Forum Download app Gifts
10.22% Not a Cinder-Ella / Chapter 56: Kesepakatan

Read Not a Cinder-Ella - Chapter 56 online

Chapter 56: Kesepakatan

Luna dan Calvin duduk bersebrangan cukup jauh dengan meja milik Ella, mereka dengan serius mengamati Ella dan Nancy yang sedang berbincang di meja makan mereka.

"Calvin, kepalamu menutupi penglihatanku. Bisa sedikit kau tundukkan kepalamu!" Ucap Luna seraya menekan kepala Calvin dengan telapak tangan kanannya, agar bisa mendapatkan penglihatan dengan sudut pandang yang bagus.

"Apa yang sedang mereka bicarakan?" Tanya Calvin penasaran,

"Kalau aku tau, mungkin kita tidak perlu seperti ini Calvin. Untung wajah tampanmu menutupi kekurangan otakmu Calvin." Jawab Luna datar.

"Lihat mereka..." Ucap Calvin dengan nyaring, "Mereka berjabat tangan, apa yang sudah mereka sepakati?" Tanya Calvin lagi dan dengan lebih semangat.

Nancy terlihat bangkit dari duduknya, ada perasaan puas pada wajahnya. Wanita paruh baya tersebut pun meninggalkan Ella dan ruang restoran dan menghilang dari balik pintu utama.

Calvin dan Luna dengan segera menghampiri Ella, yang masih duduk santai menikmati minumannya. Ella memandang kedua sahabatnya dengan sebuah senyuman yang aneh dan membingungkan.

"Jadi..?" Tanya Luna,

"Apa yang sudah dia ceritakan padamu Ella, cepat katakan." Perintah Calvin dengan amat penasaran.

"Mmm... Nancy mengatakan bahwa memang benar ibuku pernah bekerja sama sebagai model untuknya, tapi tidak lama karena ibuku memilih untuk keluar dari agensinya." Jelas Ella.

Wajah Ella dan Luna semakin bingung, dan masih tidak percaya Ella menjelaskan hal tersebut dengan ekspresi wajah yang tenang.

"Tapi dia bilang dia bisa memberitahuku mengenai Sarah padaku." Ella melanjutkan penjelasannya.

"Sarah?" Calvin merasa tidak asing dengan nama tersebut, sedangkan Luna mengangguk pelan seperti sudah mengetahui arti dari nama tersebut.

"Pasti kau lupa." Tebak Luna, dan benar saja raut wajah Calvin semakin menandakan kebingungan.

"Sarah, manajer Laras.. Ibu Ella.. Hhh Calvin.. apa kau perlu meningkatkan kapasitas ingatanmu?!" Sindir Luna dengan sengaja. Kembali ia memandangi wajah Ella dengan serius.

"Jadi kau sudah mendapatkan nomor telepon Sarah? Atau kau tau dimana ia tinggal?" Calvin mulai penasaran kembali.

"Tidak, aku belum mendapatkan apapun. Sebelum aku menandatangani perjanjian kerja sama dengannya lusa." Jawab Ella.

"Ella, kupikir kau terlalu bersusah payah untuk mendapatkan informasi mengenai ibumu." Ucap Luna.

"Apa maksudmu Luna, kau tau Ella hanya ingin..." Calvin memotong pembicaraan.

"Calvin, aku belum selesai menjelaskan omonganku, dan kau terus saja berbicara. Apa bisa aku melanjutkan omonganku??" Tanya Luna menatap kesal, dan Calvin langsung merapatkan mulutnya.

"Maksudku Ella, bukankah lebih baik kau bertanya langsung pada ayahmu. Ya.. aku tau mungkin kau masih memiliki amarah pada ayahmu sendiri. Tapi bukankah ada baiknya, kau mulai menjalin hubungan baik dengan ayahmu." Ucap Luna.

Penjelasan Luna membuat Ella terdiam dan menjadi berpikir. Apakah dia perlu bertemu dengan ayahnya kembali, apakah ayahnya akan memberitahu apa yang sudah terjadi selama ini?

***

Thomas duduk menatap beberapa laporan keuangan yang baru saja ia terima, putranya Edward pun ikut menatap beberapa salinan laporan yang sedang ia pelajari.

"Bagaimana persiapan pernikahanmu?" Tanya Thomas memecah kesunyian di antara mereka berdua. Edward hanya sedikit mendongak, melihat ayahnya tidak menatap padanya. Edward kembali berpusat pada laporan yang berada di tangannya.

"Abigail sudah mengatur semuanya." Jawab Edward singkat.

"Jadi Ayah sudah mendapatkan perjanjian kerja sama dengan keluarga Smith?" Tanya Edward dan meletakkan laporan kerja di atas meja. Menatap ayahnya yang masih saja sibuk mengamati angka-angka yang tertera pada laporan kerja tersebut.

