada luka bakar di lengannya—Raven menghilangkan rantai di punggungnya. Dia mulai jatuh, dan mendarat dengan kedua kakinya.

Raven gegabah. Dia mendekat tanpa memikirkan rencana terlebih dahulu, dia pikir karena auranya, pertarungan jarak dekat akan menguntungkannya. Namun mendekat sepertinya akan sulit. Beruntung aura di tubuh Raven melindunginya, jadi tangan dan badannya tidak hangus, cuma luka bakar yang ringan saja.

Mikhael dan Taal bertepuk tangan lagi, "gak buruk, gak buruk. Buat ukuran orang yang gak punya pengalaman, berhasil menghindari serangan Mikhael itu luar biasa."

Raven memperkuat aura di tubuhnya, bersiap dengan serangan lain. Energi transparan ini terasa seperti air hangat yang menyelimuti tubuhnya.

"Main-mainnya ludah selesai," ucap Taal, "kau akan mati detik ini juga!"

Raven menyeringai, "sayangnya bukan aku yang akan mati!" Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/legenda-penyihir-yang-cuman-bisa-2-sihir-doang_20653805505408105/rantai-transparan-dan-bola-mata_55510994780222369">www.webnovel.com/book/legenda-penyihir-yang-cuman-bisa-2-sihir-doang_20653805505408105/rantai-transparan-dan-bola-mata_55510994780222369</a> for visiting.

Dua buah rantai tiba-tiba keluar dari tanah tepat di bawah Mikhael dan Taal berdiri. Rantai itu memiliki ujung yang tajam seperti busur panah. Tubuh Mikhael bergerak secara otomatis dan dia berguling ke pinggir, namun Taal yang baru selesai bicara tidak menghindar, dia malah menunduk dan melihat rantai Raven. Raven mendorong rantai itu dengan kuat, dan mengenai mata kiri Taal yang tengah melebar.

Suara benda lembek yang ditusuk benda tajam terdengar, dan suara jeritan seseorang merambat ke segala arah.

"Kau yang akan mati!" Raven mengubah ujung rantai yang masuk ke tengkorak Taal menjadi bentuk jangkar, lalu menariknya dengan keras. Bola mata Taal yang hancur keluar, disertai dengan darah merah yang mengalir deras bagaikan air mancur.

Raven mengalihkan wajahnya ke Mikhael, matanya melebar melihat Taal yang menjerit dan berguling-guling di tanah. Suara jeritannya seperti babi yang akan disembelih. Melihat kawannya yang menderita, Mikhael menalan ludahnya, namun dia segera melotot dan mengeritkan giginya dengan kuat.

"Raven! Beraninya kau!"

"Maju sini!" Teriak Raven, "yang mati selanjutnya adalah kau!"

Pertarungan satu lawan satu dimulai. Satu lawan dua memang sulit, namun jika satu lawan satu Raven percaya kalau dia akan menang.


next chapter
Load failed, please RETRY

Weekly Power Status

Rank -- Power Ranking
Stone -- Power Stone

Batch unlock chapters

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C4
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login