Forum Download app Gifts
80.95% Teruntuk Kamu Yang Pernah Jadi Bucin / Chapter 17: 16. Arak-Arakan

Read Teruntuk Kamu Yang Pernah Jadi Bucin - Chapter 17 online

Chapter 17: 16. Arak-Arakan

Hari ini adalah hari Wisuda bagi Kakak senior yang telah lulus di periode tahun ajaran ini. Seperti tahun- tahun sebelumya, BEMT selalu menggelar acara after party wisuda bagi Kakak Senior yang diwisuda tersebut. Kemarin Kami telah mendekor gedung yang digunakan untuk melakukan after party lulusan Fakultas Teknik.

Brigade barisan telah dirancang di lapangan Gedung Wisuda Kampusku. Setiap Fakultas menggelar acara tersebut, yaitu mengarak Kakak Senior sepanjang kampus dengan macam- macam kendaraan seperti Motor Gede, becak, mobil losbak. Biasanya yang mendapat fasilitas ini adalah Kakak Senior yang juga merupakan Pengurus BEMT. Kendaraan untuk arak- arakan ini dipersiapkan memang khususnya dipersiapka untuk Kakak Senior tersebut.

Para adik junior dikomandoi oleh Komandan dari Departemen Kemahasiswaan untuk membentuk barisan Brigade yang rapi dan kami berteriak dengan yel- yel, saling berbalas suara dengan Fakultas lain yang tak kalah ramai, terutama dengan BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Aku tak melihat seseorang itu ada di sekitar sini. Mataku terus mencari dan mencari namun tak kunjung mendapatkan apa yang kucari.

Kami menyanyikan lagu mars BEMT dengan lantang. Di bawah teriknya matahari, dengan balutan jaket BEMT Maroon kebanggaan Fakultas Kami, Kami masih siap siaga menunggu Kakak Senior yang tak kunjung keluar dari Gedung Wisuda. Peluh keringat sudah membanjiri tubuh Kami.

Aku melihat di tengah- tengah keramaian ada Richard dan Dido yang sangat konyol. Dua pengurus dari Departemen Kamsis tersebut tak ada habisnya berulah. Mereka menyanyikan lagu dangdut seperti lagu dangdut Ayu Tingting dan Inul, sampai Trio Macan sembari berjoget bebas bak seperti beneran ada di panggung dangdut.

Aku hanya melihat dari kejauhan kelakuan teman kelasku tersebut. Keduanya bernyanyi dengan menggunakan mic dan speaker yang tentu sangat kencang, para adik kelas turut mengikuti nyanyian Richard dan Dido tersebut hinga suasana makin ramai. Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click <a href="https://www.webnovel.com/book/teruntuk-kamu-yang-pernah-jadi-bucin_16681966406932605/16.-arak-arakan_48670896436599994">www.webnovel.com/book/teruntuk-kamu-yang-pernah-jadi-bucin_16681966406932605/16.-arak-arakan_48670896436599994</a> for visiting.

Lalu tanpa aba- aba seseorang masuk di dalam kerumunan saat Richard sedang bernyanyi lagu Tua keladi.

Seseorang menyambung lirik lagu yang dinyanyikan Richard. Laki- laki tersebut ikut bernyanyi menggunakan toa yang dipegangnya.

Engkau lupakan anak cucumu

Hanya demi kenikmatan

Harga dirimu bahkan terbuang

Yang ada hanya rayuan

Mengaku bujangan

Kepada tiap wanita

Ternyata cucunya segudang

Batinku yang terkejut. Buset deh suaranya Mas! Bukan karena suaranya jelek, tapi kok kaya kenal suaranya...

Akhirnya lagu tersebut pun selesai dinyanyikan.

Aku kaget saat mendengar suara tersebut adalah suara JP. Iya, JP yang tidak jaim menyanyi dengan lantang lagu tersebut langsung dari toa yang dipegangnya serta tak lupa Ia ikut joget terbawa suasana. JP terlihat sangat... Aku tidak bisa menolak pesona dan kharismanya sekaligus walau Dia kini sedang bertingkah nyeleneh, tak seperti biasanya yang dimana Ia selalu terlihat berwibawa apalagi jika dihadapan Adik senior. JP yang merupakan pianis musik jazz, ketua Ospek Fakultas tahun ini, yang selalu terlihat berwibawa di depan orang- orang. JP yang kutahu itu bisa bertingkah konyol juga ternyata.

JP kemudian request lagu dari Trio Macan.

Aku hanya terkejut mendengar Dia menyanyi lagu Iwak Peyek milik Trio Macan.

