Forum Download app Gifts

CHAPTER 8: MASA LALU - When They Are Summoned To Another Wold To Become Heroes - Chapter 8 by Ayasaki3211 full book limited free

Chapter 8: CHAPTER 8: MASA LALU

Tidak ada POV

Di wilayah Barat Daya terdapat lima kereta kuda yang sedang berjalan meninggalkan kota, di sekitar kereta kuda terdapat 60 prajurit yang mengelilingi, jika dilihat lebih jelas. Kereta kuda tersebut membawa banyak sekali makanan, pakaian, dan lain-lain. Dan di kereta paling tengah terdapat kereta kuda yang membawa empat orang.

Betul, mereka adalah Yukki, Fauzan, Hasshi, Zaky. Kenapa mereka juga ikut? Dan kenapa banyak sekali prajurit yang ikut? Alasannya adalah karena perjalanan mereka semua adalah ke kota selatan. Dua hari yang lalu mereka mendapatkan kabar bahwa kota Higuria telah diserang oleh pasukan raja iblis. Para pahlawan yang berada di Barat Daya langsung segera mempersiapkan semua keperluan. Dan mereka bisa berangkat pada kemarin malam.

Diantara kelompok pahlawan, ada tiga kelompok pahlawan saja yang akan datang. Mereka adalah kelompok Fauzan, kelompok Afandy, dan kelompok Nizar, tentu saja alasan raja menyuruh ketiga kelompok tersebut untuk membantu adalah karena kelompok Fauzan dan kelompok Nizar sangat dekat dengan wilayah Selatan, sehingga hanya membutuhkan dua hari saja.

Terus, kenapa kelompok Afandy juga? Padahal mereka cukup jauh. Ya emang sih jika dibandingkan dua kelompok lainnya, kelompok Afandy yang paling jauh. Terus kenapa? Alasannya adalah, selama dua minggu ini. Mereka berempat telah berkembang pesat, apalagi Kanon. Selain itu juga, di kota Zelda, merupakan kota pusat pembuat obat-obatan kerajaan.

"Kira-kira kapan kita tiba?" Tanya Zaky.

"Sebentar lagi kita akan tiba di sebuah desa kecil, kita akan beristirahat sekalian memberikan makan kuda. Setelah itu, kita akan berangkat lagi." Jawab Fauzan sambil melihat map. "Dan menurutku, kita akan tiba antara besok pagi atau siang."

"Apakah Amita dan yang lainnya akan baik-baik saja?" Tanya Hasshi cemas.

"Tenang saja." Ucap Yukki. "Selama ada Hanif, mereka akan baik-baik saja."

Semua orang yang berada di kereta mengangguk. Memang betul apa yang Yukki katakan, di antara member inti DBF. Hanif berada di peringkat dua dalam pertarungan fisik, selain itu juga Hanif selalu saja bisa memprediksi sesuatu jika ada hal yang tidak beres. Maka dari itu, Fauzan dan yang lainnya tidak terlalu cemas.

Setelah itu kelompok Fauzan tiba di sebuah desa. Fauzan yang di temani oleh Zaky menjelaskan kepada kepala desa bahwa tujuan mereka hanyalah beristirahat sebentar, tentu saja Fauzan menunjukkan sebuah kartu yang menunjukkan bahwa dirinya adalah pahlawan. Tentu saja kepala desa dan warga desa menerima mereka dengan hangat di malam yang dingin.

"Ah, akhirnya bisa tiduran." Ucap Zaky sambil tiduran di lantai rumah seorang warga.

"Beristirahatlah, karena setelah ini kita akan langsung ke tempat Hanif." Ucap Fauzan.

"Baik… Baik…"

Kemudian dari arah dapur muncul seorang ibu-bu yang membawa nampan yang berisi gelas dan teko. "Silahkan tehnya."

"Seharusnya anda tidak perlu seperti itu." Balas Hasshi sopan.

"Tenang saja. Ini tidak apa-apa."

Setelah ibu tersebut berkata seperti itu, dia mulau duduk di depan Hasshi dan Fauzan. Fauzan mulai mengambil salah satu gelas dan meminumnya. Fauzan terkejut karena teh tersebut sangat enak dan tidak. Hasshi dan Yukki ikut meminum juga, mereka berdua memuji ibu tersebut karena tehnya yang enak. Setelah itu, mereka bertiga mulai berbincang dengan ibu tersebut.

