Forum Download app Gifts
81.57% Nisekai / Chapter 31: Memulai usaha

Memulai usaha - Nisekai - Chapter 31 by Tampan_Berani full book limited free

Chapter 31: Memulai usaha

Sekian lama diperjalanan, mereka berdua pun sampai di kampus, lalu mereka berdua turun dari motor. Kemudian mereka berjalan sembari bergandengan tangan. Luna sangat bahagia, bisa berjalan dengan orang yang ia cintai, namun tanpa Sarah rasanya ada yang kurang. Kapan-kapan, dia ingin mengajak Sarah untuk mengunjungi lingkungan kampus.

Kemesraan mereka berdua menarik perhatian banyak orang. Ada yang menatap iri, juga membicarakan mereka berdua secara diam-diam terutama Luna. Gadis dingin, yang memakai baju yang sama setiap harinya kini memakai pakaian cukup modis. Salah satu teman sekelas berambut kribo, berkulit sawo matang, serta berpostur agak gemuk mendekati mereka berdua. Kemudian dia menepuk pundak Fadil hingga mengejutkannya.

"Darling-kun memang panutan gue, pagi-pagi begini masih sempatnya bermesraan." Sapa Fajar teman sekelasnya.

"Bisa aja elu jar, bermesraan dari mana coba?"

"Terus itu ngapain tangan pegang-pegang," ucapnya sembari menunjuk pada kedua tangan yang saling berpegangan.

Spontan mereka berdua melepas tangannya, lalu saling memalingkan wajah dengan tersipu malu. Sedangkan Fajar menertawai mereka berdua, lalu merangkul Fadil sambil berjalan dan berbincang layaknya teman dekat.

"Cepet amat sispek-nya, perasaan tubuh elu sebelas dua belas sama gue." Ujarnya merangkul Fadil, sembari menatap tubuhnya dengan terheran-heran.

"Perasaan elu aja kali, semenjak lahir gue memang sispack." Timbalnya sembari menyombongkan diri.

Tak terasa perkuliahan pun dimulai, seluruh mahasiswa kembali ke tempat duduknya masing-masing. Hari ini adalah mata kuliah pancasila. Semua mahasiswa memperhatikan, materi yang di sampaikan oleh dosen senior. Beliau berusia lima puluh tahun, dan sebentar lagi beliau akan pensiun. Sayangnya para mahasiswa benar-benar tidak memperhatikan termasuk dirinya.

Fadil duduk di bangku paling belakang, sembari menggambar pola yang tidak jelas. Sedangkan Fajar tertidur pulas, di balik tubuh Dani yang gempal dan besar. Hingga pada akhirnya dia pun di tinggal seorang diri ketika perkuliahan selesai. Fadil dan Luna beserta lainnya menahan tawa, lalu seluruh mahasiswa kelas pagi keluar untuk menjalankan aktivitasnya masing-masing.

Kini mereka berdua duduk di kursi panjang lorong, sembari menatap layar ponsel milik Fadil. Mereka berdua sedang melihat-lihat, gerobak yang mana cocok untuk berdagang. Tidak berlangsung lama Fajar pun datang, lalu ia duduk di samping Fadil dengan raut wajah mengantuk.

"Sialan elu pada malah ninggalin gue," gerutunya dengan kesal.

"Lagian tidur kayak kebo, syukur elu gak di sembelih." Canda Fadil.

"Bisa aje elu bang. By the way, elu berdua pada lihat gerobak buat apaan?"

"Oh ini, rencana gue mau buka kedai nasi goreng. Cuman bingung mau pilih yang mana," ujarnya sembari memandang ponselnya.

"Usaha kita Darling," sambung Luna.

"Bucin terus elu pada, mentang-mentang cewek gua ada di kampus seberang. Panas telinga gue," timbalnya menatap iri mereka berdua.

"Sorry kita berdua gak bermaksud pamer."

"Iya terserah elu bang, gue ngikut aja. Eh bang, kalau mau elu beli aja gerobak nasi goreng punya sepupu gue. Kebetulan dia gak jualan lagi karena dapet kerjaan bonafit. Harganya juga gak terlalu mahal, gimana bang? " tawar Fajar.

Tanpa pikir panjang Fadil pun setuju, lalu Fajar mengirimkan alamat rumahnya untuk melihat barangnya sebelum ia memutuskan. Lusa Fadil dan Luna pun mengunjugi rumah Fajar sesuai alamat yang dituju. Sesampainya di sana, Fadil melihat-lihat gerobak di depan rumahnya. Gerobak itu berwarna biru, terbuat dari kayu dan triplek berkualitas bagus, dalamnya cukup luas dan bersih tanpa cacat. Kedua roda yang kokoh tanpa bocor dan goresan sedikit pun.