Iwak peyek (iwak peyek), iwak peyek (iwak peyek)

Iwak peyek nasi jagung

Sampek tuek (sampek tuek), sampek nenek (sampek nenek)

Trio Macan tetap disanjung

Iwak peyek (iwak peyek), iwak peyek (iwak peyek)

Iwak peyek nasi gule

Sampek tuek (sampek tuek), sampek nenek (sampek nenek)

Trio Macan tetap oke

Hoo-hoo-hoo-hoo

Di sini aku menghibur kamu

Menyanyi dan bergoyang bersamamu (Aselole)

Di sini aku mengajak kamu

Bergembira dan bahagia selalu

JP nampak semangat menyanyikan lagu tersebut serta diiringi goyang asyik yang diikuti orang- orang di sekitarnya.

Aku bersama Keisha dan Ayu hanya menikmati hiburan tersebut.

Akhirnya yang ditunggu- tunggu, Kakak- Kakak Wisudawan dan isudawati pun muncul, keluar dari Gedung Tempat Wisuda. Para Kakak kelas pun masuk ke dalam brigade barisan disambut oleh adik juniorku mendapatkan bunga dan dipersilahkan menaiki singgasana yang telah disiapkan.

Semua Kakak Senior yang dimaksud dipastikan telah masuk ke dalam Brigade Barisan untuk diarak keliling Kampus. Di barisan paling depan ada Bang Eross yang merupaka mantan Wakil Ketua BEMT beberapa tahun lalu lalu di sebelahnya da pula Kak Luthfi yang merupakan Mantan Ketua BEMT. Keduanya menggunakan Motor Gede untuk diarak keliling Kampus sedangkan Kakak- Kakak Wisudawati diangkut menggunakan becak lalu ada juga yang menggunaaan mobil losbak. Mereka naik ke ata mobil dibantu oleh Adik Junior dengan hati- hati karena Mereka menggunakan kebaya.

Randy dan Richard menggunakan Motor Gede juga, sedangkan yang menyetir mobil losbak tersebut adalah JP dan duduk di sebelahnya ada Helen dan Gisca, dua pengurus Departemen Kemahasiswaan lainnya.

Aku. Keisha, dan Ayu pun hanya berjalan kaki saja bersama dengan adik junior yang lain yang ikut mengarak para Wisudawan dan Wisudawati. Memang rasanya sangat capek namun Aku merasa ini sangat seru, rasanya terharu melihat Kakak- Kakak Senior telah berhasil lulus dengan perjalanan yang cukup berat.

Kendaraan pengarak juga tidka mungkin berlaju kencang, apalagi ada lautan manusia di sekitarnya, maka kendaraan benar- benar dibawa sangat lambat untuk berjalan mengelilingi kampus ini.

Akhirnya mobil losbak sampai di pertigaan jalan, Motor Gede, becak- becak telah berjalan jauh di depan meninggalkan mobil losbak sedangkan Aku berjalan lambat tak jauh dari mobil losbak tersebut bersama Ayu dan Keisha.

Namun ternyata Aku ditinggal sendiri, Keisha dan Ayu entah kemana. Di sebelahku tinggalah Bella, pengurus dari Kamsis juga yang sedang asyik mendokumentasikan foto lewat Kamer DSLR yang dipegangnya.

"Hai Bel..." Aku menyapanya.

"Halo Nya..."

Bella meneruskan kegiatannya mengambil gambar.

Tiba- tiba saat mobil akan belok, dari arah berlawanan dihadang oleh Motor Gede dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Suasana tegang sempat mewarnai adegan papasan ini, adik- adik junior dari BEMT dan BEM EB saling bersitegang tak mau mengalah siapa yang duluan harus lewa, namun akhirnya JP pun turun dari mobil losbak dan berunding dengan Komandan dari Brigade BEM EB ini. JP pun mengalah untuk memundurkan mobilnya dan membiarkan para pasukan BEM EB untuk lewat terlebih dahulu.

Akhirnya para adik junior diperintahkan JP untuk jalan duluan oleh JP. Ia sendiri akan mengawal di barisan paling belakang saja menggunakan mobil losbak tersebut. Akhirnya para adik junior tersebut jalan duluan menuruti perintah JP. JP khawatir akan ada konfrontasi dengan BEM Fakultas lain seperti tadi sehingga Ia memberikan ide untuk membiarkan semuanya berjalan lebih dahulu.

Adik- adik junior tersebut telah berjalan jauh di depan sedangkan mobil yang dikendarai JP nberjalan tertinggal di belakang, wajar saja Ia tak mungkin mengendarai dengan cepat di tengah banyak manusia di sekitarnya. Aku dan Bella berjalan pelan di samping mobil tersebut.