Di sebuah dataran tinggi yang tidak jauh dari desa, terdapat seorang bertudung. Karena seluruh tubuhnya di tutupi oleh jubah bertudung, jadinya tidak tahu apakah dia laki-laki atau perempuan. Dan di belakang dia terlihat banyak sekali pasukan goblin. Mereka semua totalnya adalah 200 pasukan, dan semuanya di lengkapi oleh senjata.

"Tampaknya mereka semua sedang beristirahat." Kemudian orang tersebut mengangkat pedangnya ke atas. "Serang!!"

"Eh!?" Ucap Fauzan sambil melihat ke jendela.

"Ada apa?" Tanya Zaky yang baru bangun.

"Entahlah, tapi aku harus memeriksanya." Kemudian Fauzan mulai pergi ke luar rumah. "Semuanya!! Cepat keluar!!"

Kemudian semua orang mulai keluar rumah. Zaky, Hasshi, Yukki mendekati Fauzan. Fauzan hanya terdiam. Hasshi yang penasaran dengan Fauzan mulai bertanya kepada Hasshi.

"Fauzan, ada apa?"

"Lihatlah disana." Balas Fauzan sambil menunjuk ke dataran tinggi.

Zaky dan yang lainnya terkejut melihat ke arah yang di tunjuk oleh Fauzan. Di mata mereka, mereka melihat pasukan goblin yang mau mendekati desa. Mereka tidak menyangka bahwa desa yang mereka tinggali di serang oleh pasukan goblin. Ya, walaupun mereka semua sudah sering berburu goblin dan semacamnya. Tapi, kali ini adalah pasukan goblin. Tanpa perlu menunggu lama, Fauzan mulai memberi perintah.

"Yukki!! Suruh semua pasukan untuk evakuasi penduduk. Zaky, jaga belakangku. Dan Hasshi, siapkan sihir pelindung!"

"Baik!!"

Kemudian Zaky, Hasshi, dan Fauzan berlalri menjauhi desa. Hasshi merapalkan sihir pelindung sehingga muncul pelindung yang melindungi desa. Zaky mulai mengeluarkan dua mini axe nya, Fauzan mulai merapalkan sihirnya dan seketika muncul lingkaran sihir di bawahnya. Lingkaran sihir tersebut mulai bersinar dan muncul sebuah pedang besar.

"Terimalah, shizuna."

Fauzan pun langsung menyabut pedang tersebut dari lingkaran sihir. Fauzan dan Zaky pun langsung berlari menuju pasukan goblin. Fauzan mulai melakukan serangan pertama dan 5 goblin langsung terbelah. Zaky langsung membunuh banyak goblin dengan kecepatannya. Hasshi yang berada cukup jauh dari Zaky dan Fauzan, mulai merapalkan sihir petir dan menyerang sebagian goblin.

Yukki yang membantu pasukan untuk evakuasi, melihat ada lima goblin besar yang masuk ke desa. Ada dua pasukan yang berusaha untuk melakukan perlawanan, dan mereka pun langsung terbunuh oleh para goblin tersebut. Yukki yang secara langsung melihat kematian dua pasukannya, mulai terjatuh lemas. Seluruh tubuhnya mulai gemetar.

Kemudian dia melihat ada salah wanita tua desa yang di tangkap oleh salah satu goblin. Dia tahu kalau dia adalah pahlawan, dan tugas pahlawan adalah melindungi yang lemah. Tapi, dia tidak bisa melakukannya, karena dia mengingat kembali TRAUMA nya ketika 3 tahun yang lalu.

3 tahun yang lalu...

Ketika itu, Yukki masih berumur 13 tahun. Dia juga pada saat itu sedang berada di Amerika untuk sekolah, pada saat itu juga dia masih seorang biasa dan belum bergabung dengan DBF. Dia tinggal di Amerika di rumah neneknya. Selain itu juga, dia mempunya seorang teman yang bernama Rory, mereka berdua adalah sahabat yang sangat dekat.

Dan semua itu berakhir ketika suatu insiden. Pada saat itu, Yukki dan Rory pergi ke bank untuk mengambil tabungan Rory, Rory bilang bahwa dia mau membelikan sebuah mainan untuk adik laki-lakinya yang akan ulang tahun.

Tapi, ketika mereka di bank. Ada sekelompok perampok bersenjata yang menyerang bank tersebut. Semua orang termasuk Yukki dan Rory hanya bisa menuruti perintah para perampok tersebut, karena Rory adalah salah satu orang yang memiliki sabuh hitam judo di sekolahnya, dia memutuskan untuk melawan para perampok.

