Forum Download app Gifts
43.62% CINTA SANG PENGUASA / Chapter 89: TENTANG NADIA

Read CINTA SANG PENGUASA - Chapter 89 online

Chapter 89: TENTANG NADIA

Gina sedang duduk bersama Yudha dengan bersandar di dadanya dan tangan Yudha memeluk pinggang Gina. Mereka selalu menikmati setiap momen yang mereka habiskan bersama. Mereka berusaha untuk pernah terlewatkan sedetikpun waktu berdua. Meskipun itu hanya menemani pasangannya melakukan pekerjaan kecil.

Gina menghubungi Nadia disela waktunya bersama Yudha

"Halo Nadia, apa kita bisa bertemu hari ini? "

Gina menghubungi Nadia melalui ponsel

"Tentu saja Gina, sudah lama sekali kita tidak bertemu kan?"

Nadia menjawab penuh semangat. Karena dia merupakan pribadi yang periang

"Baiklah, bagaimana kalau kita bertemu di restoran X nanti siang?"

"Tentu, sampai ketemu disana"

Mereka pun mengakhiri panggilan telepon

"Apa kamu yakin akan menjadikan Nadia asisten mu? Kenapa tidak Satya saja?"

Yudha yang berada disamping Gina bertanya dengan lembut sambil membelai rambut panjangnya

"Apa kamu yakin kalau aku bekerja dengan Satya? Kurasa akan ada yang cemburu jika aku bekerja dengan laki - laki sebagai asisten pribadiku. Lagi pula dia itu asistenmu aku cukup meminta bantuannya jika memang diperlukan"

Gina tersenyum menggoda sang suami.

"Tentu aku tidak keberatan. Aku tidak ingin hal terakhir kali terjadi lagi. Dimana aku harus melihatmu bersimbah darah. Aku ingin selalu berada disampingmu untuk melindungi mu. Dan mulai sekarang kemanapun kamu pergi, aku akan mengantarkan mu"

"Kamu tidak perlu khawatir. Hal seperti itu tidak akan terjadi lagi. Aku janji. Aku tidak akan lengah lagi!"

Gina tersenyum lembut dengan sebelah tangannya menyentuh pipi Yudha

"Aku akan bersiap untuk pergi menemui Nadia"

Gina melepaskan diri dari pelukan Yudha dan berdiri untuk berganti pakaian

Siang harinya Yudha mengantarkan Gina terlebih dahulu sebelum dia kembali ke kantor.

"Aku akan kembali ke kantor. Setelah kamu selesai beri tahu aku, akan ku minta Hendri kemari untuk menjemput mu dan mengantarkan mu ke kantor nanti"

Yudha mengusap lembut kepala Gina. Kemudian mencium dahinya

"Baiklah, akan ku kabari setelah selesai nanti"

Gina tersenyum lembut menerima perlakuan sang suami kemudian turun dari mobil dan melenggang masuk ke dalam restoran. Disana terlihat Nadia sudah duduk disalah satu kursi.

"Hai Nadia maaf telah membuatmu menunggu"

Gina mendekati kearah Nadia dan menarik kursi untuk duduk bersamanya

"Ah tidak apa, aku juga belum lama tiba disini"

Nadia tersenyum ramah menyambut Gina

"Aku ingin mengucapkan terimakasih banyak, karena kamu telah membantu ku untuk membalas Riko tempo hari"

Gina tersenyum saat berbicara.

"Sama - sama. Tidak perlu sungkan padaku. Gina apa kamu mengingat ku?"

Gina memicingkan mata menatap Nadia

"Apa kita saling kenal?

Ku rasa kita tidak pernah bertemu sebelumnya"

Gina berbicara sambil berusaha mengingat - ngingat

"Aku Nadia Dwi Praja. Kita selalu main bersama ketika kecil sampai akhirnya keluargaku bangkrut saat aku menjelang SMA. Kamu ingat papaku Angga Praja?"

