Forum Download app Gifts
100% SHIRO THE MAGICIAN / Chapter 8: Tuan Max

Tuan Max - SHIRO THE MAGICIAN - Chapter 8 by Ai_S_Sena full book limited free

Chapter 8: Tuan Max

Aku dan Mami sedang dalam perjalanan pulang ketika kami bertemu seekor bayi kucing yang menurutku pasti dibuang oleh ownernya karena meletakan di dalam kotak, di pinggir sebuah gang dan ada semangkuk makanan di dalam kotaknya.

"Kasihan sekali!" ucap si Mami ketika baru akan menyentuh bayi kucing itu muncul seorang laki-laki tua awal lima puluhan membawa potongan bagian bawah botol air mineral berisi air.

Laki-laki itu terdiam melihat Mami lalu menyembunyikan apa yang dibawanya tadi ke balik punggungnya, namun airnya tumpah dan mengenai pinggang celananya. Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/shiro-the-magician_20619707105054705/tuan-max_55516724803456392">www.webnovel.com/book/shiro-the-magician_20619707105054705/tuan-max_55516724803456392</a> for visiting.

Mami menyodorkan saputangan pada lelaki itu. "Pakailah ini tuan Max."

Lelaki tua bernama Max yang ternyata kenalan Mami menerima saputangan dengan ragu-ragu awalnya. "Bukan aku yang membuangnya." Ucap tuan Max ketika mengambil saputangan milik Mami untuk mengeringkan celana panjangnya.

"Ya, saya tahu. Tuan tidak memilik hewan peliharaan."

Tuan Max mengangguk pelan. "Saya menemukan tadi. Berteriak sendirian di lorong ini. Jadi saya membelikan makanan dan mencarikan air agar tidak kehausan."

"Tuan sungguh baik.'' Puji Mami tulus.

''Tidak, itu tidak benar. Saya hanya kebetulan lewat saja ketika anak itu menangis.'' Tuan Max berjongkok di hadapan kotak kardus. Mengusap kepala bayi kucing yang mungkin baru bisa melihat dunia, namun dengan tidak berperasaannya ownernya telah membuang dan memisahkan dari induknya padahal bayi kucing itu sangat membutuhkan kasih sayang dari induknya.

Akhinya kami bertiga pergi ke sebuah klinik hewan yang tidak jauh dari apartemen kami. Hanya berjarak sekitar satu blok saja. Di klinik hewan itu, dokter memeriksa bayi kucing secara keseluruhan. Tidak ada masalah kesehatan hanya sedikit dehidrasi saja karena sudah hampir satu hari tidak menyusu. Selain itu dokter juga memprediksi umur bayi kucing itu sekitar satu bulan lebih sedikit dan bayi itu kucing itu ternyata ras Persia dan berjenis kelamin betina.

Pada akhirnya tuan Max bingung dan kasihan melihat bayi kucing yang terlantar itu. ''Aku merasa kasihan padanya, tapi aku tidak tahu cara merawat bayi kucing. Aku juga tidak pernah memelihara kucing ataupun hewan lainnya selama masa mudaku, jadi karena itulah aku tidak tahu cara merawatny.''

Dokter hewan klinik itu yang seorang wanita dewasa bertubuh super sexy dan ditambah lagi dengan kaos berpotongan dada rendah yang dan ketat mengepres bentuk tubuhnya sehingga terlihat jelas jika dokter itu tidak menggunakan bra dibalik kaosnya yang terlihat dari menonjolnya putingnya. Ditambah pula dengan roknya yang panjang namun belahannya tak kalah panjang hingga ke pangkal paha.

Seorang pelanggan laki-laki muda yang mungkin seumuran dengan Mami memperhatikan tanpa henti dokter itu. Atas dan bawah.

''Tuan Max, jika anda bingung untuk sementara akan saya rawat kucing kecil ini. Tapi jika dalam waktu tujuh hari tuan tidak datang menjemputnya, akan saya lepas adopsi pada orang lain yang menginginkan bayi ini! Bagaimana? Apa anda setuju dengan saya, tuan Max?''

"Baiklah dokter. Sebelum tujuh hari akan saya kabari anda tentang keputusan akan memeliharanya atau tidak."

Kami akhirnya pergi setelah tuan Max mengambil keputusan. Si Mami menggendongku dengan menghadapkan kepalaku kebelakang. Saat itu sebelum benar-benar keluar dari klinik aku melihat dokter sexy itu dan si pelanggan laki-laki yang membawa seekor kucing terlihat saling berpelukan, berciuman seolah tidak mau kalah dan ingin menelan lawan bercumbunya bulat-bulat. Selain itu tangan si lelaki tadi aku lihat menyusup masuk dari dalam kaos si dokter.

