Forum Download app Gifts
0.23% Mengukir Namaku di Hatimu / Chapter 1: KITA SALING MENGENAL DAN SALING MENDORONG SECARA BERSAMAAN

KITA SALING MENGENAL DAN SALING MENDORONG SECARA BERSAMAAN - Mengukir Namaku di Hatimu - Chapter 1 by Skyb_019 full book limited free

Mengukir Namaku di Hatimu Mengukir Namaku di Hatimu original

Mengukir Namaku di Hatimu

Author: Skyb_019

© Webnovel

Chapter 1: KITA SALING MENGENAL DAN SALING MENDORONG SECARA BERSAMAAN

Pagi yang cerah menyambut sepasang kekasih yang masih sama-sama terlelap. Hari ini adalah hari terakhir keduanya menghabiskan waktu bersama, sebelum keduanya harus kembali ke rutinitas masing-masing. Liburan kali ini sama seperti liburan sebelum-sebelumnya, mereka sangat menikmati meski hanya dalam waktu yang singkat, tidak, sebenarnya mereka ingin menikmatinya, dengan kesibukan keduanya, membuat mereka sulit untuk menghabiskan hari-hari bersama.

"ayo bangun sekarang udah jam delapan, jangan menyia-nyiakan hari terakhir kita disini," Bianatya segera bangkit dari tempat tidurnya dan menuju kekamar mandi untuk segera bersiap-siap. Sedangkan yang dibangunkan masih tak bergerak sedikitpun dari mimpi indahnya.

Tiga puluh menit sudah berlalu, Bianatya bergegas keluar kamar mandi lengkap dengan pakaian yang akan menemaninya di hari ini. "what, kamu masih belum bangun, ayo buruan ntar keburu sore," gadis yang kerap disapa Bian itu segera menyusul kekasihnya yang masih terlelap. Ia mengguncang tubuh kekar yang tengah terlelap itu.

"oke, aku bangun," dengan nada kesal Jackran segera duduk. "lagian ini masih pagi, kita masih banyak waktu okay," ucapnya berniat akan membaringkan tubuhnya kembali, tapi tangan putih itu segera menahannya dengan ekspresi yang Jackran tau artinya.

Jackran duduk di sofa setelah siap dengan pakaiannya, ia hanya menggunakan baju santai celana selutut dan baju kaus hitam. "tadi katanya keburu sore, kamunya lama banget, tau gini mending kan aku tidur dulu aja tadi,".

"Iya bentar, ini juga udah mau selesai," ucap Bian dari kejauhan. Ia segara berlari ke ruang tengah. Bian juga cukup santai, ia hanya menggunakan hotpants pendek berwarna hitam dan baju berwarna putih yang semakin memperlihatkan kulit putihnya. Ia menggunakan sneakers berwarna senada dengan hotpants yang ia gunakan dan tas slingbag berukuran kecil.

"yuk cus," ucapnya dengan ceria. "sebenarnya kita mau kemana sih," ya Jackran masih tidak mengetahui kemana mereka akan pergi. Sebenarnya dia hanya ingin tinggal di penginapan, banyak hal yang bisa mereka lakukan di hari terakhir ini, seperti mereka bisa berenang, memasak, menonton film atau sekedar berbincang. Banyak hal yang bisa mereka lakukan yang biasanya mereka lakukan tetapi semenjak sibuk dengan urusan masing-masing mereka jadi jarang melakukannya.

"Hari ini aku mau piknik di taman B, itu memang khusus tempat buat piknik," hari ini Bian dalam mode semangat on, "kamu nggak akan bosan, tempat ini rekomendasi banget, jadi sayang kalau kita nggak kesana, yakan," lanjutnya dengan wajah ceria.

Jackran hanya bisa pasrah kalau Bian sudah menampilkan semangat on nya ini, Jackran tidak ingin merusak mood gadis ini. Sebenarnya Jackran tidak begitu suka untuk menghabiskan waktu di luar rumah, dan lebih tepatnya dia tidak suka bepergian. Dia hanya suka dirumah dengan gamesnya, tapi karena Bian adalah perempuan yang jarang meminta banyak hal padanya, bahkan jika Bian memiliki kesulitan ia tidak akan membaginya dengan Jackran dan hanya menyelesaikan masalahnya sendiri, dan satu-satunya keinginan Bian adalah agar mereka bisa menghabiskan waktu dengan berlibur bersama ke suatu tempat, setidaknya 3 bulan sekali atau minimal 5 bulan sekali, tidak sebenarnya mereka melakukannya ketika memperingati hari jadi mereka, ya hanya itu!.

Jackran dan Bian sudah menjalin hubungan mereka selama 7 tahun, selama 7 tahun itu pula banyak hal yang mereka lalui bersama. Mereka sudah saling mengenal satu sama lain, setidaknya itu yang mereka percaya. Sampai saat ini juga tidak ada gadis lain di hati Jackran selain Bian, menurutnya Bian adalah orang yang mampu menjaga hatinya sehingga tidak ada orang lain yang masuk dan tentunya Jackran juga tidak membukakan pintunya untuk orang lain.

Meskipun begitu, seperti pasangan pada umumnya, Jackran dan Bian juga pernah putus nyambung, saling menyakiti dan kemudian saling menyayangi. Dengan keyakinan bahwa mereka saling melengkapi, saling membutuhkan dan saling mencintai jadi alasan mereka tetap bertahan sampai sekarang.

