Forum Download app Gifts
20.79% Doomsday Pillars (Indonesia) / Chapter 67: Bergabunglah

Bergabunglah - Doomsday Pillars (Indonesia) - Chapter 67 by Avan full book limited free

Chapter 67: Bergabunglah

Melihat asap dari kejauhan, Alex sangat cemas, dia mengetahui dengan jelas apa yang terjadi di desa Erick.

"Ikuti jalan ini menuju asap itu!"

Alex menyuruh Jerry lanjut menyetir.. namun dia tidak dapat menunggu dengan tenang dalam mobil. Dia melompat keluar jeep dan mulai berlari dengan kecepatan tertingginya menembus hutan. Desa itu terletak di tengah gunung, dikelilingi oleh hutan. Jeep akan membutuhkan waktu untuk mengemudi berkeliling menuju desa. Melihat hal ini Aria juga melompat keluar dan mengikutinya…

Aria telah melalui latihan menembak tepat dan ranger sebelumnya, ini adalah keahliannya. Sangat penting bagi penembak tepat untuk mengenal medan dan menyatu dengan sekitar. Dia adalah salah seorang prajurit terbaik deadsquad.

Sekarang ini, mereka berdua sama-sama berada di mortal realm tingkat tinggi. Mereka seharusnya memiliki kecepatan dan kekuatan yang sama. Namun Aria dengan seluruh latihan range-nya, tampaknya tidak dapat menyamai Alex. Medan berbatu dan curam dan semak tebal membuat sebagian besar orang kesulitan berjalan melalui gunung ini. Namun Alex tampaknya dapat melaluinya dengan mudah, bukan berlari, namun Alex sebenarnya melompat diantara batu dan pohon. Aria mengikuti dengan kagum.

Dalam 5 menit, Alex akhirnya mencapai desa kecil itu, di sana seharusnya terdapat sekitar dua lusin rumah. Namun sekarang setengah dari rumah rumah itu sudah terbakar. Pada kehidupan Alex yang terdahulu, desa ini seharusnya memiliki sekitar 40 orang, sebagian besar pelarian dari desa sekitar.

Sekarang ini ada beberapa zombie berjalan keliling desa, Alex dengan cepat menghabiskan mereka dan memeriksa rumah demi rumah. Dia menemukan sekitar selusin mayat. Mereka mati karena serangan zombie…. Alex memeriksa setiap mayat. Dia mengenal beberapa dari mereka, namun tidak ada Ricky atau keluarganya diantara mayat mayat itu. Alex sedikit lega, sepertinya ada sedikit harapan.

Alex bertanya-tanya apa yang terjadi pada desa ini, efek kupu-kupu apa yang telah dia ciptakan? Apa yang dapat mengubah desa terpencil yang seharusnya tidak diserang oleh banyak zombie hingga bulan ketiga menjadi seperti ini?

Beberapa menit kemudian, kedua jeep tiba. Bersama sama mereka mengumpulkan mayat dan membuat pemakaman sederhana… apa yang tersisa… Theo mengakhirinya dengan doa..

Alex merasa bertanggung jawab karena hal ini. Dia tahu pada akhirnya seluruh peradaban akan hilang. Setiap manusia akan mati dalam 10 tahun. Dia seharusnya tidak perlu kecewa untuk setiap korban yang meninggal karena intervensinya. Namun karena dia mengenal penduduk desa ini, dia membuat hal ini sebagai hal pribadi.

Mereka berkumpul. Theo adalah lulusan sekolah medis sebelum dia berpaling pada imannya dan menjadi pendeta, dia memeriksa mayat dan menemukan kebanyakan orang ini meninggal 12 jam yang lalu, bukan karena zombie tapi karena pisau dan tembakan pistol.

Aria menambahkan dari pemeriksaanya. Dia menemukan dua pasang jejak; jejak besar sekitar lusinan orang berusia sekitar dua hari dan jejak yang lebih kecil berusia sekitar 12 jam. Namun keda jejak ini menuju ke arah yang sama. Bila Alex ingin mencari penduduk lain atau jawaban, ini adalah jalannya.