Yukki yang melihat sahabatnya mulai beriri dan menyerang salah satu perampok hanya bisa terdiam ketakutan saja. Dia takut bukan karena kekuatan dari Rory, melainkan dia takut nanti sahabatnya akan terluka. Sebenarnya dia ingin membantunya,, tapi seluruh tubuhnya sangat lemas sehingga tidak bisa bergerak.

Dor!!

Yukki membuak matanya dengan lebar karena melihat Rory yang tertembak di bagian pahanya. Seketika Rory terjatuh dan berteriak kesakitan, selama itu. Rory berteriak meminta tolong kepada Yukki untuk menolongnya, tapi Yukki hanya terdiam gemetar saja karena dia takut. Rory yang tidak percaya melihat sahabatnya tidak bergerak karena takut, mulai memasang wajah marah dan berteriak kepada Yukki.

"DASAR PENGKHIANAT!! CEPAT TOLONG DIRIKU!! YUKK-"

Dor!!

Sebelum Rory selesai berbicara, kepalanya telah tertembak oleh salah satu perampok. Yukki yang melihat kejadian itu mulai muntah karena baru pertama kali melihat orang mati dibunuh, apalagi itu adalah sahabatnya. Tidak lama kemudian, dia mulai pingsan karena tidak kuat menahan.

Di berita bahwa para perampok tersebut berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Dan mereka menyatat hanya ada satu orang saja yang tewas. Tentu saja itu adalah Rory, Yukki yang mendengar hal tersebut mulai syok dan tertekan. Dia tidak percaya bahwa dirinya telah membunuh Rory secara tidak langsung, di dalam dirinya dia merasa bersalah karena tidak membantunya.

Keesokan harinya ketika di sekolah. Yukki menjadi bahan pembicaraan oleh semua murid dan guru, bahkan ada beberapa murid yang mulai mengganggunya. Tiga bulan kemudian dia kembali lagi ke Indonesia karena tidak tahan lagi mentalnya. Yukki pun pada akhirnya masuk ke DBF karena itu adalah tempat yang membuat dia nyaman. Dan pada saat itulah, bahwa insiden yang menimpa Yukki menjadikannya trauma.

Kembali ke waktu sekarang...

Saat ini, Yukki hanya bisa terdiam ketakutan saja, di depannya ada satu ibu tua yang mau di bunuh oleh goblin. Kemudian dari belakang Yukki muncul sebuah bayangan. Bayangan tersebut mulai berubah wujudnya sehingga wujudnya mirip Rory.

(Jadi, apakah kamu hanya akan terdiam saja dan membiarkan orang desa tersebut mati?)

"Diam!!" Ucap Yukki sambil menutup telinganya.

(Padahal tugas seorang pahlawan adalah melindungi orang lemah, walaupun nyawa menjadi taruhan.)

"Diam!!"

Kemudian insiden tersebut kembali lagi dan mulai menghantui isi kepala Yukki, bahkan dia bisa mendengar jelas ledekan dari orang-orang di sekolah setelah insiden tersebut. Yukki hanya bisa teriak sambil menggelengkan kepalanya saja, kemudian dia melihat sebuah cahaya. Cahaya tersebut tidak hanya satu, melainkan ada banyak. Kemudian cahaya tersebut mulai menarik Yukki untuk berdiri.

Benar.

Cahaya tersebut adalah teman-temannya yang berada di DBF, walaupun mereka tahu masa lalu Yukki. Tetapi mereka tetap memperlakukan Yukki seperti biasa dan membantunya. Dan kemudian dia sadar, jika dia tidak melawan traumanya. Dia tidak akan bisa berdiri di antara teman temannya.

"To-tolong…." Ucap ibu tua tersebut sambil menutup matanya.

Goblin yang berada di depan ibu tua tersebut mulai mengangkat pedangnya dan bersiap untuk membunuh ibu tua tersebut, sehingga-

Slash!!

Ibu tua tersebut merasa bingung, kenapa dia belum mati. Kemudian dia membuak matanya secara perlahan dan melihat goblin yang berada di depannya tidak ada kepalanya. Empat goblin yang berada di sekitarnya terkejut melihat salah sattu kawanannya terpenggal. Kemudian dari arah belakang ibu tua Yukki mulai berjalan mendekati ibu tua tersebut.