Nadia berusaha membuat Gina ingat tentang masa lalu mereka

"Ah aku ingat. Kamu Nadia teman sekolahku, dulu paman Praja selalu mengajakmu bermain kerumah"

Gina berkata dengan senyum lebar dan Nadia menganggukkan kepalanya berkali - kali

"Benar, dulu kita selalu main bersama. Sampai kejadian buruk itu menimpa keluarga ku dan kita tidak pernah bertemu lagi"

Wajah Nadia berubah muram saat mengenang masa lalunya

"Sebenarnya apa yang terjadi, sehingga kamu meninggalkan kota ini tanpa pamit padaku?" Tanya Gina dengan wajah yang berubah sendu

"Keluarga ku bangkrut karena keluarga Riko, mereka diam - diam menyabotase harga saham perusahaan ku. Papa ku terkejut dan terkena serangan jantung, tidak lama setelah kepergian papa, mama pun sakit - sakitan dan meninggalkan aku dan Satya. Dan lebih parahnya lagi keluarga itu meminta anak buahnya untuk menculik dan memperkosa ku, hingga akhirnya aku mengalami depresi karena trauma. Kakak ku Satya bekerja keras untuk menyembuhkan depresi ku. Untungnya kami bertemu keluarga Kusuma. Mereka membantu kami dari keterpurukan"

Tanpa sadar Nadia meneteskan air matanya

"Maaf, karena aku tidak tahu apapun mengenai itu. Dan lebih bodohnya lagi aku pernah jatuh cinta pada orang yang pernah merusak hidupmu"

Gina menyesal tidak mengetahui masa lalu Nadia dan tidak berada di sisinya disaat masa terburuk Nadia, sedangkan dulu Nadia selalu jadi teman yang setia saat dia sedang merasa mendapatkan ketidak adilan dari keluarganya. Dialah tempat berlindung bagi Gina saat Arin, Riska dan Siska selalu bersikap buruk padanya. Dia selalu mendengarkan keluh kesahnya dan menjadi sandaran saat Gina menangis. Gina masih berbincang bersama Nadia

"Kita lupakan masa lalu itu. Aku senang bisa melihatmu bahagia bersama Yudha sekarang"

Nadia menghapus air matanya dan memberikan senyum indah kepada Gina

"Oh ya aku lupa. Aku kesini untuk meminta mu menjadi asisten pribadiku. Apa kamu bersedia?"

Gina tersenyum saat berbicara dengan Nadia

"Benarkah? Tentu saja aku bersedia membantumu"

Nadia tersenyum menerima tawaran Gina

"Kalau begitu secepatnya kita akan mengurus tentang semua yang kita butuhkan di perusahaan baruku"

Nadia mengangguk, menyetujui apa yang Gina rencanakan

Setelah selesai dengan urusannya bersama Nadia, Gina kembali ke kantor Yudha setelah dijemput oleh Hendri. Disana dia bertemu Risti terlebih dahulu

"Risti"

Gina menegurnya dengan sopan di meja kerja Risti

"Mba Gina, bagaimana keadaan mba Gina sekarang?"

Risti berdiri dan menyapa Gina dengan sopan.

"Bisa datang ke ruangan Yudha sebentar? Ada yang ingin saya bicarakan" Pinta Gina dengan senyum ramahnya

" Baik mba, nanti saya kesana"

"Saya tunggu ya"

Gina mengakhirinya dengan senyum kemudian berjalan meninggalkan meja Risti menuju lantai atas yaitu ruangan Yudha

Tok tok tok

Ceklek

"Masuk"

Yudha mempersilakan tanpa menoleh untuk melihat siapa yang datang. Setelah mengetuk pintu dan mendapatkan izin, Gina masuk keruangan sang suami, dilihatnya sang suami yang sedang serius dengan pekerjaannya tanoa menoleh sedikitpun

"Sepertinya Tuan Kusuma cukup sibuk dengan pekerjaannya? Hingga tidak menghiraukan siapa yang datang"

Gina tersenyum menyeringai sambil mendekat ke arah sang suami.

Yudha langsung mengalihkan pandangannya dari dokumennya dan menatap sang istri

"Rupanya nyonya Kusuma yang datang. Apa urusannya sudah selesai?"

