Papa Angkatku Tampan Tapi Psikopat, Jadi Kubangun Pasukan Villain.
Mati tertimpa rak buku adalah akhir yang konyol bagi Liana. Namun, terbangun di dalam novel favoritnya, The Blood Empire, sebagai Aurelia von Kaelen adalah bencana yang sesungguhnya.
Aurelia hanyalah putri angkat di keluarga mafia paling kejam di benua. Ia bukan pewaris, melainkan tumbal yang ditakdirkan mati mengenaskan di tangan ayah angkatnya sendiri tepat di usia delapan belas tahun. Berbekal pengetahuan dari novel yang ia baca, Aurelia memutuskan untuk tidak lagi menjadi domba yang pasrah. Di depan ayah angkatnya yang tampan namun mematikan, ia berpura-pura menjadi putri yang rapuh. Namun di balik bayangan, ia membangun sebuah panti asuhan rahasia.
Satu per satu, Aurelia menjemput anak-anak malang yang ditakdirkan menjadi monster penghancur dunia di masa depan. Ia merawat mereka, menjinakkan mereka, dan menjadikan mereka pasukan bayangan yang hanya patuh kepadanya. "Dunia ini mengenalku sebagai domba penurut, tapi mereka tidak tahu bahwa aku sedang memelihara kiamat di balik punggungku."
Saat Sang Pahlawan Suci yang munafik muncul dan keluarga mafianya mulai mencurigai taringnya... Aurelia hanya perlu berbisik pelan:
"Seraphina, Silas... bersihkan sampahnya."