Di tangan kirinya terdapat sebuah sabit yang berwarna merah ruby, dan di ujung sabit tersebut terlihat tetesan darah dari goblin yang Yukki serang tadi. Empat goblin tersebut hanya diam menatap Yukki saja, Yukki kali ini tampak berbeda. Tatapannya sangat tenang sekali tanpa ekspresi. Tapi tatapan tersebut menunjukkan nafsu bunuh yang luar biasa.

Kemudian salah satu goblin mulai berlari dan berniat menyerang Yukki. Tapi, sebelum goblin tersebut mendekati Yukki, tubuh goblin tersebut mulai terbelah karena tebasan dari Yukki. Sisa goblin yang melihat hal tersebut mulai melarikan diri, Yukki yang melihat itu tidak akan memberikan ampun kepada para goblin. Dia kemudian melempar sabitnya.

Salah satu goblin pun tertusuk di dadanya, Yukki langsung melompat jauh dan mengambil sabitnya. Tubuh goblin yang tertusuk tersebut mulai hancur, tidak perlu waktu Yukki menebas goblin yang berada di dekatnya. Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/when-they-are-summoned-to-another-wold-to-become-heroes_20225602206425005/chapter-8-masa-lalu_55504211701452701">www.webnovel.com/book/when-they-are-summoned-to-another-wold-to-become-heroes_20225602206425005/chapter-8-masa-lalu_55504211701452701</a> for visiting.

Slash!!

Goblin terakhir yang melihat rekannya terbunuh mulai terjatuh. Yukki yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, mulai mendekati goblin tersebut dan memenggal kepalanya ke udara. Darah kepala goblin mulai jatuh layakna hujan dan membasahi tubuh Yukki, dalam diri Yukki daia merasa bahwa dirinya sudah bebas. Kemudian di depannya terlihat bayangan Rory yang tersenyum. Yukki yang melihat hal tersebut mau menangis dan membalasnya dengan senyuman juga.

"Terima kasih."

Di sisi lain, Fauzan dan zaky tampak terengah-rengah karena kelelahan. Goblin yang tersisa adalah 125 goblin, dan tentu saja jumlah tersebut masih banyak, di tambah dengan kemunculan pemimpin pasukan goblin.

"Hah… Hah…"

Hasshi kelihatan sudah hampir mencapai batasnya. Dia terlihat sangat lelah karena sudah mengeluarkan banyak sihir, mau itu sihir serang, atau sihir penyembuh kepada Zaky dan Fauzan. Kemudian dari kanan Hasshi terlihat satu goblin yang mau menyerang Hasshi, Hasshi yang mau merapalkan sihir mulai terjatuh karena seluruh tubuhnya mulai lemas kehabisan energi sihirnya.

Zaky dan Fauzan yang melihat Hasshi mau dibunuh, mulai berlari mendekati Hasshi. Tapi sayangnya orang bertudung yang merupakan pemimpin pasukan goblin menyerang mereka berdua dengan sihirnya. Dan hal tersebut membuat Fauzan dan Zaky semakin jauh dari Hasshi.

"To-tolong... aku"

"Waaaagghhh!!"

Sebelum Goblin tersebut menancapkan pedangnya ke Hasshi, tubuh goblin tersebut tertusuk sabit Yukki dan mulai hancur karena terhempas oleh sabit Yukki. Hasshi yang melihat Yukki datang hanya bisa mengeluarkan air matanya dan menangis, dia mengira bahwa hidupnya akan berakhir. Tapi, Yukki datang tepat waktu dan menyelamatkan hidupnya.

"Apakah kamu baik-"

"Yukki!!"

Sebelum Yukki selesai bertanya, Hasshi langsung memeluk tubuhnya sambil menangis, Yukki terkejut dan mulai tersenyum lembut. Kepala Hasshi di elus pelan-pelan, dalam diri Yukki dia merasa tenang. Dia baru pertama kali merasakan kepuasan menyelamatkan orang.

"Tch... Aku tidak tahu kalau masih ada satu pahlawan lagi." Ucap orang bertudung.

Tiba-tiba dari belakang muncul Fauzan yang mau menebas tubuh orang bertudung tersebut. Ketika Fauzan menebas orang tersebut, pedangnya di tahan oleh tangan orang bertudung tersebut. Fauzan dan yang lainnya tidak percaya dengan ini.