Fadil setuju, melakukan transaksi dengan Fajar dan sepupunya. Tiga juta rupiah ia berikan secara kontan, lalu ia meminta mereka untuk mengirimkan gerobak tersebut ke rumahnya. Keesokan harinya sepulang kuliah, Fadil di temani oleh Sarah pergi kepasar untuk membeli kompor, kuali serta bahan-bahan lainnya untuk keperluan nasi goreng. Sesampainya di rumah, kedua gadis itu membantu Fadil dalam membuat bumbu rahasia. Ketidak mahiran Luna dalam urusan dapur, membuat masalah tersendiri bagi Fadil.

Mengupas bawang pun ia tak rapih, beruntung ada Sarah terus mengajarinya agar dirinya bisa mengerjakan keperluan di dapur, setidaknya bisa memasak nasi itu sudah cukup. Luna pun merasa gugup saat di dapur, memegang pisau ia gemetar dan bahkan ia semberono memasukkan bumbu dapur. Mereka berdua terus membimbing dan menyemangatinta walau rasa gugup itu masih ada.

Singkat cerita sore pun tiba, Luna dan Fadil membawa gerobak tersebut ke samping rumah. Lalu mereka berdua, dengan kompak mulai mempersiapkan segalanya, dimulai dari meja hingga peralatan dapur. Fadil merasa sangat gugup, sebab ini adalah hari pertama ia membuka usahanya sendiri. Kemudian Sarah pun datang, sembari membawa kardus berisi bumbu dapur di kedua tangannya. Luna pun datang membantu, lalu Luna dan Fadil menata bumbu dan keperluan dapur di tempat yang seharusnya.

Tenda merah dan pun di pasang, setiap ujungnya di ikat pada sebuah batu yang cukup berat agar tenda tidak mudah terbang. Setelah itu mereka bertiga mengelap meja hingga bersih, lalu Luna memfoto kedai tersebut pada sebuah ponsel. Kemudian dia promosikan kedai tersebut pada media sosial. Walau, jumlah followers hanya hitungan jari itu sudah cukup.

Seorang wanita berusia 35 tahun datang menghampiri mereka. Beliau mengenakan baju berlengan panjang oranye, celana jins coklat serta sepatu sandal dengan warna coklat. Beliau tersenyum ramah pada mereka bertiga.

"Selama sore," sapa Bu Ida tetangganya pada mereka bertiga.

"Sore," balas kompak mereka bertiga.

"Baru buka?"

"Iya ini lagi bere-beres," jawab Fadil. Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/nisekai_20507239805948805/memulai-usaha_55511731903974047">www.webnovel.com/book/nisekai_20507239805948805/memulai-usaha_55511731903974047</a> for visiting.

"Kalau begitu, saya pesan nasi goreng empat makan disini." Ujarnya menyebutkan pesanan.

Fadil sangat senang, mendapatkan pelanggan pertamanya lalu ia mulai memasak nasi goreng pada sebuah kuali panas. Sedangkan Bu Ida kembali ke rumah, untuk mengajak keluarganya makan. Tak berlangsung lama Bu Ida pun kembali, ia membawa dua orang anak beserta suaminya. Anak yang pertama bernama Dilan berusia 15 tahun, ia memiliki rambut hitam mangkok serta tubuhnya yang kurus. Berbeda dengan adiknya Lita berusia 11 tahun, memiliki tubuh seperti karung hanya saja kulitnya yang cerah seperti bapaknya.

Selesai memasak, Sarah menaruh hiasan daun seledri dan dua irisan timun sebelum diantar ke meja pelanggan. Setelah memberi sedikit hiasan, Luna mengantar nasi goreng pada meja pelanggan. Sesuap nasi goreng masuk kedalam mulut mereka, Fadil pun terdiam dengan jantungnya yang berdebar-debar. Dia khawatir akan kualitas masakannya tidak sesuai dengan selera mereka.

"Bagaimana nasi gorengnya apa enak?" tanya Sarah penasaran dengan penilaian pelanggan pertamanya.

"Ini enak banget Mbak Sarah," puji Bu Ida.

"Benar kata istri saya, ini adalah nasi goreng terenak yang pernah saya makan. Sumpah gak bohong, pokoknya seratus bintang saya kasih."

"Bapak terlalu berlebihan," kata Fadil dengan tutur katanya yang rendah hati.

"Sumpah Mas, saya tidak mengada-ngada. Saya berkomentar apa adanya," timbalnya membenarkan apa yang ia katakan.

Mendengar hal itu Fadil sangat senang, akhirnya masakannya telah diakui sebagai kuliner yang layak jual. Hari demi hari, pelanggan pun terus berdatangan kabar mengenai lezatnya nasi goreng buatan Fadil terus menyebar hingga keluar komplek. Warga sekitar, mulai mengenal sosok Fadil sebagai warga perumahan Mekar Sari, pembuat nasi goreng terenak.


next chapter
Load failed, please RETRY

Weekly Power Status

Rank -- Power Ranking
Stone -- Power Stone

Batch unlock chapters

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C31
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login