"Tepatnya Smith Bank, bukan keluarganya. Kunjungan kemarin berhasil, dan semoga ini bisa memperbaiki kinerja perusahaan kita." Jelas Thomas, dan sudah mulai menatap wajah putranya.

"Kalau bukan karena kecurangan pamanmu, perusahaan ini tidak akan goyah dan kita bisa mendapatkan lebih banyak para investor pada dua tahun ini."

Edward menarik nafasnya dengan kesal, "Kenapa? Kalau memang ada permasalahan di anatara kalian. Kenapa kalian harus mengorbankan anak-anak kalian dalam bisnis kalian." Sindir Edward.

"Apa kau merasa terpaksa Edward? Apa karena pernikahan ini? Bukan aku yang meniduri putri dari Alan Smith." Balas Thomas. Edward menggertakkan giginya, ingin sekali ia membalas ucapan ayahnya.

"Aku sudah membuat kesepakatan."

"Apa? Kesepakatan? Apa maksudmu Edward?" Tanya Thomas masih dengan curiga,

"Setelah bayi itu lahir, aku akan melakukan tes DnA. Apa benar bayi itu adalah anakku atau bukan." Ucap Edward.

"Bagaimana kalau ternyata bayi itu adalah anakmu?" Tanya Thomas kembali, Edward menatap ayahnya. Dan dia tidak menjawab pertanyaan ayahnya, dia bahkan belum memikirkan mengenai hal tersebut.

Selama ini Edward sangat yakin kalau dirinya tidak menghamili Abigail, tapi bagaimana kalau ternyata dia salah. Bagaimana kalau Abigail memang mengandung anaknya, bagaimana kalau itu terjadi. Apakah dia harus terus bersama dengan wanita yang tidak ia cintai?

***

Emma Huxley, bersama dengan Marioline sedang duduk di sebuah ruangan yang penuh dengan gaun berwarna putih. Gaun putih yang sangat di dambakan bagi semua wanita yang akan menikah.

Clarissa baru saja keluar dari ruang gantinya, "Bagaimana penampilanku Mrs. Marioline?" Tanya Clarissa dengan sengaja mengacuhkan Emma yang sedang mengamatinya.

"Kau terlihat...." Ucap Emma.

"Kau terlihat cantik sayang." Marioline memotong ucapan Emma dengan sengaja, mata Clarissa terlihat senang saat Marioline menyanjungnya. Emma mengatupkan bibirnya, seraya memberikan sebuah senyuman yang dipaksakan.

Marioline sedikit melirik ke arah besannya, tapi dari tatapannya terlihat sebuah kepuasan karena bisa menyombong dihadapan besannya tersebut.

Tidak lama Abigail pun keluar dengan gaun putihnya yang sangat indah, gaun yang panjang, menutupi bagian dadanya. Tapi bagian punggungnya terbuka cukup lebar, memperlihatkan tulang punggung Abigail dan lekuk pinggangnya yang masih ramping.

"Abigail.. Lihat kau terlihat cantik. Sangat cantik." Puji Clarissa, dan langsung memperhatikan payet-payet cantik yang tersusun rapi di bagian bawah gaunnya.

"Terimakasih Clarissa, kau juga terlihat cantik dengan gaunmu." Balas Abigail.

"Tentu saja, kalian berdua terlihat cantik. Terutama kau Abigail, karena kaulah mempelai wanitanya." Ucap Marioline seraya mengarahkan putrinya melihat cermin yang berada di dekatnya.

Emma hanya bisa terdiam dan memberikan senyuman kecil, semenjak Clarissa mengetahui yang sebenarnya. Emma terus saja dianggap sebagai seorang asing. Dalam diam Emma masih menahan kesabarannya, walau dia sendiri tidak tau kapan batas kesabarannya akan habis.

Abigail tersenyum menatap dirinya dalam cermin, pikirannya sudah jauh membayangkan hari pernikahannya yang sebentar lagi. Ia pun meraba perutnya tanpa ia sadari, anak ini lah yang harus ia pertahankan. Karenanya ia bisa menikah dengan Edward, dan berharap bisa memiliki keluarga yang sempurna dan bahagia. Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/not-a-cinder-ella_13184655005990605/kesepakatan_37708699757772606">www.webnovel.com/book/not-a-cinder-ella_13184655005990605/kesepakatan_37708699757772606</a> for visiting.


next chapter
Load failed, please RETRY

Privileged

More Privileged Chapters

Download the app and become a privileged reader today! Come take a sneak peek at our author's stockpiled chapters!

Download

Gifts

Gift -- Gift Received

Batch unlock chapters

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C56
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews
Send Gifts
Gifted
Thank you for your generous gift.

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login
Report inappropriate content
error Tip

This's an experimental test for reading assistance in case.

We highly recommend you to enjoy the beauty of the original words.