"Sayang sekali." Kemudian orang tersebut melompat jauh menjauhi Fauzan. "Tampaknya kalian telah membuatku terhibur, semoga kita bisa bertemu lagi."

"Tunggu!!"

Fauzan tampaknya kesal sekali karena orang tersebut langsung pergi jauh. Fauzan kesal bukan karena dia tidak bisa melawan, tapi karena musuh yang diahadapinya melarikan diri, bagi dia yang merupakan orang yang suka bertarung sampai akhir. Ini merupakan penghinaan yang sangat kejam. Pasukan goblin pun mulai ikutan mundur, Fauzan yang berpikir bahwa dia bisa mengejar orang bertudung tersebut, mulai mempersiapkan kuda-kudanya untuk lompat jauh.

"Jangan!!" Ucap Hasshi sambil memeluk Fauzan.

"Lepaska-"

Plak!!

Fauzan terkejut karena wajahnya di tampar oleh Hasshi. Yukki dan Zaky hanya bisa terdia saja melihat tindakan Hasshi, Hasshi menatap Fauzan dengan tatapan marah. Tapi Fauzan bisa melihat kalau Hasshi menangis. Seketika, Hasshi memegang kedua pipi Fauzan da mencium bibirnya. Fauzan, Yukki, dan Zaky terkejut melihat Hasshi yang mencium. Fauzan hanya bisa terdiam saja, kemudian dia merasakan bahwa ada sesuatu yang berubah di dalam hatinya.

"Dengarkan aku." Ucap pelan Hasshi yang melepaskan ciumannya. Kedua tangannya masih saja memegang kedua pipi Fauzan. "Aku tidak akan membiarkanmu keluar kendali lagi! Karena aku mencintaimu! Aku tahu kalau aku lemah daripada kamu, tapi kumohon… *hiks* Ja-jangan… Tinggalkan aku…."

Kemudian Hasshi mulai memeluk Fauzan dan menangis di dadanya. Fauzan yang melihat itu tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia sadar bahwa sesuatu baru yang dia rasakan di hatinya adalah sebuah kehangatan dan kasih sayang.

8 tahun yang lalu...

Fauzan saat itu masih berumur 9 tahun. Dia dikenal sebagai anak yang lemah dan penakut, pada saat itu, dia selalu saja di ganggu oleh saudara tertuanya karena dia lemah. Satu-satunya yang melindungi dirinya adalah ibunya yang sedang sakit.

Beberapa bulan kemudian, dia mendapatkan kabar bahwa ibunya telah mati dibunuh. Saat pemakaman, dia melihat saudaranya tersenyum kecil. Kemudian dia sadar, bahwa pelaku pembunuhan tersebut adlaah saudaranya. Tapi, dia tidak ingin terburu-buru.

Karena saudaranya di lindungi oleh keluarga. Jadi, dia memutuskan untuk kabur dari rumah dan hidup mandiri dan berusaha menjadi kuat dan membalaskan dendam terhadap kematian ibunya. Dari waktu ke waktu, Fauzan tidak pernah kalah dari siapapun yang melawan dirinya, tapi hal itu berubah ketika dia kalah melawan Dayat.

Ken yang pada saat itu sedang mencari anggota buat organisasi DBF, melihat Fauzan. Ken merasa bahwa di dalam diri Fauzan memiliki tekad yang kuat, walaupun tekad tersebut untuk balas dendam. Tapi, Ken berniat untuk mengajarkan cara menggunakan kekuatannya untuk hal yang lain, itulah cerita dimana Fauzan masuk ke organisasi DBF.

Kembali ke waktu semula...

Setelah Fauzan mengingat kembali masa lalunya. Dia merasa bahwa perasaan hangatnya yang sudah lama tidak dia rasakan, akhirnya dia bisa merasakannya. Dan kali ini, dari perempuan yang mencintai dirinya. Dan dia sadar, bahwa dirinya juga mencintai Hasshi dari lubuk hatinya.

"Maafkan aku…" Ucap pelan Fauzan sambil mengelus kepalanya dengan pelan. "Tenang saja, aku tidak akan meninggalkanmu."

Di dalam diri Fauzan, dia merasa bahwa dia bertekad untuk tidak akan meninggalkan Hasshi, dan akan menjadi orang yang kuat untuk melindungi semua orang yang berharga baginya.


next chapter
Load failed, please RETRY

Weekly Power Status

Rank -- Power Ranking
Stone -- Power Stone

Batch unlock chapters

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C8
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login