Cindy sangat marah mendengar hal ini.

"Manusia melakukan ini? Sangat Biadab!"

Rama: "Apa yang akan kau lakukan?"

Alex sangat marah sehingga dia tidak menjawab, namun setiap orang mendapat pesan yang jelas. Karena jejak menuju ke hutan, mereka tidak dapat membawa jeep, Alex meminta Theo dan Cindy mengembalikannya ke markas, namun mereka menolak. Mereka juga ingin melihat siapa pelakunya. Sehingga mereka menyembunyikan jeep dan mengikuti jejak.

Walaupun semua orang sudah berada di mortal stage tingkat tinggi, Alex harus menyesuaikan dan mengikuti kecepatan kelompok.. Aria mengikuti jejak di depan dan yang lain mengikuti dia. Memakan waktu satu jam dan mereka telah berjalan sekitar 4 kilometer. Jejak mengarahkan mereka ke resort bintang lima. Hotel kupu-kupu. Satu dari beberapa hotel terkenal di Bali. Hotel yang ini terletak terpencil di bagian tengah Bali diantara gunung. Banyak artis terkenal atau sosok politik sering menginap di hotel ini.

Mereka mengamati hotel dari kejauhan. Teropong penembak Aria dapat melihatnya dengan jelas dari jarak satu kilometer.

"Apa yang dapat kamu lihat?"

"Sekitar selusin penjaga, menggunakan senjata api. Seharusnya ada lebih banyak di dalam"

Alex mencoba tenang dan memikirkan strategi terbaik. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada orang-orang ini. Sampai dia tahu lebih banyak, Alex lebih baik menyembunyikan kekuatannya. Alex memerlukan Aria di luar sebagai pendukung. Sergei dan Rama akan tinggal bersamanya. Mereka berdua terlihat mengintimidasi terutama Sergei. Untuk Jerry, Alex mungkin memerlukan orang lain yang lebih cepat dibanding dia, sepasang pisau tersembunyi akan berguna. Theo terlihat tidak berbahaya dan Cindy adalah orang amerika, dia akan menjadi pengalih perhatian. Alex khawatir ini akan berbahaya untuknya… dia tetap seorang wanita.

"Kamu ingin aku beraksi?? Bagus… Aku siap.. jangan khawatir,, aku tidak akan mengecewakanmu.. biarkan aku memimpin"

Tampaknya, kekhawatiran Alex tidak diperlukan.. dia memang bukan gadis Amerika biasa… apa benar begitu?

Alex meletakkan semua peralatan di cincin penyimpanannya dan mereka berempat, berjalan santai ke gerbang depan Lo

"Halo… syukurlah ada orang disini"

"Dapatkah kamu membantu kami? Apa kamu punya makanan? Kami bisa membayar"

"Wow, ada apa dengan semua senjata ini! Kami tidak berbahaya"

Melihat gadis pirang berisik, penjaga tidak yakin apa yang harus dilakukan dan memanggil atasannya. Alex dan kelompok diperiksa oleh penjaga. Mereka menemukan sebuah pisau dan pistol. Alex sengaja membiarkan mereka menemukannya. Hampir. 2 minggu setelah Akhir Jaman, tidak memiliki senjata akan lebih mencurigakan.

Laki laki berusia sekitar 40 tahun berjalan ke depan.. dia memiliki pisau besar di sisinya. Pria ini melihat ke arah senjata dan berpikir sejenak.. Alex dapat mengetahui orang ini tidak akan ragu ragu untuk memotong orang dengan senjata itu. Ini bisa jadi pria yang membunuh semua penduduk desa.. lebih baik tidak sembrono.. sebelum Alex dapat berkata sesuatu.. Cindy berseru

"Siapa kamu? Biarkan aku berbicara dengan bosmu"

"…"

Alex tidak dapat berkata-kata. Gadis ini antara tidak memiliki rasa takut atau sangat bodoh.. dia baru saja akan mengambil senjata dari cincin penyimpanan ketika…

"Hahahahaha… Aku minta maaf, miss.. Namaku Anton kepala keamanan hotel ini.. mari ke arah sini, namun aku minta maaf, semua senjata harus tetap disini"

.

