Forum Download app Gifts
100% Penjelajah Waktu Pengubah Takdir / Chapter 38: Menantu yang Kabur dari Rumah

Menantu yang Kabur dari Rumah - Penjelajah Waktu Pengubah Takdir - Chapter 38 by Ash_grey94 full book limited free

Chapter 38: Menantu yang Kabur dari Rumah

Kaila berjalan dan bertemu Saras, ibu Evan, yang sedang berbincang tidak jauh dari sana. Wanita itu sekarang terlihat bangga. Anaknya dulu belajar dengan kurang baik, dan kemudian Adelia membantunya. Nilainya meningkat pesat, dan dia berprestasi sangat baik selama ujian masuk perguruan tinggi. Dia diterima di universitas di Jakarta, yang membuat Keluarga Sinarta merasa bangga.

"Biar kuberitahu, ada pemanas di tempat tinggalnya, jadi dia tidak akan membeku meski hawanya dingin. Makanan di kafetaria juga sangat enak. Di sana juga menjual daging dari waktu ke waktu." Dengan senyuman di wajah Saras, semakin banyak dia membicarakannya, semakin dia menjadi bahagia dan bangga.

Saras melanjutkan, "Evan kembali dan memberitahu padaku bahwa jurusan komputer yang dipelajari olehnya ini akan menjadi populer di masa depan. Aku takut dia akan tetap tinggal di Jakarta setelah lulus. Mulai sekarang, dia akan menjadi penduduk asli Jakarta sepertinya."

Wanita di pedesaan yang sedang mendengar Saras ini menjadi sangat iri. Mereka berpikir bahwa mereka akan kembali dan mengajar anak-anak mereka dengan baik, sehingga mereka juga akan diterima di universitas di masa depan.

Saras saat ini melihat Melihat Kaila berjalan putus asa, dia berpura-pura sangat prihatin dan mendekat, "Kaila, kapan kamu kembali? Apa yang kamu lakukan?"

Kaila tidak mendengar Saras berbicara, dan terus bergerak maju. Jejak ketidaksenangan melintas di mata Saras, dan dia mengulurkan tangan untuk meraih tangan Kaila. Dia tidak tahu mengapa, tapi kini dia selalu memandang rendah Kaila. Dia selalu ingin memarahi gadis ini setiap saat dia melihatnya.

"Ada apa denganmu, nak?" tanya Saras.

Kaila kembali ke akal sehatnya setelah diseret. Dia tidak ingin sikap tidak sopannya ini menimbulkan masalah di depan orang, jadi dia memberikan senyum terpaksa, "Aku akan pulang."

Saras tersenyum, "Itu benar, kamu hanya bisa kembali ke rumah Keluarga Sudrajat jika kamu pulang sekarang. Bagaimanapun, keluarga kandungmu telah memutuskan hubungan denganmu. Sungguh menyedihkan bahwa kamu tidak bisa memasuki rumah keluargamu sendiri mulai sekarang."

Beberapa wanita datang dan berbicara tentang Kaila.

"Sayang sekali, tapi ini adalah ulahnya sendiri. Aku belum pernah melihat orang yang begitu kejam, sangat tidak ingin adiknya masuk perguruan tinggi dan menipunya dengan mengambil surat penerimaannya."

"Sebelumnya, dia ingin menyakiti Adelia, dan dia ingin memberikan obat tidur kepada Adelia selama ujian masuk perguruan tinggi. Pantas saja Yanuar memutuskan hubungan dengannya. Siapa yang ingin memiliki anak gadis seperti itu?"

"Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan ketika dia kembali kali ini, tapi aku khawatir tidak akan baik."

Kata-kata ini masuk ke telinga Kaila sedikit demi sedikit, membuatnya merasa lebih tidak nyaman. Dia berangsur-angsur mengubah wajahnya, dan membalas dengan marah, "Apa pun yang aku lakukan adalah urusan keluargaku, jadi jangan ikut campur."

Melihat mata menghina dari Saras ketika dia menatapnya, dada Kaila dipenuhi dengan amarah. Dia mendorong semua orang menjauh, "Ada yang harus kulakukan, aku pergi dulu."

Ketika Kaila berjalan depan, semua orang di belakangnya mulai mengutuk lagi.

"Dasar gadis tidak tahu malu!"

"Tanpa sopan santun seperti itu, siapa yang ingin dekat-dekat dengannya?"

"Dia adalah seorang menantu, tapi dia malah keluar sepanjang hari tanpa kembali. Siapa yang tahu dengan pria liar mana dia menghabiskan waktunya selama ini? Raditya sungguh tidak beruntung mendapatkan gadis ini."

____

Adelia tidak peduli lagi pada Kaila. Dai sedang mempersiapkan

sesuatu untuk Tahun Baru Imlek. Keluarga Widjaja menghasilkan uang tahun ini, jadi tentu saja ini akan menjadi tahun yang menyenangkan.

Hilmy sudah pergi untuk membeli seekor babi hidup utuh yang beratnya lebih dari 200 kilogram, dan membawanya kembali untuk mencari seseorang untuk memotong babi tersebut. Dia dan kedua saudaranya itu berbagi seekor babi secara merata, jadi mereka cukup daging.

Yanuar juga membeli ayam, bebek dan ikan, sedangkan Surya membeli banyak barang. Saat ini, keluarga itu sibuk memasak daging, membuat kroket, bakpao, dan tahu.