'Ugh... apa mereka tidak punya malu melakukan hal yang lebih di dalam klinik karena sewaktu-waktu pelanggan lain pasti datang lalu melihat mereka melampiaskan hasrat di sofa ruang tunggu klinik.

"Kamu lihat apa?"

"Dokter jalang!" bisikku pada Mami yang menggendongku karena tuan Max masih bersama kami dengan berjalan satu langkah di depan kami berdua. Tuan Max tidak boleh sampai tahu jika aku bisa bicara, terlebih sampai tahu kalau aku adalah seorang penyihir.

"Oh... dia memang wanita jalang, tetapi kita tidak boleh menilai seseorang dari luarnya saja. Dia menjadi dokter hewan karena rasa pedulinya pada hewan-hewan terlantar. Dia juga sering membantu hewan yang dianiaya manusia dan menuntut orang bersangkutan agar tidak mengulangi perbuatannya pada hewan lain." Jelas Mami dengan berbisik pula.

Hum... ternyata aku yang keseringan tertidur ini benar-benar tidak tahu apapun yang terjadi pada sekitar. Baiklah... selagi aku menjadi kucing aku akan membantu hewan lain yang membutuhkan bantuan dan juga para ownernya seperti kejadian pada Carol.

"Bagaimana keadaan Carol?" bisikku.

"Luka dari bentuk penyiksaan si penyihir itu sudah berangsur pulih. Dia hanya sedikit trauma dengan laki-laki yang bersikap kasar. Siapa yang tidak trauma jika diperkosa, disiksa dan dijadikan inang iblis! Aku sungguh merasa kasihan padanya. Sebenarnya dia ingin berterimakasih padamu karena telah menolongnya melewati kesulitan..."

"Itu tidak perlu. Dia sudah sehat dan baik saja sudah membuatku senang. Sampaikan itu padanya kalau mengunjunginya."

"Baiklah tuan Shiro."

Sesampainya di gedung aparteman delapan lantai yang membebaskan penghuninya memelihara hewan apa saja yang tidak berisik, tuan Max akhirnya undur diri.

"Saya duluan nona Karin." Ucap tuan Max yang tinggal di lantai satu apartemen yang dikhusukan untuk para orangtua yang di atas usia lima puluh tahun ke atas jika ada.

"Baiklah tuan Max." Si Mami melambaikan tangan pada tuan Max.

Kami menaiki tangga untuk pergi ke apartemen di lantai empat. Entah kenapa aku setuju pada Mami untuk turun atau naik tangga ke apartemen tempat kami tinggal. Rasanya enak berjalan kaki bagi seekor kucing yang hampir seharian terkurung di rumah saja dan menghabiskan waktu untuk tidur.

"Tuan Max orang yang sedikit aneh." Ucapku.

"Tidak juga. Dia hanya sedikit kaku pada orang lain karena seorang pensiunan tentara." Sahut si Mami memperhatikan aku berjalan sejajar dirinya pada sisi kiri.

"Kenapa melihatku seperti itu?"

"Kamu membuat tubuh Shiro bertambah gemuk karena makan sosis dan nugget tiap hari!"

Aku menatap bengis pada Mami. "Huh! Apa maksudmu aku harus makan sereal kucing yang rasanya asin itu?"

"EH? ASIN?!" si Mami terkejut bukan main. Tampaknya ia baru tahu tentang hal itu. "Jangan bohong! Bukannya kamu tidak memakannya sekeping pun?"

"Aku tak mau makan bukannya aku tidak tahu. Queen dan beberapa kucing lain yang aku temui di taman mengatakan serel itu rasanya asin! Aku sudah melakukan survei dan asal kamu tahu, sembilan dari sepuluh ekor kucing, hanya satu yang benar-benar menyukai sereal asin buatan human itu!"

Si Mami menghela nafas berat. "Pantaslah Shiro kurang menyukai sereal yang kamu maksud..."

"Kalian sebagai manusia juga harus tahu apa rasa makanan yang kalian buat itu asin atau tidak. Jangan asal beli yang praktis dan tinggal kasi saja, tetapi tidak memikirkan apa rasanya dan apa akibatnya pada hewan peliharaan."

"Baiklah tuan Shiro. Kalau begitu akan saya buatkan makan saja kalau begitu."

"Bagus!"


CREATORS' THOUGHTS
Ai_S_Sena Ai_S_Sena

Halo...

Selamat pagi, siang, sore ataupun malam, di mana saja kalian berada, saya harap kalian semua dalam keadaan baik-baik saja.

Silahkan komentar, kritik, saran dan Power Stonenya jika kalian menyukai cerita ini ^_^

next chapter
Load failed, please RETRY

New chapter is coming soon Write a review

Weekly Power Status

Rank -- Power Ranking
Stone -- Power Stone

Batch unlock chapters

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C8
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login