.

Tampaknya dia bisa jadi sangat bagus Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/doomsday-pillars-(indonesia)_14156110505505805/bergabunglah_40250927407484265">www.webnovel.com/book/doomsday-pillars-(indonesia)_14156110505505805/bergabunglah_40250927407484265</a> for visiting.

.

.

Atau hanya beruntung

.

.

Mereka dibawa ke villa terbesar. Alex melihat paling tidak selusin penjaga di dalam. Villa besar ini memiliki ruang keluarganya sendiri, seluruhnya kaca tahan peluru dengan pemandangan menakjubkan dari bukit dan hutan. Balkon besar menghadap ke dalam. Mereka menunggu sejenak, Alex khawatir karena dia tidak melihat penduduk desa atau orang sipil sama. Sekali. Mereka semua penjaga.

.

.

Sejenak kemudian pria paruh baya pendek hanya mengenakan celana pendek masuk ke ruang keluarga dengan dua wanita cantik mengenakan pakaian renang di masing-masing tangannya.

.

.

"Ini adalah pemilik, Tuan Big" kata Anton

.

.

"Apa ini, Anton!!"

"…"

"Wow! wanita asing yng cantik!"

"jadi kalian berempat datang untuk bergabung?"

.

"Bergabung? Apa maksudmu?"

"Ya, menjadi bagian komunitas kami. Kami memberi kalian makan dan perlindungan. Kamu lihat Anton? Dia dan kru nya. Aku menyewa mereka dengan sangat mahal, mereka datang dari layanan penjaga internasional. Mereka hanya berurusan dengan klien AAA. Mereka sangat profesional.. aku jamin disini kamu akan aman dari mayat hidup itu"

.

"Apa yang harus kami lakukan sebagai balasannya" Alex bertanya

.

.

"Tidak ada, kita hanya harus bekerja bersama"

Tuan Big tersenyum lebar. Dan tiba tiba keributan terdengar dari halaman.

"Tepat waktu, kamu dapat lihat dari sini mereka baru kembali dari kerja"

.

Alex melihat paling tidak beberapa ratus orang berjalan ke halaman. Dalam kondisi sangat buruk.. beberapa dari mereka terluka. Alex juga dapat melihat beberapa mayat dibawa di belakang.

.

"ooo.. ada beberapa korban hari ini. Apa yang dapat ku katakan.. ini adalah waktu yang berat. Semuanya memiliki resiko. Apa kamu setuju?"

.

Alex fokus pada orang orang yang kembali, dengan mortal realm tingkat tinggi, persepsinya ditingkatkan sehingga dia dapat melihat lebih jauh.. dia melihat wajah satu demi satu dan akhirnya, dia sedikit lebih tenang… disana dia melihat Ericks dan istrinya dalam kelompok.

.

Tuan Big memperhatikan Alex sedikit tersenyum dan salah mengartikannya dan berkata

"Jadi kamu suka dengan apa yang kamu lihat? Kamu bergabung?"


next chapter
Load failed, please RETRY

Gifts

Gift -- Gift Received

    Weekly Power Status

    Rank -- Power Ranking
    Stone -- Power Stone

    Batch unlock chapters

    Table of Contents

    Display Options

    Background

    Font

    Size

    Chapter comments

    Write a review Reading Status: C67
    Fail to post. Please try again
    • Writing Quality
    • Stability of Updates
    • Story Development
    • Character Design
    • World Background

    The total score 0.0

    Review posted successfully! Read more reviews

    Cost Coin to skip ad

    You can get it from the following sources

    1. 1. Daily check-in
    2. 2. Invite friends invite now >
    3. 3. Vote for new stories Vote >
    learn more >
    Vote with Power Stone
    Rank NO.-- Power Ranking
    Stone -- Power Stone
    Report inappropriate content
    error Tip

    Report abuse

    Paragraph comments

    login