Indira meminta Adelia agar beristirahat saja setiap hari, jadi Adelia tidak punya pilihan selain hanya menghirup aroma makanan enak. Selain itu, Adelia masih harus membantu pekerjaan rumah Alvin. Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/penjelajah-waktu-pengubah-takdir_20440054806484605/menantu-yang-kabur-dari-rumah_56677304708945569">www.webnovel.com/book/penjelajah-waktu-pengubah-takdir_20440054806484605/menantu-yang-kabur-dari-rumah_56677304708945569</a> for visiting.

Alvin memiliki otak yang sangat pintar, tetapi dia tidak bekerja keras. Dia agak tidak bisa duduk diam. Jika dia belajar sendiri, dia tidak akan bisa berkonsentrasi, tetapi jika seseorang menemaninya, dia pasti akan belajar dengan baik.

Adelia ingin agar Alvin juga mengikuti ujian masuk universitas, jadi wajar saja, ketika dia di rumah, dia akan mendukungnya dan membantunya belajar setiap hari. Alvin yang dibantu oleh Adelia ini dengan panik meneliti pertanyaan-pertanyaan di kertas. Ini membuat kepalanya menjadi pusing.

Namun, Alvin juga tahu bahwa apa yang dilakukan Adelia ini untuk kebaikannya sendiri. Meski enggan, ia tetap belajar dengan sabar. Adelia takut Alvin akan kembali malas-malasan setelah dia pergi, jadi dia pergi ke rumah Surya untuk mencari Andin. Dia meminta Andin untuk mengawasi Alvin.

Pada saat Adelia hampir mengatur segalanya, Tahun Baru sudah tiba. Dia membeli banyak melon dan permen untuk diletakkan di rumah hari itu, dan Yanuar membeli sekotak anggur lagi. Kemudian, dia berkata bahwa Indira akan memasak beberapa hidangan di malam hari. Dia pun memanggil saudara-saudaranya agar ke rumah.

Ketiganya sedang minum beberapa cangkir di malam hari ketika mendengar suara ketukan di pintu. Alvin yang mendengar ini langsung pergi untuk membuka pintu. Dan ketika pintu terbuka, dia melihat tiga bersaudara dari Keluarga Sudrajat berdiri di gerbang dengan ekspresi tidak ramah.

"Ada apa?" Alvin melihat ada yang tidak beres dan buru-buru berteriak, "Ayah, ayah, cepat keluar!"

Adelia mendengar suara itu, dan dia juga melihat bahwa tiga bersaudara dari Keluarga Sudrajat sepertinya datang untuk mencari masalah, jadi dia bergegas mencari seseorang. Ketika Adelia memanggil Hilmy, Surya, dan beberapa pamannya yang lain, Raditya dan ketiganya dengan tegas berbicara dengan Yanuar.

Adelia diam-diam menarik Alvin dan menanyakan beberapa hal sebelum dia tahu apa yang sedang terjadi. Ternyata Kaila melarikan diri. Kaila kembali ke rumah Keluarga Sudrajat, Raditya memarahinya, dan keduanya mulai berkelahi. Kaila menggunakan uangnya untuk meminta Evita, Melly dan Livina agar mengatakan hal-hal yang baik.

Kaila juga dengan sabar membujuk Raditya, membeli banyak barang tahun baru. Setelah mendapat apa yang diinginkan, yaitu Kartu Keluarga milik Keluarga Sudrajat, Kaila kabur dengan barang-barangnya kemarin malam ketika tidak ada seorang pun rumah.

Raditya kembali dan tidak bisa melihat Kaila di mana pun. Seseorang mengatakan bahwa dia melihat Kaila di kantor daerah. Oleh karena itu, Raditya tahu bahwa Kaila pasti telah melarikan diri. Raditya penuh dengan api amarah. Setelah bangun pagi untuk sarapan, dia datang ke rumah Keluarga Widjaja.

Yanuar mengenakan mantel militer dan berdiri di halaman. Dia bahkan tidak meminta mereka untuk masuk. Dia dengan tegas berkata, "Keluarga kami telah memutuskan hubungan dengan Kaila sejak lama. Dia bukan putriku, dia adalah menantu di Keluarga Sudrajat. Apa gunanya mencari kami?"

Hilmy berjalan mendekat dan berkata, "Ya, ketika kami memutuskan hubungan, kami menyebutkannya secara khusus ke rumahmu. Sekarang jika kamu tidak dapat menemukan istrimu sendiri, tidak tepat bagimu untuk datang kemari dan membuat masalah."

Seluruh tubuh Raditya gemetar, ada amarah di matanya, "Ketika dia menikahi denganku, dia masih anggota Keluarga Widjaja, kan? Kalian juga menerima hadiah dari keluarga kami. Sekarang saat dia sudah pergi, siapa lagi yang bisa aku cari?"

"Ya, kalian harus bertanggung jawab. Kembalikan hadiah itu!" Nalendra dan Dyaksa juga membantu Raditya.

Yanuar menjadi marah saat mendengar ini. "Hadiah? Kalian masih tidak tahu malu menyebut mahar pengantin?" Dia melihat ke atas dan ke bawah Raditya, "Pada awalnya, aku tidak tahu bahwa kamu adalah seorang bajingan keras kepala. Aku berpikir bahwa Kaila akan menjalani kehidupan yang baik denganmu. Tapi ternyata kamu malah berani memukuli istrimu sendiri saat itu."

Yanuar menarik napas dalam-dalam pada titik ini, dan tiba-tiba merasa sedikit tidak berdaya, "Sekarang kamu masih memiliki wajah untuk berbicara denganku tentang hadiah pernikahan yang ala kadarnya itu?"


next chapter
Load failed, please RETRY

New chapter is coming soon Write a review

Weekly Power Status

Rank -- Power Ranking
Stone -- Power Stone

Batch unlock chapters

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C38
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login