Sesampai di tempat yang mereka kunjungi, mereka segera mencari tempat untuk mereka duduki, Bian berharap ia akan mendapatkan tempat yang sedikit sunyi dan tenang, tapi sayang saat ini sepertinya dewi keberuntungan sedang menjauh darinya.

Suasana saat ini cukup ramai, banyak orang disini bersama keluarga atau pasangan mereka. Ya tempat ini memang disediakan untuk tempat khusus piknik, hamparan hijau dengan banyak pohon yang rindang yang didepannya ada kolam dengan air yang jernih menambahkan kesan tenang dan healing. Di kolam terdapat banyak ikan yang berenang kesana kemari.

"disana aja yuk," Jackran segera melaju meninggalkan Bian yang sedikit kecewa dengan keramaiian saat ini. Bian tidak begitu menyukai tempat yang ramai dan berisik, dalam bayangannya tempat ini tidak terlalu ramai karena hari ini bukan weekend, tapi karena sudah terlanjur ia harus menikmatinya.

Bian duduk membelakangi kolam dan melihat ke jalan kecil yang ada ditengah hamparan hijau ini, banyak orang yang berlalu lalang dengan membawa cemilan atau hanya sekedar jalan-jalan, beberapa orang juga terlihat mengendarai sepeda. Ketika Bian menghadap ke kolam ia melihat anak-anak bersama orang tua mereka memberi makan ikan, disini memang telah disediakan makan ikan.

Disaat Bian sibuk dengan pikirannya sendiri, Jackran justru berbaring dan kembali ke dunia mimpi. Bian tau sebenarnya Jackran tidak begitu menikmati waktu mereka selama tiga hari ini. Jackran selalu sibuk dengan ponsel dan laptopnya, dan alhasil Bian justru jadi terabaikan, meskipun begitu setidaknya dia bisa melakukan hal yang ingin ia lakukan.

"ntar malam mau makan apa," Jackran membuka matanya mendengar Bian berbicara. "terserah kamu aja," kemudian ia kembali memejamkan matanya. Jackran tidak tidur, hanya saja angin sepoi-sepoi membuat ia merasa tenang dan ia ingin menikmatinya, "Bian benar, tempat ini benar-benar healing," gumam Jackran dalam hati. Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/mengukir-namaku-di-hatimu_18459454506909105/kita-saling-mengenal-dan-saling-mendorong-secara-bersamaan_49551720946125489">www.webnovel.com/book/mengukir-namaku-di-hatimu_18459454506909105/kita-saling-mengenal-dan-saling-mendorong-secara-bersamaan_49551720946125489</a> for visiting.

"Malam ini kita balik aja yuk," setelah sekian lama hening Bian kembali bersuara, mendengar itu tentu membuat Jackran sedikit terkejut, mengingat Bian tak pernah melewatkan waktu untuk bersenang-senang dan bahkan enggan untuk pulang kalau tidak karena kuliah mereka.

"kenapa?" Jackran melihat Bian yang hanya menatap kearah kolam. "kamu sakit?" tanyanya tak yakin.

"emang aku keliatan sakit," Bian menoleh, mata mereka saling bertemu, mereka diam seakan mereka berbicara dari hati ke hati, cukup lama akhirnya Jackran berdiri "Ayo".

"kemana, pulang?" Bian bingung sendiri. Jackran merapikan camilan mereka "kita ke supermarket, ini hari terakhir kita disini, sayang kalau kita menyianyiakan kesempatan gini,"

"aku tau kamu lagi banyak pikiran dan nggak nikmatin liburan kita, dua hari ini aku udah egois, aku pura-pura nggak tau dan mengabaikannya, jadi jangan biarin aku dengan keegoisanku,"

"aku pengen masakin makanan kesukaanmu, aku udah lama nggak masakin kamu," Jackran mulai melipat alas yang mereka duduki tadi.

Lagi-lagi Jackran tidak pernah menjelaskan apapun terhadap Bian. Jackran memang bukan tipe orang yang akan menjelaskan apa yang ia rasakan baik pada Bian maupun orang terdekat lainnya. Hal inilah yang membuat Bian tidak pernah menceritakan kesulitannya kepada Jackran, karena Bian tidak ingin hanya Jackran yang tau tentang dirinya sedangkan dia tidak tahu tentang Jackran.

Hubungan itu memang sedikit rumit, dengan kepribadian yang sedikit mirip dan dengan keyakinan yang berbeda. Ada tembok yang tidak bisa mereka hancurkan, ada pembatas yang membuat mereka perlahan menjauh satu sama lain. Mereka seperti saling mengenal tapi mereka juga saling mendorong dalam waktu bersamaan.


next chapter
Load failed, please RETRY

Gifts

Gift -- Gift Received

    Weekly Power Status

    Rank -- Power Ranking
    Stone -- Power Stone

    Batch unlock chapters

    Table of Contents

    Display Options

    Background

    Font

    Size

    Chapter comments

    Write a review Reading Status: C1
    Fail to post. Please try again
    • Writing Quality
    • Stability of Updates
    • Story Development
    • Character Design
    • World Background

    The total score 0.0

    Review posted successfully! Read more reviews

    Cost Coin to skip ad

    You can get it from the following sources

    1. 1. Daily check-in
    2. 2. Invite friends invite now >
    3. 3. Vote for new stories Vote >
    learn more >
    Vote with Power Stone
    Rank NO.-- Power Ranking
    Stone -- Power Stone
    Report inappropriate content
    error Tip

    Report abuse

    Paragraph comments

    login