Yudha mengulurkan tangannya agar sang istri mendekat ke sisinya

"Iya, aku sudah selesai. Aku ingin meminta Risti menjadi asisten ku di perusahaan nanti" Kata Gina sambil duduk di meja sebelah Yudha

"Tentu saja, kamu bisa memintanya untuk pindah ke kantor mu"

Kata Yudha di iringi senyum manisnya

Tak lama pintu diketukbdan terlihatlah Risti yang muncul dari balik pintu

"Permisi pak Yudha, mba Gina"

Risti menyapa atasannya dengan sopan

Gina yang masih berada dekat Yudha kemudian berjalan mendekati Risti

"Salahkan duduk Ris"

Gina mempersilakan duduk dengen menjulurkan sebelah tangan ke arah sofa di ruang Yudha

"Terimakasih mba"

Risti mengangguk kemudian duduk

"Begini Risti, to the point saja. Saya mau menawarkan kamu untuk kerja menjadi asisten saya di kantor baru saya nanti. Apa kamu mau?"

Gina menawarkan dengan lembut dan berwibawa. Mata Risti terlihat berbinar - binar mendengar tawaran Gina

"Mau mba mau. Saya mau sekali ikut kerja bersama mba Gina"

Risti langsung setuju dan menganggukkan kepala dengan semangat. Gina hanya tersenyum kemudian berkata

"Nanti saya kabari kamu kalau semua sudah siap"

"Baik mba, saya permisi dulu"

Risti pamit kemudian berdiri hendak meninggalkan ruangan. Gina hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala mengiyakan.

"Apakah nyonyaku sudah puas dengan urusannya hari ini?"

Yudha tersenyum menggoda sang istri

"Hmm, tuan apakah anda sedang iri kepada Risti dan Nadia karena mereka akan menemani ku bekerja?"

Yudha berdiri dari kursinya dan mendekati Gina. Dia meraih pinggangnya dan menariknya ke dalam pelukannya.

"Sayang, sepertinya memang aku tidak seharusnya membiarkan mu menjadi penerus Sanjaya. Agar aku bisa selalu membiarkan mu berada disampingku"

Gina mengerutkan alis dan sedikit mengangkat ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman

"Tuan, apakah akhir pekan dan malam hari masih tidak cukup untuk kita selalu bersama?" Kata Gina sambil melingkarkan tangannya di leher Yudha

"Waktu ku bersamamu sampai kapanpun dan berapa lama pun itu tidak akan pernah cukup. Karena semakin aku mengenalmu, semakin aku tergila - gila padamu"

Gina berbinar mendengar perkataan Yudha senyumnya begitu cerah dan Yudha langsung mencumbu bibir merah sang istri yang terlihat begitu manis dan sangat menggiurkan.

Ciuman mereka semakin lama semakin memanas. Membangunkan gairah diantara mereka berdua. Yudha tidak melewatkan kesempatan itu. Dia langsung menggendong Gina dan membawanya masuk ke ruang istirahat pribadinya di dalam kantor itu.

Mereka tenggelam dalam gairah cinta yang semakin tumbuh dengan bertambahnya hari. Tak bisa dipungkiri semakin lama mereka bersama. Ketertarikan mereka tidak pernah berkurang. Justru semakin bertambah satu sama lain.

"Tuan, karena aku adalah wanita yang egois, jadi tak akan pernah ku biarkan wanita lain mendekatimu"

Gina berbisik disela desahan nafasnya yang menggebu dan tak beraturan.

Yudha tersenyum mendengarnya dan semakin ganas menyalurkan gairahnya. Melakukan pelepasan hasrat diantara keduanya


CREATORS' THOUGHTS
Misel09 Misel09

Hallo pembaca sekalian. Terima kasih sudah membaca novel ini.

Cara memberikan ulasan & batu kuasa itu gampang banget!

Di aplikasi, kalian pergi ke informasi novelnya, lalu scroll ke bawah & tekan tombol mengundi.

Untuk ulasan kalian tekan ulasan dibawah tombol mengundi lalu setelah itu tekan tombol bergambar pensil, lalu tulis deh ulasan kalian.

Gampang banget bukan? ;)

Kalian bebas mau kasi bintang berapa, mau kritik dan saran juga boleh

next chapter
Load failed, please RETRY

Privileged

More Privileged Chapters

Download the app and become a privileged reader today! Come take a sneak peek at our author's stockpiled chapters!

Download

Batch unlock chapters

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C89
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews
Send Gifts
Gifted
Thank you for your generous gift.

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login
Report inappropriate content
error Tip

Get More Coins

Please switch to the pop-up to complete the payment.

This's an experimental test for reading assistance in case.

We highly recommend you to enjoy the beauty of the original words.