Tiba- tiba mobil losbak yang dikendarai oleh JP tersebut berhenti mendadak.

Aku dan Bella pun ikut melihat ke arah mobil tersebut.

Benar saja, mobil tersebut ternyata mogok.

JP pun terus menerus menyetarter mobilnya namun tak kunjung menyala.

"Bel, mobilnya mogok... Aku teleponin Kak Dryan atau Randy, Richard deh..." ujarku agak panik, sembari mencari kontak telepon temanku di barisan buku telepon di Hpku. Saat Aku melihat HP, Aku baru sadar jika ada banyak BBM masuk dari Ayu dan Keisha. Batinku. Loh, Mereka pada ngeBBM Gue?

JP pun turun dari mobil dan mengecek bawah mobil.

Bella mendekati JP.

"Jep, kenapa mobilnya?"

"Gue juga nggak tahu Bel. Ini nggak bisa distarter."

"Yaudah, Gue bantuin ya... Nyanya juga lagi nelpon bala bantuan buat bantui kita, ko. "

JP mengangguk. "OK, deh! Bel, Lo bisa nyetir mobil kan?"

"Iya bisa Jep."

"Soalnya Helen sama Gisca nggak bisa nyetir, Gue minta tolong Lo arahin setirnya, Gue yang dorong..."

"Lo sendiri yang mau dorong?" tanya Bella.

"Iya... Sama siapa lagi? Kasihan Kakak-kakak wisudawati, mereka pada kepanasan di atas mobil, Bel. Mending Gue kerjain dulu sebisanya sekarang sebelum ada bala bantuan yang dateng."

"Mau dibantu Nyanya?"

"Enggaklah, Bel! Tega banget Gue kalo nyuruh Dia ikut dorong mobil!"

Akhirnya JP mendorong mobil sendiri dengan Vanya yang ada di kemudinya.

Namun tak lama bala bantuan pun datang, Richard dan Dido datang di saat yang tepat. Aku yang menghubungi Mereka. Mereka pun mendorong mobil bertiga dan tak lama mobilnya bisa berjalan kembali. JP pun naik Motor bonceng tiga bersama Dido dan Richard, Aku sendiri diangku menggunakan losbak bersama Kakak- Kakak Wisudawati.

Akhirnya mobilnya sampai di depan Gedung Fakultas dan Sang Kakak- Kakak Wisudawati turun dari mobil, termasuk Aku.

Aku pun langsung masuk ke dalam Gedung karena dipanggil oleh Keisha dan Ayu.

"Ya ampun Nya... Kamu ilang kemana sih?!" Ayu khawatir.

Keisha juga memincingkan matanya. "Kamu kebiasaan menghilang tanpa jejak ya Nya!"

"Kalian yang hilang!"

"Aku curiga, Kamu tadi nyampur sama barisan Fakultas lain ya tadi?" tuduh Ayu. "Besok- besok kalau jalan, perlu bawa rantai nih buat ngerantai kamu!"

Aku sendiri lupa kenapa Aku bisa hilang, Bodo amat ah! Batinku.

"Gimana ceritanya Kamu bisa ikutan naik mobil losbak Nya?" tanya Keisha.

Aku hanya cengengesan saja. "Ceritanya panjang Kei!"

Ayu menggumam. "Udah ilang tiba- tiba, muncul- muncul malah nimbrung ama Kakak- Kakak Wisuda! Mau diwisuda prematur atau gimana sih?!"

Lalu dari arah luar, Pria itu lagi- lagi mengalihkan pandanganku, Dia kini hanya tinggal mengenakan kaos oblong putih dengan padanan jeans belelnya mengangkat sound system yang besar.

Batinku. Apa sih yang nggak kamu kerjain Jep? Kamu pakai oblongan kaya gitu dan lagi angkat- angkat barang berat aja masih kelihatan cakep loh di mataku!

**


next chapter
Load failed, please RETRY

Privileged

More Privileged Chapters

Download the app and become a privileged reader today! Come take a sneak peek at our author's stockpiled chapters!

Download

Batch unlock chapters

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C17
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews
Send Gifts
Gifted
Thank you for your generous gift.

Cost Coin to skip ad

You can get it from the following sources

  1. 1. Daily check-in
  2. 2. Invite friends invite now >
  3. 3. Vote for new stories Vote >
learn more >
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

login
Report inappropriate content
error Tip

This's an experimental test for reading assistance in case.

We highly recommend you to enjoy the beauty of the original words.