Yolla bisa melihat sesuatu yang tidak seharusnya di lihat.
Mereka berdiri di sudut ruangan, merayap di balik cermin, mengintip dari balik tirai—makhluk-makhluk tak bernama, tak bersuara, yang tak terlihat oleh siapa pun... kecuali dia.
Selama ini Yolla berhasil bertahan.
Dia tahu aturannya:
Jangan lihat. Jangan bereaksi. Jangan tunjukkan rasa takut.
"Mereka cuma bayangan. Mereka nggak nyata kalau aku nggak melihat."
"Jangan kedip. Jangan goyah. Jangan... jangan bernapas terlalu keras."
Tapi semuanya berubah ketika satu dari mereka berhenti... dan menatap balik.
Tanpa mata. Tanpa wajah. Yolla tahu, makhluk itu tahu sesuatu.
Dan kemudian, ia mulai bicara.
Bukan dengan suara, tapi dengan kehadiran yang mencekam.
"Kau melihatku."
"Aku tahu kau bisa melihatku."
Sekarang, bukan hanya hidup Yolla yang digenggam oleh teror, tapi pikirannya. Kewarasannya. Identitasnya.
Sesuatu sedang terbongkar—dan Yolla bukan lagi penonton dalam kegelapan. Dia targetnya.
Berapa lama kau bisa bertahan dengan mata terbuka, berpura-pura buta...
…sebelum mereka menyeretmu ke dalam dunia mereka dan tidak pernah membiarkanmu kembali?
#horor